Erich Langobelen (l. 1994)Ke Hadapan Rahasia Berikanlah kepada kami, ya EntahYang lain dari harapanSeperti basah hujanMembasuh tanah yang suburSebelum panas memaksa mundur “Tiada lagi sungai dari huluTiada lagi yang mengalir […]
Puisi: Pelajaran Menghitung 1 – Erich Langobelen (l. 1994)
Erich Langobelen (l. 1994)Pelajaran Menghitung 1 Demikianlah ia dengar lagu dari bayang-bayangKetika seekor burung mengeciul di senja tenang “Kutahu peta ini akan terbaca juga,”Ia lihat telapak tangannya.“Tidak dari koran atau […]
Puisi: Prolegomena – Erich Langobelen (l. 1994)
Erich Langobelen (l. 1994)Prolegomena “Seperti musim panas yang tuaMenepuk punggung hujan,Hutan memerah.Dan luka merembeskan darahnyaKetika ingin kucintaiMu tanpa putus asa.” Dari selatan, jauh sebuah jalanKuterima kabar tentang waktu Mungkinkah kita […]
Puisi: Epiphaneia – Erich Langobelen (l. 1994)
Erich Langobelen (l. 1994)Epiphaneia : untuk Mahmoud Darwish Dalam selembar potret tua di tangannyaIa lihat apa yang tak diingat Sebenarnya pada puingPecah dinding dan sisa gentingYang hampir tak kita […]
Puisi: Menjahit Robekan Saku – Arwinto Syamsunu Ajie (1965 – 2019)
Arwinto Syamsunu Ajie (1965 – 2019)Menjahit Robekan Saku Aku menjahit robekan saku dengan 10 jaripulang mengembara. “Telah kujalin benang dariserat-serat purnama, dari ribuan hutan kota.Kini, teruslah terjaga, doa. Teruslah terjagabagi […]
Puisi: Sajadah Selembar Badan – Arwinto Syamsunu Ajie (1965 – 2019)
Arwinto Syamsunu Ajie (1965 – 2019)Sajadah Selembar Badan Luka-luka bersembahyang, di atas sajadah selembarbadan. Angin mudik berkesiut pelan, tiap kali cakar-cakar gelombang dipantaikan. Jadi buih-buih putih kenangan. Jadi detik-detik yang […]
