Tengsoe Tjahjono (l. 1958) Memaknai Payung *demsi danial bukan payung yang dibutuhkan ketika hujan jatuh, namun cara berteduh. begitu kata senja kepada murung ketika langit dekat kepada mendung. jelas itu […]
Puisi: Di Negeri Bekas Penjajah Aku Menemukan Dirimu – Yusri Fajar (l. 1977)
Yusri Fajar (l. 1977) Di Negeri Bekas Penjajah Aku Menemukan Dirimu Di negeri bekas penjajah aku menemukan dirimu dalam etalase kaca restoran Indonesia ditata dalam mangkok, piring dan gelas dipajang […]
Puisi: Adakah Hati yang Lain di Kapellbrücke? – Yusri Fajar (l. 1977)
Yusri Fajar (l. 1977) Adakah Hati yang Lain di Kapellbrücke? Rindu pernah terpelanting dari atas Jembatan Kapell mengapung beberapa waktu. terdiam di kedalaman lalu terbawa arus tenang, menyeret ingatanku kita […]
Puisi: Dikaki-kaki Tangkuban prahu – Putu Oka Sukanta (l. 1939)
Putu Oka Sukanta (l. 1939) Dikaki-kaki Tangkubanprahu I. malam disambut suara-suara kecapi matahari dibernasi suara-suara aksi. kelincahan jari ditali-tali kecapi melepas beban memberat dihati duka kepahitan dilantunkan tembang-tembang manis […]
Puisi: Jendela – Frans Nadjira (l. 1942)
Frans Nadjira (l. 1942) Jendela Geser sedikit tirai itu agar cahaya matahari dapat langsung masuk ke dalam kamarku sebab biasanya ia pada saat-saat seperti ini akan bermain-main di atas tempat […]
Puisi: Hei, Kalian yang di Bawah – Frans Nadjira (l. 1942)
Frans Nadjira (l. 1942) Hei, Kalian yang di Bawah Seperti kalian kami pun bergerak di bawah langit. Kami memiliki kediaman pancang arah angin di atas bukit pucuk-pucuk daun dalam […]
