Frans Nadjira (l. 1942) Barnett Newman, Siapa yang Takut pada Warna? Dengan sekali sentakan tulisan di tembok kusam subway melar seperti permen karet: “Setiap orang ada harganya.” Tapi tak […]
Puisi: Kemarau – Arsyad Indradi (l. 1949)
Arsyad Indradi (l. 1949) Kemarau Siapa menghentak kurungkurung ke penghabisan suara burung jalan setapak mencari batas hari beruap panas menyusur suara keririang memilu di selasela kayukayuan sewaktu matahari menusuk Ketika […]
Puisi: Senja Luruh – Arsyad Indradi (l. 1949)
Arsyad Indradi (l. 1949) Senja Luruh Dangau sesak dengan cahaya redupredup Persawahan yang lama terbengkalai Dia terhampar di atas tumpukan jerami Duhai lama nian menunggu Cepatlah lepaskan tali kehidupan Cepat […]
Puisi: Catatan Harian Pekerja Borongan – Yopi Setia Umbara (l. 1984)
Yopi Setia Umbara (l. 1984) Catatan Harian Pekerja Borongan tak ada hari libur. bahkan di hari minggu akal kami adalah tenaga. tenaga akal kami cukup kasih nasi. kerja sungguh-sungguh sebab […]
Puisi: Aku Bergegas Menujumu – Yopi Setia Umbara (l. 1984)
Yopi Setia Umbara (l. 1984) Aku Bergegas Menujumu pada jalan menujumu aku bergegas layaknya sungai yang dipaksa cuaca sampai ke laut lalu merangkak ke langit dan sebagai hujan harus kembali […]
Puisi: Buah Sukma Biduri – Arsyad Indradi (l. 1949)
Arsyad Indradi (l. 1949) Buah Sukma Biduri Palinggam Cahaya Seratus empat puluh negri di laut Seratus empat puluh negri di darat Siapa yang bertahta tidak lain Raden Kasan Mandi Adil […]
