• Mata Puisi
  • Vlog Juru Baca
  • Arsip Horison 1966 – 1990
Antologi Hari Puisi

Menu

Skip to content
  • Beranda
    • Esai
    • Buku
    • Puisi
    • Penyair
    • Wawancara
  • Antologi Tumbuh
  • Situs Bagus
  • Daftar (sementara) Penyair

Author: Editor

Membaca “Seteru Kata”: Sebuah Permainan Pertaruhan

Posted on 3 Desember 202412 Desember 2024 by Editor

Oleh Hasan Aspahani BERKOMUNIKASI, upaya memanfaatkan bahasa itu, bisa juga dipandang sebuah pertaruhan dengan risiko antara bisa dimaknai atau gagal dimengerti. Risiko pertaruhan itu makin meningkat, dan permaiannya makin asyik, […]

Posted in Esai Leave a comment

Puisi: Mei dan Kota-kota di Dalamnya – Tia Ragat (l. 1999)

Posted on 1 Desember 202412 Desember 2024 by Editor

Tia Ragat (l. 1999)Mei dan Kota-kota di Dalamnya kita tidak pernah becus menyambut Mei dengan hangatpenggusuran di tiap lekukan dadanyaatau menguntai cacing-cacing kecil di anusnyakita benar-benar fokus pada remeh-temeh itu,tanpa […]

Posted in Puisi Tagged Puisi, tia ragat Leave a comment

Puisi: Calon Suamiku – Aya Canina (l. 1995)

Posted on 5 Juli 20245 Juli 2024 by Editor

Calon SuamikuAya Canina (1995) Di kampung ini perempuan menutup pintu rumahnya sebelum jam sepuluhTapi kau boleh ikut dengan akuBerkerudung, bertamasya, berdikariDi meja perjamuan para laki-laki.Jangan tanya jika besok aku pergi […]

Posted in Puisi Tagged aya canina, Puisi Leave a comment

Puisi: Hujan Cuma Sebentar – Aya Canina (l. 1995)

Posted on 5 Juli 20245 Juli 2024 by Editor

Hujan Cuma Sebentar Aya Canina (1995) hujan cuma sebentar kita tidak bisa lagi menahan prokrastinasidi kafe jelek ini     (aku selalu memakai “kita”     sebab saya aslinya dua orang) —pergi ke […]

Posted in Puisi Tagged aya canina, Puisi Leave a comment

Puisi: menempuh waktu – Nanoq da Kansas (l. 1965)

Posted on 26 Desember 202326 Desember 2023 by Editor

Nanoq da Kansasmenempuh waktu ketika usia jadi ruang tunggu senyap nan kakuwaktu tak pastiperasaan tak menjanjikan apa-apa: aku terlempar lagi dalam kerinduan padamu duniaseperti cermin tua tak jernih lagidan patah-patahtiba-tiba […]

Posted in Puisi Tagged Nanoq da Kansas, Puisi Leave a comment

Puisi: Melancholia – Gunoto Saparie (l. 1955)

Posted on 15 Desember 202315 Desember 2023 by Editor

Gunoto Saparie (l. 1955)Melancholia daun-daun kering luruhterdengar suaramu rawankenangan hanya bikin hati rapuhdan esok mungkin tak ada harapan ada bianglala dan cahaya samarada bayangku menghitam jelagakenyataan mungkin bikin kita sabartapi […]

Posted in Puisi Tagged Gunoto Saparie, Puisi 1 Comment

Puisi: Waktu III – Dahri Dahlan

Posted on 14 Desember 202314 Desember 2023 by Editor

Dahri DahlanWaktu III waktu berbakti dengan menelanmuia membunuh tanpa motivasi di bawah langit matahari dilelehkannyasementara kau membakar diri sendiri waktu adalah lelaki atau perempuan.ia piatu, selalu bangun lebih awal danbekerja […]

Posted in Puisi Tagged dahri dahlan, Puisi Leave a comment

Puisi: AKU DATANG PADAMU – Sutardji Calzoum Bachri (l. 1941)

Posted on 14 Desember 202314 Desember 2023 by Editor

Sutardji Calzoum Bachri (l. 1941)AKU DATANG PADAMU aku datang padamubagai beringin rebahaku datang padamubagai angin resahaku datang padamubagai batu pecah aku senyum padamutapi kau diamaku mainkan jemarikukaupun diamaku mainkan bayangkaupun […]

