• Mata Puisi
  • Vlog Juru Baca
  • Arsip Horison 1966 – 1990
Antologi Hari Puisi

Menu

Skip to content
  • Beranda
    • Esai
    • Buku
    • Puisi
    • Penyair
    • Wawancara
  • Antologi Tumbuh
  • Situs Bagus
  • Daftar (sementara) Penyair

Puisi: Kau Namakan Aku Lidah – Arwinto Syamsunu Ajie (1965-2019)

Posted on 25 Juni 202125 Juni 2021 by Editor

Arwinto Syamsunu Ajie (1965-2019)Kau Namakan Aku Lidah Kau namakan aku lidah. Baiklah. Tak seorang perlu memukul-mukul kentong, mengundang tetangga, membagi-bagikan bubur merah. Nama itu cukup indah. Tak cuma mengelendot dalam […]

Posted in Puisi Tagged arwinto syamsunu ajie, Puisi Leave a comment

Puisi: Waktu – Daelan Muhammad (l. 1942)

Posted on 23 Juni 202123 Juni 2021 by Editor

Daelan Muhammad (l. 1942)Waktu bagai sejumlah pengantar jenazahwaktu berduyun datang berduyun pergisarat dengan tangis keluh dan kesahyang tiada lagi disadari amboi! lambatnya mereka melangkahtapi dengan tiada disadarilewatlah sebuah demi sebuahrumah […]

Posted in Puisi Tagged Daelan Muhammad, Puisi Leave a comment

Puisi: Di Bawah Jendela – Daelan Muhammad (l. 1942)

Posted on 23 Juni 202123 Juni 2021 by Editor

Daelan Muhammad (l. 1942)Di Bawah Jendela ada angin menjenguk dari luar jendelasudah tua tapi masih begitu tampan iademi melihat aku acuh tak acuh sajaia pun melompat masuk menampar muka Sumber: […]

Posted in Puisi Tagged Daelan Muhammad, Puisi Leave a comment

Puisi: Siul Angin di Bukit Batu – Djawastin Hasugian (l. 1943)

Posted on 22 Juni 202122 Juni 2021 by Editor

Djawastin Hasibuan (l. 1943) Siul Angin di Bukit Batu Siul angin di bukit batu. Melagukan musim kian meninggi.Menggunduli pohon. Pohon-pohon terpencilDi kaki langit hitam. Hitam tambah menebal mengental jugaSebentar lagi, […]

Posted in Puisi Tagged djawastin hasugian, Puisi Leave a comment

Puisi: Di Selat Sunda Tengah Hari – Djawastin Hasugian (l. 1943)

Posted on 22 Juni 202122 Juni 2021 by Editor

Djawastin Hasugian (l. 1943)Di Selat Sunda Tengah Hari MelingkarMemutih jauhTudung sajiSayup-sayupSepi. MelingkarLaut, langit berpelukan. Menggeliat lautSegaris bibir penuh nafsuNapas resahTerapung-apungDi kejauhan. Sayup-sayupSepi. 1966 Sumber: Sastra, No. 3, Th. VII, Maret […]

Posted in Puisi Tagged djawastin hasugian, Puisi Leave a comment

Puisi: Bisik Malam – Djawastin Hasugian (l. 1943)

Posted on 22 Juni 202122 Juni 2021 by Editor

Djawastin Hasugian (l. 1943) Bisik Malam Dengarlah manis, malam melangkahkan kakinya pelan-pelanmenusuk hati paling dalam,begitu sayu begitu rindu pandang kedamaiankutahu semua mata memandangnya, kutahu semua hati merindunya tapi sedemikian keras […]

Posted in Puisi Tagged djawastin hasugian, Puisi Leave a comment

Posts navigation

← Older posts
Newer posts →

Kategori

  • Agenda (14)
  • Anekdot (10)
  • Apresiasi (1)
  • Buku (10)
  • Dari Kami (7)
  • Esai (136)
  • Lokomoteks (2)
  • Majas (2)
  • Penyair (13)
  • Puisi (2,025)
  • Puitika (3)
  • Wawancara (2)

Arsip

RSS Antologi Hari Puisi

  • Teks Deklarasi Hari Puisi Indonesia 26 Juli
  • Esai: Apa yang Dibaca Chairil?
  • Puisi yang Bagus (2): Yang Mengantar pada Kematangan
  • Puisi yang Bagus (1): Kemahiran Menggunakan Perangkat Puitika
  • Puisi: Apakah Air Mata Seorang Asing Cuma Air yang Mengalir Membasahi Pipi Mereka Begitu Saja? – Moch Aldy MA
  • Esai: Tugas Seorang Penyair – Hasan Aspahani

Tag

Abdul Hadi WM Acep Zamzam Noor Agam Wispi Agenda Alfiyan Harfi Amir Hamzah Andy Sri Wahyudi Anekdot Avianti Armand Ayatrohaedi Badruddin Emce bukhari aljauhari Chairil Anwar Dami N. Toda Doddi Ahmad Fauji D Zawawi Imron Esai Frans Nadjira Goenawan Mohamad Hasan Aspahani Hasif Amini HPI2017 HR. Bandaharo Husain Landitjing J.E. Tatengkeng Korrie Layun Rampan M. Balfas Mh. Rustandi Kartakusuma Muhammad Yamin Nina Minareli Penyair Pranita Dewi Puisi Putu Vivi Lestari Rendra Rida K. Liamsi Rivai Apin Saini KM Sapardi Djoko Damono Subagio Sastrowardoyo Sutardji Calzoum Bachri Tjak S. Parlan Toeti Heraty Trisno Sumardjo Wiji Thukul

Hari Puisi | Antologi Puisi Indonesia

Lahir seorang besar dan tenggelam beratus ribu. Keduanya harus dicatet, keduanya dapat tempat - "Catetan Th. 1946" - Chairil Anwar

Tulisan Terbaru

  • Teks Deklarasi Hari Puisi Indonesia 26 Juli
  • Esai: Apa yang Dibaca Chairil?
  • Puisi yang Bagus (2): Yang Mengantar pada Kematangan
  • Puisi yang Bagus (1): Kemahiran Menggunakan Perangkat Puitika
  • Puisi: Apakah Air Mata Seorang Asing Cuma Air yang Mengalir Membasahi Pipi Mereka Begitu Saja? – Moch Aldy MA

Kontak Kerjasama

jurubaca@gmail.com (Email)

Kategori

  • Agenda (14)
  • Anekdot (10)
  • Apresiasi (1)
  • Buku (10)
  • Dari Kami (7)
  • Esai (136)
  • Lokomoteks (2)
  • Majas (2)
  • Penyair (13)
  • Puisi (2,025)
  • Puitika (3)
  • Wawancara (2)

Telusuri Isi

Arsip

Antologi Tumbuh

Situs ini berupaya memuat puisi Indonesia dari titik awal sejauh yang bisa kami telusuri, hingga ke titik paling mutakhir di mana kami yakin puisi tersebut telah atau akan meninggalkan jejak yang  mewakili perkembangan dan pencapaian serta memberi sumbangan yang memperkaya cara ucap dan tema dalam puisi kita.

Sejak 2016 | Dikelola oleh Hasan Aspahani