Asmara Hadi (1915-1976) Tahukah teman, wahai seniman Di manakah tempatmu di dalam dunia? Bukan di mercu kedirianmu Tapi di sini, antara manusia Tuan bukan putra dewata Tuanpun hanya manusia saja! […]
Author: Editor
Puisi: Musik di Waktu Malam – Amal Hamzah (1922-1987)
Amal Hamzah (1922-1987) Di atas mejaku bertumpuk buku Pekerjaan sehari-hari Mencari ilmu menambah budi. Kawanku setia, kawanku berkata Kawanku karib, bukan manusia… Suatu malam beta bertekun Membaca kitab penuh bertimbun […]
Puisi: Chicago – Medy Loekito
Medy Loekito terbentuk dari angin jalanan kota saling menghadang saling mengakhiri terbentuk dari jalan kota angin saling menghampiri saling menikam
Puisi: Sebuah Perjalanan – Eka Budianta (l. 1956)
Eka Budianta (l. 1956) Sebuah Perjalanan kekasihmu telah pergi jauh melalui liku-liku di pegunungan menyusuri jalan pasir sepanjang pantai penuh dengan sampan-sampan yang kini tinggal siluet di hatinya kekasihmu telah […]
Puisi: Sajak 20 Butir Leunca Muda – Diah Hadaning (1940 – 2021)
Diah Hadaning kekasihku, santunan segala cinta tak pernah berkecambah dalam pusar Adam dan Hawa tak pernah ingkar setia hari-hari selalu berpacu dengan umurmu adakah kau tahu berkali telah kusentuhkan bunga […]
Puisi: Hantu-Hantu Tanjungkarang – Dina Oktaviani
Dina Oktaviani 1 apa yang membuatmu gemetar kini malam hanya sesuatu yang kerap lewat apa yang belum kauketahui tentang perihnya kekasih yang dengki, teman yang pudar di angkasa kaulah seseorang […]
Puisi: Sebuah Kehadiran – Rusli Marzuki Saria
Rusli Marzuki Saria kepada leon agusta I rumah dengan sarang panah unggun bermula dari kekinian padaku datang rangsang berbenah tapi aku waspada jalan keyakinan II berburu di padang-padang rimba sasapan […]
Puisi: MALARI: 1974 – Zeffry J. Alkatiri
Zeffry J. Alkatiri SEBUAH EPISODE YANG DIGUBAH BERDASARKAN PENGALAMAN PENULIS SEWAKTU DUDUK DI KLAS II SMPN XXXV – GAMBIR Bubaran sekolah aku mengikuti rombongan Yang meneriakkan pekik kebebasan dalam kemarahan. […]
Puisi: Kembali – Hamid Jabbar (1949-2004)
Hamid Jabbar (1949-2004) Surat buat Kekasih, dikirimkan setiap hari: dengan tangan gemetar Surat buat Kekasih, kembali ke tangan sendiri: alpa dan nanar! Surat, diri sendiri, alpa dan nanar: remuk dalam […]
