Esai: Palestina, Puisi, dan Mahmud Darwis Oleh Hasan Aspahani BISAKAH puisi kini menggentarkan seorang perdana menteri? Bisa. Itu terjadi di Israel. Perdana Menteri Ehud Barak tahun 2000 lalu, menolak proposal […]
Puisi: Gambir di Waktu Malam – M.D. Asien (l. 1920)
M.D. AsienGambir di Waktu Malam lonceng katedral ‘nyongsong fajar –embun buyar,langkah buruh panjang-panjang – pegawai “Batavia”di pojok sana … meringkuksetengah menggigil,rebekan,kredak-dekil – lalat pesta,ngisap borok, koreng-kudissampah kota! jam 12, ….debu […]
Puisi: Tikus dan Perangkap – Bung Usman
Bung UsmanTikus dan Perangkap Selama masih senanghendak saja bersenang-senangTak tahu bahaya,tak pusing apa. Selama umpan masih banyakdan enak,terus saja dimakan,tak mau bosan. Tetapi setelah “brap”kata perangkap,pintu tertutup rapatdan erat, Baru […]
Puisi: Dengan Berbagai Tanda Tanya – Andi Rio Daeng Riolo (1943-1986)
Andi Rio Daeng Riolo (1943-1986)Dengan Berbagai Tanda Tanya Dengan berbagai tanda tanya,maka aku pun berdiri di muka pintu halamannya,dan seekor anjing yang sedang berbaring di rumputmembuka matanya. Senja telah habis.Lampu […]
Puisi: Cahaya – Andi Rio Daeng Riolo (1943-1986)
Andi Rio Daeng Riolo (1943-1986)Cahaya Cintaku kugalilama mencari Bulan sehabis hujanAir di daun berkilauan Angkasa sunyiDan sepi. Sumber: Budaya Jaya, No. 107, Th. X, April 1977.
Puisi; Tidak Bisa Kembali – Andi Rio Daeng Riolo (1943-1986)
Andi Rio Daeng Riolo (1943-1986)Tidak Bisa Kembali Aku tidak bisa kembaliSemua telah terjadi Aku cinta padamu tapi apalah cintakuyang semusim menemanimusebab impian memberatdari yang bisa diperbuat. Sampai di sini biarlahkita […]
Puisi Orang Makassar tentang Pelaut, Laut, dan Darat – Andi Rio Daeng Riolo (1943-1986)
Andi Rio Daeng Riolo (1943-1986)Orang Makassar tentang Pelaut, Laut, dan Darat Pelaut karena suka pada laut,Berani menempuh badai laut,Tabah mengarungi laut,Hidup dan mati di laut. Lampu di darat membesarkan hati […]
Puisi: Pertempuran Subuh – Sanento Yuliman (1941-1992)
Sanento Yuliman (1941-1992)Pertempuran Subuh serentetan tembakan – kemudian sepisebuah ledakan:sunyi kembali di timurderetan awan:lengkus alis yang kelamhorison yang senyyapseperti mata yang pejamanginnapas yang dalam tiba-tiba langit mengangkatpelupuknya, dan nyala terbuka, […]
Puisi: Dari Besakih – Sanento Yuliman (1941-1992)
Sanento Yuliman (1941-1992)Dari Besakih gunung dari semua gunungbersidekap agungketika di langit hanya biruhanya sunyi yang satu jauh di bawah lambaian kelapadan jauh laut tertawadan dekat hanya hati kitamendegup-degupkan dukaketika harum […]
