/1/ apa yang terjadi di kampungku telah menjadi tayangan televisi di rumahmu, gambarnya hampir sama dengan serial drama yang selalu kau tunggu bahkan tangisnya hingga teriak-teriakannya sama saja keseharian dan […]
Puisi: Ayunan Cangkul – HR. Bandaharo (1917-1993)
HR. Bandaharo (1917-1993) Ayunan Cangkul untuk bapak kami ini sudah mati, pak kami mati oleh peluru-peluru yang kami biayai; kami mati mempertahankan ayunan cangkul mana ada ayunan cangkul tanpa tanah; […]
Puisi: Penata Peniti – Kiki Sulistyo
Kiki Sulistyo : Hanafi aku letakkan peniti di antara yang tertutup dan belum tertatap bukankah ia jembatan yang membuka jalan atau jemputan yang mengarah pada tujuan aku melihat caraku melihat […]
Puisi: Tapula – Jamil Massa
Jamil Massa Jangan cari aku di sekolah Sebab bangku-bangku itu tak pernah setuju pada tubuhku Barangkali sebab bangku-bangku itu bukan terbuat dari kayu Kau bisa jadi guru dan aku akan […]
Puisi: Stasiun – Indrian Koto (l. 1983)
Indrian Koto Stasiun kita adalah stasiun di mana keberangkatan dan kepulangan begitu saja mengatur jadual lewat sakit dan ngilu diri sepertimu, aku ingin melepas pintu agar tubuh ini menjadi tempat […]
Puisi: Hingga Akhirnya – Nanang Suryadi (l. 1973)
Nanang Suryadi (l. 1973) Hingga Akhirnya detik kan berhenti dan sunyi merungkupi kau dengan mimpimu sendiri o manusia yang resah menjangkau cakrawala dengan benak penuh tanya sebagai keabadian jawab adalah […]
Puisi: Tanjungpinang – Ramon Damora
Ramon Damora dalamnya kedai menanam majenun gugur jua ampas mimpi selamun termasyhur negeri pengayuh pantun baru sampiran dan jadi penyamun kerakap jerih meringkus papan papan suasa balakan bentan menganggap diri […]
Puisi: Buku Harian – Avianti Armand
Avianti Armand Selalu ada langit tak berwarna dan perempuan yang menulis di bawah langit seperti itu. 15 Desember Lampu kristal itu menggantung tidak di tengah ruang. Cahayanya ragu. Di seberang […]
Profil Penyair: Wing Kardjo Wangsaatmadja (1937-2002)
Oleh Dedy Tri Riyadi “SAYA menjadi tidak bisa membayangkan akan lahir lagi penyair setangguh Rustandi Kartakusumah, Wing Kardjo atau Karno Kartadibrata yang sanggup hidup membujang demi puisi,” ujar Acep Zamzam […]
