Arwinto Syamsunu Ajie (1965-2019)Kau Namakan Aku Lidah Kau namakan aku lidah. Baiklah. Tak seorang perlu memukul-mukul kentong, mengundang tetangga, membagi-bagikan bubur merah. Nama itu cukup indah. Tak cuma mengelendot dalam […]
Puisi: Waktu – Daelan Muhammad (l. 1942)
Daelan Muhammad (l. 1942)Waktu bagai sejumlah pengantar jenazahwaktu berduyun datang berduyun pergisarat dengan tangis keluh dan kesahyang tiada lagi disadari amboi! lambatnya mereka melangkahtapi dengan tiada disadarilewatlah sebuah demi sebuahrumah […]
Puisi: Di Bawah Jendela – Daelan Muhammad (l. 1942)
Daelan Muhammad (l. 1942)Di Bawah Jendela ada angin menjenguk dari luar jendelasudah tua tapi masih begitu tampan iademi melihat aku acuh tak acuh sajaia pun melompat masuk menampar muka Sumber: […]
Puisi: Siul Angin di Bukit Batu – Djawastin Hasugian (l. 1943)
Djawastin Hasibuan (l. 1943) Siul Angin di Bukit Batu Siul angin di bukit batu. Melagukan musim kian meninggi.Menggunduli pohon. Pohon-pohon terpencilDi kaki langit hitam. Hitam tambah menebal mengental jugaSebentar lagi, […]
Puisi: Di Selat Sunda Tengah Hari – Djawastin Hasugian (l. 1943)
Djawastin Hasugian (l. 1943)Di Selat Sunda Tengah Hari MelingkarMemutih jauhTudung sajiSayup-sayupSepi. MelingkarLaut, langit berpelukan. Menggeliat lautSegaris bibir penuh nafsuNapas resahTerapung-apungDi kejauhan. Sayup-sayupSepi. 1966 Sumber: Sastra, No. 3, Th. VII, Maret […]
Puisi: Bisik Malam – Djawastin Hasugian (l. 1943)
Djawastin Hasugian (l. 1943) Bisik Malam Dengarlah manis, malam melangkahkan kakinya pelan-pelanmenusuk hati paling dalam,begitu sayu begitu rindu pandang kedamaiankutahu semua mata memandangnya, kutahu semua hati merindunya tapi sedemikian keras […]
