Oleh Hasan Aspahani MISALNYA, pada zaman yang sama dengan Chairil Anwar, hidup seseorang yang menulis puisi yang sangat bagus tapi dia tak pernah menyiarkan karya-karyanya hingga ia meninggal. Karyanya pun […]
Author: Editor
Puisi: Penyair – Amarzan Ismail Hamid (l. 1941)
Amarzan Ismail Hamid (l. 1941) Penyair seperti bisa kubaca seluruh dendam kasihmu orangtua sederhana yang letih mengembara, dalam pertemuan di senja ini teratak tua dilindungi rindang bambu sedang mei-hua belum […]
Puisi: Jawab yang Kesekian – Amarzan Ismail Hamid (l. 1941)
Amarzan Ismail Hamid (l. 1941) Jawab yang Kesekian buat ahmadi kan kucium lagi asinlaut lecut angin penghabisan senandung bocah sendiri bertualang di perut sampan anyirnya lumpur tanah daratan beningnya kasih […]
Puisi: Sikap – P. Sengodjo (l. 1926 )
P. Sengodjo (l. 1926 ) Sikap Lihat sikapku kepadamu anjing hitam berekor panjang mengaum di tengah malam purnama terang-tenang merenggut-renggut rantai pengikat gemerincing bercampur gema mendadak menyalak membelah senja keras […]
Puisi: Sebuah Sajak Panjang – Tariganu (l. 1938)
Tariganu (l. 1938) Sebuah Sajak Panjang Bagai sungai Lahai mengalir bagai sungai Tiwai milir Taboyan di hulu tingkahan riam menyapa sungkai sungkai di sepanjang pesisir membelai dusun dusun, kampung kampung […]
Puisi: Menghadap Matahari – Tariganu (l. 1938)
Tariganu (l. 1938) Menghadap Matahari Lekuk-lekuk jalan tanah impian Liuk-liuk tulisan meracun hakiki Santuk-santuk galungan ganggu timbangan Jeluk-jeluk pikiran kuperangi Mari kemari banting kemudi Berdiri tegak di tanah pertiwi! Angguk-angguk […]
Esai: Belajar Memungkinkan Kreativitas
Oleh Hasan Aspahani * Membaca lagi Kredo Sutardji Calzoum Bachri TAK banyak penyair Indonesia yang menurut saya sudah punya rumah dengan alamat yang pasti di negeri puisi Indonesia. Di antara […]
Puisi: Senja, Senjaku – Trisno Sumarjo (1916-1969)
Trisno Sumarjo (1916-1969) Senja, Senjaku Senja, senjaku senja tua menerawang terang: biru, jingga, lembayung, sapuan pensil matahari yang minta-diri Senja, senjaku, panasmu diserap bumi, di mana aku bermimpi tentang bunga […]
Puisi: Lonceng – Trisno Sumardjo (1916-1969)
Trisno Sumardjo (1916-1969) Lonceng Detak celaka melangkah detik demi detik Dan di wajah lonceng nasibku terbetik: Titik mula sama dengan titik akhir, Maju, namun melingkar dan bolak-balik Wajahnya bulat […]
