Sosiawan Leak apa yang bisa diberikan puisi di tengah senyuman tuhan; tsunami dan banjir bah formalin, bakso tikus, longsoran sampah flu burung dan demam berdarah? apakah puisi berteriak sekencang reformasi […]
Author: Editor
Puisi: Mencintaimu – Toni Lesmana
Toni Lesmana aku telah menemukanmu, kemudian kasmaran dan mabuk aku telanjang tanpa masalalu. bercinta siang malam di atas sajadah, di dingin trotoar, di hangat ranjang di landai pantai juga puncak […]
Puisi: Rumah Tembakau Menunggumu – Sindu Putra
Sindu Putra rumah tembakau ini menunggumu tanganmu yang kelam, mengetukkan salam lima Maulid berselang kau tak kunjung pulang melanglang sebagai buruh migran ke negeri jiran lima Lebaran topat berlalu dedare […]
Puisi: Cermin – Ari Pahala Hutabarat (l. 1975)
Ari Pahala Hutabarat (l. 1975) dari hari ke hari kau makin tak kukenali wajahmu berubah ada lubang yang menganga di sana yang menjadi pintu bagi pecahan kaca tenggorokanmu memanjang dan […]
Puisi: Sumur – T.S. Pinang (l. 1971)
T.S. Pinang (l. 1971) Sumur di belakang rumah kami menggali liang di mana tergantung nasib hidup kami. dengan airnya kami lunaskan haus seharian, setelah bersitegang dengan timba dan tambang. kadang […]
Puisi: Ranggawarsita – Gunoto Saparie
Gunoto Saparie sebentar lagi mungkin maut tiba tiada lagi masa kegelapan dunia dan terhindar dari zaman edan o, masa kelam penuh kekacauan tapi mengapakah harus berduka? sebentar lagi mungkin maut […]
Esai: Adakah Ketegangan Antara Penyair dan Prosais dalam diri Kurnia Effendi?
Oleh Hasan Aspahani AKU PERCAYA Sajak Kurnia Effendi Kutinggalkan tanah Taliwang di akhir siang Berbekal cindera mata: sarung tenun untuk anak lanang Memasuki arus padat, merayap di segala tempat Kudengar […]
Puisi: Kutikam Aceh – Fikar W Eda
Fikar W Eda kutikam belati di perut Aceh mengalir darah di sungai-sungai sekelompok anak-anak telanjang hiraukan luka kutikam belati di perut Aceh mengalir darah di sungai-sungai bulan gelisah saksikan luka […]
Puisi: Bunga dan Peluru – Fikar W Eda
Fikar W Eda engkau bertepuk tangan ketika aku selesai merangkai bunga engkau tersipu ketika bunga itu kukalungkan di lehermu giliranku yang pilu ketika bunga dan lehermu ditembus peluru Banda Aceh, […]
