Aloysius Bram (l. 1996)Senin Menggejala kebencian terhadap Senintelah menjadi demam lain panaseanya: racikan Minggu, Sabtu dan setengah dari Jum’atbersama layanan pesan antardiminum sembari Netflix dan selonjorsebelum demam itu kembali dengan […]
Puisi: O, Pipit… – Yogi (1896-1983)
Yogi (1896-1983)O, Pipit… Sepasang pipit unggas belukar,Terbang bersanding dalam udara,Sayap di anggung silih bertukar,Dua sekawan, berkasih mesra – “Ke bukit sama mendaki”,“Ke lurah sama menurun”,“Sehidup semati” mencari rezeki,Hidup merdeka di […]
Puisi: Di Mana Hatiku Tak Kan Pilu – Yogi (1896-1983)
Yogi (1896-1983)Di Mana Hatiku Tak Kan Pilu Gemuruh ombak menggosok pantaiPetir menembak bertalu-talu;Adinda diam-termenung lalai,Di mana hatiku tak kan pilu Kilat terbentang berapi-api,Awan berarak menambah sayu;Adinda termangu, duduk bersepi,Di mana […]
Puisi: Kepada Kaum Mistik – Sutan Takdir Alisjahbana (1908-1994)
Sutan Takdir Alisjahbana (1908-1994)Kepada Kaum Mistik I Engkau mencari Tuhanmu di malam kelamBila sepi mati seluruh bumiBila kabur menyatu segala warnaBila umat manusia nyenyak terhenyakDalam tilam, lelah lelap.Tahulah aku, Tuhanmu […]
Puisi: Pemacu Ombak – Sutan Takdir Alisjahbana (1908-1994)
Sutan Takdir Alisjahbana (1908-1994)Pemacu Ombak Pemacu ombak di segara raya,Gelisah terapung berbuai-buaiDi atas alun kecil-kecil,Menantikan ombak tinggi padu,Gairah menggulung menuju pantai. Di depan membentang samudra biru,Jauh menghabis di garis lengkung,Tempat […]
Puisi: Menuju ke Laut – Sutan Takdir Alisjahbana (1908-1994)
Sutan Takdir Alisjahbana (1908-1994)Menuju ke Laut Kami telah meninggalkan engkau,tasik yang tenang, tiada beriak,diteduhi gunung yang rimbundari angin dan topan.Sebab sekali kami terbangun,dari mimpi yang nikmat. “Ombak riak berkejar-kejarandi gelanggang […]
Puisi: Lapisan Kata – Alex R. Nainggolan (l. 1982)
Alex R. Nainggolan (l. 1982) Lapisan Kata /pertamabarangkali hanya adam yang pernah duduk sendiri. belajar mengeja dan berdoa. pada pucuk-pucukpohon rimbun firdaus, menjauh di genangan rumus tentang teknik menulis puisi […]
Esai: Skandal Sulak dan Guci Pandora Sastra Kita (3)
Skandal Sulak dan Guci Pandora Sastra Kita (3) Oleh Hasan Aspahani Setiap kali saya membaca cerpen yang cukup baik di koran, selalu terasa bahwa ia berlebihan. Cerpen itu berada di […]
Puisi: Siapa? – Walujati Supangat (l. 1924)
Walujati Supangat (l. 1924)Siapa? Tersebar engkau, kaum sengsaraDuduk meratap di seluruh kotaDan swara tangismu membubung, memilukan hati Berbilang kali terdapat badan‘lah bongkar terhampar di tepi jalanDan lekaslah mayatmu diusung orang […]
