Eka Budianta (l. 1956) Sebuah Perjalanan kekasihmu telah pergi jauh melalui liku-liku di pegunungan menyusuri jalan pasir sepanjang pantai penuh dengan sampan-sampan yang kini tinggal siluet di hatinya kekasihmu telah […]
Puisi: Sajak 20 Butir Leunca Muda – Diah Hadaning (1940 – 2021)
Diah Hadaning kekasihku, santunan segala cinta tak pernah berkecambah dalam pusar Adam dan Hawa tak pernah ingkar setia hari-hari selalu berpacu dengan umurmu adakah kau tahu berkali telah kusentuhkan bunga […]
Puisi: Hantu-Hantu Tanjungkarang – Dina Oktaviani
Dina Oktaviani 1 apa yang membuatmu gemetar kini malam hanya sesuatu yang kerap lewat apa yang belum kauketahui tentang perihnya kekasih yang dengki, teman yang pudar di angkasa kaulah seseorang […]
Puisi: Sebuah Kehadiran – Rusli Marzuki Saria
Rusli Marzuki Saria kepada leon agusta I rumah dengan sarang panah unggun bermula dari kekinian padaku datang rangsang berbenah tapi aku waspada jalan keyakinan II berburu di padang-padang rimba sasapan […]
Puisi: MALARI: 1974 – Zeffry J. Alkatiri
Zeffry J. Alkatiri SEBUAH EPISODE YANG DIGUBAH BERDASARKAN PENGALAMAN PENULIS SEWAKTU DUDUK DI KLAS II SMPN XXXV – GAMBIR Bubaran sekolah aku mengikuti rombongan Yang meneriakkan pekik kebebasan dalam kemarahan. […]
Puisi: Kembali – Hamid Jabbar (1949-2004)
Hamid Jabbar (1949-2004) Surat buat Kekasih, dikirimkan setiap hari: dengan tangan gemetar Surat buat Kekasih, kembali ke tangan sendiri: alpa dan nanar! Surat, diri sendiri, alpa dan nanar: remuk dalam […]
Puisi: Lagu Sebuah – Hamid Jabbar (1949-2004)
Hamid Jabbar (1949-2004) dari mana hendak ke mana dari entah ke entahlah lagu nenek moyang lagu nan panjang menggelombang lagu raungan memedih terbang dari kerak ngarai dari […]
Puisi: Banjir Sendiri – Alex R. Nainggolan (l. 1982)
Alex R Nainggolan (l. 1982) Banjir Sendiri kembali aku terjebak banjir sendiri tahu arah pulang tapi jadi lintang-pukang di sebuah kota yang tak pernah bisa untuk sekadar menyimpan masalalu sejarah […]
Puisi: Molekul Waktu – Fakhrunnas MA Jabbar
Fakhrunnas MA Jabbar molekul-molekul itu berbenturan menghambur waktu. tak tahu di mana proton dan elektron membilang jiwa. waktu berserakan di tapak kaki. bergerak kian kemari. menuju tiang arasy yang tinggi. […]