Posted in Puisi Tagged Puisi, Sutardji Calzoum Bachri Leave a comment

Puisi: Lirisme Mencuci – Anugrah Prasetya (l. 1999)

Posted on 14 Desember 202314 Desember 2023 by Editor

Anugrah Prasetya (l. 1999)Lirisme Mencuci ingatan ialah kubangan lumpur danseorang dari masa lalu pernah berbisikpadaku, “berani kotor itu baik!” tapi kenangan tentangmu serupa nodamembandel seperti bercak keringat padaketiak atau bekas […]

Posted in Puisi Tagged Anugrah Prasetya, Puisi Leave a comment

Posts navigation

← Older posts
Newer posts →

Kategori

  • Agenda (14)
  • Anekdot (10)
  • Apresiasi (1)
  • Buku (10)
  • Dari Kami (7)
  • Esai (136)
  • Lokomoteks (2)
  • Majas (2)
  • Penyair (13)
  • Puisi (2,026)
  • Puitika (3)
  • Wawancara (2)

Arsip

RSS Antologi Hari Puisi

  • Puisi: Lawen Legespun – Junewal Muchtar (1956-2015)
  • Teks Deklarasi Hari Puisi Indonesia 26 Juli
  • Esai: Apa yang Dibaca Chairil?
  • Puisi yang Bagus (2): Yang Mengantar pada Kematangan
  • Puisi yang Bagus (1): Kemahiran Menggunakan Perangkat Puitika
  • Puisi: Apakah Air Mata Seorang Asing Cuma Air yang Mengalir Membasahi Pipi Mereka Begitu Saja? – Moch Aldy MA
  • Esai: Tugas Seorang Penyair – Hasan Aspahani
  • Esai: Perahu sebagai Tamsil Tubuh, dari Fansuri hingga Rengganis
  • Puisi: Ngagel – Mardi Luhung (l. 1965)

Tag

Abdul Hadi WM Acep Zamzam Noor Agam Wispi Agenda Amir Hamzah Anekdot Avianti Armand Ayatrohaedi Badruddin Emce bukhari aljauhari Chairil Anwar Dami N. Toda Djajanto Supra Doddi Ahmad Fauji D Zawawi Imron Esai Frans Nadjira Goenawan Mohamad H. Amang Rahman Jubair Hasan Aspahani Hasif Amini HPI2017 HR. Bandaharo J.E. Tatengkeng Korrie Layun Rampan Mawie Ananta Jonie Mh. Rustandi Kartakusuma Muhammad Yamin Nina Minareli Penyair Pranita Dewi Puisi Putu Vivi Lestari Rendra Rida K. Liamsi Rivai Apin Saini KM Sapardi Djoko Damono setia naka andrian Subagio Sastrowardoyo Sutardji Calzoum Bachri Tjak S. Parlan Toeti Heraty Trisno Sumardjo Wiji Thukul

Hari Puisi | Antologi Puisi Indonesia

Lahir seorang besar dan tenggelam beratus ribu. Keduanya harus dicatet, keduanya dapat tempat - "Catetan Th. 1946" - Chairil Anwar

Tulisan Terbaru

  • Puisi: Lawen Legespun – Junewal Muchtar (1956-2015)
  • Teks Deklarasi Hari Puisi Indonesia 26 Juli
  • Esai: Apa yang Dibaca Chairil?
  • Puisi yang Bagus (2): Yang Mengantar pada Kematangan
  • Puisi yang Bagus (1): Kemahiran Menggunakan Perangkat Puitika

Kontak Kerjasama

jurubaca@gmail.com (Email)

Kategori

  • Agenda (14)
  • Anekdot (10)
  • Apresiasi (1)
  • Buku (10)
  • Dari Kami (7)
  • Esai (136)
  • Lokomoteks (2)
  • Majas (2)
  • Penyair (13)
  • Puisi (2,026)
  • Puitika (3)
  • Wawancara (2)

Telusuri Isi

Arsip

Antologi Tumbuh

Situs ini berupaya memuat puisi Indonesia dari titik awal sejauh yang bisa kami telusuri, hingga ke titik paling mutakhir di mana kami yakin puisi tersebut telah atau akan meninggalkan jejak yang  mewakili perkembangan dan pencapaian serta memberi sumbangan yang memperkaya cara ucap dan tema dalam puisi kita.

Sejak 2016 | Dikelola oleh Hasan Aspahani