Setia Naka Andrian (l. 1989)Jika Benar Kau Turun Jika benar kau turun sebagai pedang,maka doakan aku sebagai penjara.Lalu bebaskan aku dengan pura-pura.Namun jika kau turun sebagai kota,berilah aku risalah mengenai […]
Puisi: Surga Itu – Setia Naka Andrian ((l. 1989)
Setia Naka Andrian ((l. 1989)Surga Itu Surga itu panjang tangan rupanyaHari-hari menjadi baik di ujungnyaKau bilang, jangan ke mana-mana duluSetiap orang sedang senang menjadipatahan batu-batu Surga itu baju yang kau […]
Puisi: Masa Muda – Setia Naka Andrian (l. 1989)
Setia Naka Andrian (l. 1989)Masa Muda Aku tak tahu, jika memang masa mudadiciptakan dari bakteridan sisa kumur di pagi hari Aku tak tahu, jika memang masa mudamasih punya rasa takutdan […]
Puisi: Kejaran – Dwiarti Mardjono (l. 1935)
Dwiarti Mardjono (l. 1935)Kejaran nanda,berjuta lama nunggu beginiorang-orang sudah sejak lama lewatsampai terangkut seluruh suka dan dukatak sebuah pun tersangkut ceritadi awal pagi dipalingkan saja wajahdari getaran yang ditumpangi kepapaankarena,begitu […]
Puisi: Dalam Perjalanan – Dwiarti Mardjono (l. 1935)
Dwiarti Mardjono (l. 1935) Dalam Perjalanan suram bumi di dukunganrintih-rintih semakin menindas hatiterbaring badan sendiridiselimuti kenangan pagi-paginya teramat cerah hari demi hari dikenali dunia yang asingsatu kehidupan ditimang kesah dan […]
Puisi: Keyakinan – Dwiarti Mardjono (l. 1935)
Dwiarti Mardjono (l. 1935)Keyakinan perjalanan jauh yang menyayuptiada putus ditatapsedang gairah dan semangatmeresapkan segar di tiap langkahseperti tiada terasabetapa kehidupan yang memanjang terik sianghari melecut tubuhbasah punggung dan tapak tangantapi […]
Puisi: Berita bagi Madame Yves Coffin – Dwiarti Mardjono (l. 1935)
Dwiarti Mardjono (l. 1935) Berita bagi Madame Yves Coffin sekali terik menyulut tajamrumput-rumput kering tergenggampanasnya menyentuhi sudut-sudut hatiseakan bakal sirna tanah garapan sekali angin menggugah mimpidan mengejar sampai ke ujung-ujungdibebaskannya […]
Puisi: Suara Malam – Dwiarti Mardjono (l. 1935)
Dwiarti Mardjono (l. 1935) Suara Malam bukanlah daerahnya kinidi mana api terlalu bersombong diritiada huma semayam yang tenangbertumpunya cintabertumpunya cita datang juga saatnya paling bunyiselalu memisahkan percakapantinggalkah kewajiban yang belum […]
Puisi: Seekor Burung Dara Tua – Apip Mustopa (l. 1938)
Apip Mustopa (l. 1938)Seekor Burung Dara Tua burung dara di ranting keringmengelus kilau bulunyaawan di atas seperti terbaringmerenung arah tujunya burung dara melepas pandangarah mana angin matinyakalau sekali daun bergoyangia […]
