Fariq Alfaruqi Kalau ada lebuh yang panjang bolehlah aku menumpang bendi melempungkan jalan yang dikatai orang sepi disesaki lengang tak kepalang berkerikil tajam dan menghunjam. Sekalian rampung juga perantauan yang […]
Author: Editor
Puisi: Sanur – Dea Anugrah
Dea Anugrah Hari telah malam tetapi mereka pernah juga di sana. Duduk berdiam-diaman di atas sebuah kursi—yang mestinya untuk selonjoran seorang diri. Gampang betul, pikir yang perempuan, mengenali bulan tembaga […]
Puisi: Kepada Pembaca – Dea Anugrah (l. 1991)
Dea Anugrah Seperti ujung benang sehelai mudah luput dari lubang jarum, adakalanya sebuah puisi tak bisa menggenggam jiwamu. Kepadaku pernah ada yang berkata: “Bahasa adalah tebing-tebing terjal tipis udara, perangkap […]
Puisi: Dalam Pejaman Mataku – Budhi Setyawan
Budhi Setyawan saat malam menutup pintu hari aku tiriskan lelah pada musim sepi kukatupkan kedua daun kelopak meliburkan rekaman warna sejenak dalam pejaman mata kunyalakan pandang yang tak teraba oleh […]
Puisi: Puisi – Ewith Bahar
Ewith Bahar Puisi adalah tanah yang diretakkan matahari tapi dengan tulus menumbuhkan benih menjadi pohon puisi adalah bunyi pasir menggesek telapak kaki musafir halus dan pedih, memberinya pemahaman tentang arti […]
Puisi: Cinta – Ewith Bahar
Ewith Bahar I. Cinta adalah gunung yang gelisah dengan rindu sebagai magmanya II. pada bejana bernama cinta itulah boleh kauteteskan tasbih-tasbih murni dari airmatamu III. cinta adalah seluruh aksara yang […]
Puisi: Sungai Malam Hari – Budhi Setyawan
Budhi Setyawan ada percik tafsir yang mengalirkan panas menerpa dinding kamar mengunggah cemas tidurmu dengan lumuran gelebah gelisah di hampar malam yang mengawetkan kesah terpisah dari kata yang menyusun percakapan […]
Esai Klasik: Aku Plagiator Ch. Anwar? Atau Chairil Plagiator Aku?
Oleh Mh. Rustandi Kartakusuma Pengantar editor: Beginilah cara Mh. Rustandi Kartakusuma menyelesaikan soal plagiarisme yang melibatkan dirinya, Chairil Anwar, Jassin, dan Mundingsari: dia menulis artikel. Jassin mengoreksi bukunya. Pada […]
Puisi: Namaku Eva – Goenawan Monoharto
Goenawan Monoharto dari sepotong rusuk diambil saat tidur di tepi sungai purba pada tengah malam setelah jadi terang dan gelap ditanam pada daging dihembus nafas jadi pokok bunga tumbuh di […]
