Saini KM Kami sambut fajar kami dengan cara tersendiri: Tenggorok perunggu serak memaki-maki angkasa hitam yang gemetar atas bumi karat dan rongsokan tempat tulang-tulang abad lampau rapuh oleh asin air […]
Puisi: Bayangan – Faisal Kamandobat
Faisal Kamandobat sebelum aku pergi darimu dan melepaskan lenganmu dari lenganku sebelum kita berjarak dan di antara kita cinta yang besar tergeletak seperti mayat memohon ampunan dengan lengan seputih awan […]
Puisi: Surat, 11 – Ediruslan Pe Amanriza (1947-2001)
Ediruslan Pe Amanriza (1947-2001) (surat seorang yang ingin jadi penyair kepada ibunya) Ibu, bacalah sajak-sajakku: dua ekor burung mati di luar pagar rumahku tadi pagi setelah […]
Puisi: Kami Masih Juga Berbaring di Rumah Ini – Hamdy Salad (l. 1963)
Hamdy Salad (l. 1963) Kami Masih Juga Berbaring di Rumah Ini Dan kami masih juga berbaring di rumah ini menyedot luka yang dingin dari dasar lantai haluan berputar bagai bulan […]
Puisi: Musium – Frans Nadjira (l. 1942)
Frans Nadjira Musium Pada rak ke dua Lemari musium terletak tengkorak. Jalan menganga di mata lobang hidung. Burung-burung bersarang dalam karang. Sambil menyucut jari pemuda itu menghapus uap di kaca […]
Puisi: Sahibulhikayat di Negeri Mantang Arang – Dian Hartati
Dian Hartati perkenalkanlah tuan puan, sahibulhikayat sedang bertandang ke negeri mantang arang di negeri itu ia terperangah mendapati pesisir yang ramai lalu bersadai, menjelingkan mata sahibulhikayat menegaskan pendengaran menajamkan mata […]
Puisi: Kepada Seniman – Asmara Hadi (1915-1976)
Asmara Hadi (1915-1976) Tahukah teman, wahai seniman Di manakah tempatmu di dalam dunia? Bukan di mercu kedirianmu Tapi di sini, antara manusia Tuan bukan putra dewata Tuanpun hanya manusia saja! […]
Puisi: Musik di Waktu Malam – Amal Hamzah (1922-1987)
Amal Hamzah (1922-1987) Di atas mejaku bertumpuk buku Pekerjaan sehari-hari Mencari ilmu menambah budi. Kawanku setia, kawanku berkata Kawanku karib, bukan manusia… Suatu malam beta bertekun Membaca kitab penuh bertimbun […]
Puisi: Chicago – Medy Loekito
Medy Loekito terbentuk dari angin jalanan kota saling menghadang saling mengakhiri terbentuk dari jalan kota angin saling menghampiri saling menikam
