Derry SabaBerjalan di Tepi Doa kami menyusuri tepi doa,Kau ombak yang berdesir.bentang lautan adalah pertanyaanyang menyatukan kita: kami dengan misteri-Mu, dandiam-Mu dengan kegaduhan kotadi dalam kepala kami.di dasar doa, kami […]
Puisi: Tumpukan Buku Bekas – Derry Saba
Derry SabaTumpukan Buku Bekas Setelah lelah bertualang, kau pernah menyembunyikanTubuh malangmu ke dalam tumpukan buku-buku. Kau biarkanPuisi membenamkan kecemasanmu. Ke dalam larik-lariknyaYang sepi kau serahkan kegaduhan kota dan seisi dadamu.Kau […]
Puisi: Di Hadapan Kesepian – Derry Saba
Derry SabaDi Hadapan Kesepian Di tepi perapian, percakapan itu dimulaiPerempuan mengenakan lidah ular yang pernahMembelit rasa lapar liangnya. Sementara lelaki—Seperti biasa—menyembunyikan kesepian maha dinginDi balik panas api kata-kata mulutnya. “Kesepian […]
Puisi: 1984 – Edwin Anugerah Pradana
Edwin Anugerah Pradana1984 I“Mengapa kita tak jujur, Winston?”Julia seperti bertanya dari arah dipan dengan nyeri di negeri yang maklum. Mereka tata berahi, di ruangan itu. IISementara di luar, kota memasang […]
Puisi: Di Pesisir -Edwin Anugerah Pradana
Edwin Anugerah PradanaDi Pesisir “Aku tak dingin.”Ia seperti berbisik, sedikit tersenyum.Gadis itu tak bicara banyak setelah dusun kosongdan sepi seperti tiba dari zaman pertama. “Siapa yang kau kenang?”“Mungkin tak ada. […]
Puisi: When Almond Blossomed – Edwin Anugerah Pradana
Edwin Anugerah PradanaWhen Almond Blossomed Giya Kancheli menyaksikan bagaimana proses surga dibanjiri oleh bir. Lalu minor-minor itu semakin memabukkan, dan tentu She is Here menyusul. Teringat pada suatu kelahiran, di […]
