Intoyo (1912-1971) Nasib Bagai biola yang salah larasnyaMengharu harmoni di dalam orkes.Lagu hidupku kini ta’ beresLaguku jurang lurus dan cerkasnya. Karena didikan agak keliru:Hidupku terdasar “perseorangan”Sekarang zaman “perkitaan”Sesat dan sasar […]
Puisi: Merenungi Kesaktian Anak – Hamidah (1915-1953)
Hamidah (1915-1953)Merenungi Kesaktian Anak Anak menangis, terisak-isak,Menahan sakit, menyenak badan,Ibu duduk, tidak berasak,Beserta bapa tersedan-sedan. Anak menggeliat menahan sakit,Tangan dan kaki tergapai-gapai,Ibu melihat rongkongan tersepit,Obat digosok bermacam rampai. Anak mengerang […]
Puisi: Hiba Hatiku – Hamidah (1915-1953)
Hamidah (1915-1953)Hiba Hatiku Hiba-hibalah hatiku o, temanMendengar bunyi suling petaniTengah langit disungkup awanSedang lengang kampung negeri. Di dangau-dangau di tengah sawahDi antara terang dengan tiadaTerbujur badan yang sedang payahPayah rindu […]
Puisi: “O! Bulan” – Hamidah (1915-1953)
Hamidah (1915-1953)“O! Bulan” Oo! Bulan, kandil pelita!Yang terang, di dalam gelap;Sampaikan pesan pada yang kucinta!Mataku rindu, tak dapat lelap. Oo! Bulan, suluh malam!Memberi cahaya dengan lembut;Sampaikan pesan, pada permata nilam!Hatiku […]
Puisi: Keluhan Kalbu – Hamidah (1915-1953)
Hamidah (1915-1953)Keluhan Kalbu Memandang melatiTersenyum seriDisapu embun, bertatahkan mutiMembawa kenangan’ku beragam warni. Kenangan melayangKe taman mayangDiburu harum beralun-alunDicumbu angin gurau berpantun. Terlena badanDirimbur anganSerasa angan bersalin tubuhKiranya bayangan persona keluh. […]
Puisi: Kendiri – Hamidah (1915-1953)
Hamidah (1915-1953)Kendiri Tidak sebuah, satu pun tidak,Yang boleh kuambil sebagai suriHanya jika sukma berkehendak,Aku merayau seorang diri. Kulagukan rubai beberapa kudapatIndah merdunya aku ‘ndak tahu,Tetapi kusangka tidak sebabat,Dengan gentaran gerak […]
Puisi: Hidup – Samadi (1918-1958)
Samadi (1918-1958)Hidup Ketika lahir disambut ebang,Ketika mati dilepas salat,Antara azan dengan sembahyang,Wahai hidup, alangkah singkat! Datang ke dunia telanjang bulat,Pulang hanya berkain kafan,Jangan ke alam hati tertambat,Alam tak dapat menolong […]
Puisi: Niat Hati – Samadi (1918-1958)
Samadi (1918-1958)Niat Hati Kepada pemimpin rakyat Kalau niat telah terbuhul,Akan berkurban memimpin rakyat,Tentu tuan tidak kan mundur,Lantaran senang atau melarat. Kalau hanya senang dicita,Tidak sungguh akan berbakti,Datang senang, bangsa pun […]
Puisi: Di Tepi Danau Maninjau -Samadi (1918-1958)
Samadi (1918-1958)Di Tepi Danau Maninjau Tengah hari lepas Danau tenang membiru,Langit jilah benderang, Indah dipandang. Sawah kuning mengemas,Rimba diam menghijau, Keliling danau. Pengail gontai berkayuh,Senandung sendu membubung, Menyayat […]
