Harijadi S. Hartowardojo (1930-1984)Kalam Telah digenggam kalamDan kata berderai merangkai suaraTanda bundar melingkar sengketaRambu yang terpaku di depan jembatan Cermin tergantung di dinding hijauBale kayu menyerah kepada jendelaKasur usang kosong […]
Puisi: Jisim – Harijadi S. Hartowardojo (1930-1984)
Harijadi S. Hartowardojo (1930-1984)Jisim Telah bermusim kudukung namamuTerpahat di batu warna anggur. KikisanAngin memperdalam hurufnyaDi bawah kemuning sekali kita bersuaKita pahatkan tanda pada kurun waktuBintang berguguranDan langit gelap jadi hitam […]
Puisi: Sebuah Benteng – Harijadi S. Hartowardojo (1930-1984)
Harijadi S. Hartowardojo (1930-1984)Sebuah Benteng Sebuah benteng telah tertimbun bukit pasirSedang di langit malam kelelawar terbang kehilangan sarangAnjing melolong meratapi bintangGubug Penceng tenang menyilang Kutarik garismemotong kakilangit di dekat fajarMengombak […]
Puisi: Prambanan – Harijadi S. Hartowardojo (1930-1984)
Harijadi S. Hartowardojo (1930-1984)Prambanan Di atas segala batu membeku nafaskuDi sini telah bertemu roh dan debuGelisah gerutu menjadi satu Naga melingkar di kakikuJari telunjuk menunjuk langitKetapang menekur diam membisuDia di […]
Puisi: Lakon Tiga Babak – Fridolin Ukur (1930-2003)
Fridolin Ukur (1930-2003)Lakon Tiga Babak Malam pahit; sendiriKetakutan mencekik aku;Garang kutentang aku sendiriIngin lari dari ini cengkeramanMangsa di kejauhan hampa. Tersembunyi di panas tubuhKuhidupi dosa dengan napas sendiriBangun dan jagaDi […]
Puisi: Gua – Intoyo (1912-1971)
Intoyo (1912-1971) Gua Aku masuk ke dalam gua,Kelam, penaka di tengah malam,Tanahnya basah, setengah terendam,Sepi, tiada gerak suara… Gua laksana di luar alam:Sarang kematian nan baka.Di luar gua: hidup nan […]
Puisi: Kemegahan Kita di Zaman Bahari – Intoyo (1912-1971)
Intoyo (1912-1971)Kemegahan Kita di Zaman Bahari Teringat tatkala melihat tonil Airlangga di Kongres Indonesia Raya Sunyi senyap;Gaduh lenyap,Perasaan kita balik kembali,Kalau terkenang zaman bahari. O, Dewi,Ibu Pertiwi,Bilakah putramu bersatu hati,Hidup […]
Puisi: Di Mana Tempat Cinta Sejati? – Intoyo (1912-1971)
Intoyo (1912-1971)Di Mana Tempat Cinta Sejati? Bukan di rimba lebat dan sunyi,Bukan di puncak bukit yang tinggi,Bukan di pinggir-samudra yang sepi. Jangan dicari di tempat memuja,Di kuil tempat membakar dupa,Di […]
Puisi: Untuk Pujangga Baru – Intoyo (1912-1971)
Intoyo (1912-1971)Untuk Pujangga Baru Gunung Tampak padaku gunung Semeru:Tinggi tampan bertumpu kukuh,Petir menyambar; topan menderu,Gunung bertahan, tetap teguh,Gempa gempita menggembarkan bumi,Guncang gelombang ngobarkan hati,Gunung menanggung, tidak terharu. Api Unggun Diam […]
