Wowok Hesti Prabowo (1963-2020)Anakku Memasak Anakku bermain pasaranMemasak masa depan dengan ramuannyaPulau-pulau dari sendal jepit danpecahan gentingBerjejer membentuk negeri. Ia terbangDari satu pulau ke pulau lainnyaPesawat kertas mengantarkan harapannya Anakku […]
Author: Editor
Puisi: Gadis – Abdul Wachid B.S. (l. 1966)
Abdul Wachid B.S. (l. 1966)Gadis harum mawar mengirim tubuhnyagelak girang menyimpan luka harum mawar mengirim tubuhnyayang sendiri selalu sangsi terancam badai malam hariburuknya mimpi enggan pergi terancam badai luka di […]
Puisi: Sajak Terbelah – Abdul Wachid B.S. (l. 1966)
Abdul Wachid B.S. (l. 1966)Sajak Terbelah Mengharap rembulanDipeluk matahariBertiarap dari ciumanMerajuk dara sendiri Ada perhitungan masa yang suramAda tangan waktu yang memeramDan antara kita telah penuh janjiDan antara kita saling […]
Puisi: Mencari Malam Seribu Bulan – Abdul Wachid B.S. (l. 1966)
Abdul Wachid B.S. (l. 1966)Mencari Malam Seribu Bulan berkatalah untuk bibirku yang mau pecahdi tengah malam iniaku penari sangsisebab kurekam perubahandi sekitar seperti suara angin runtuhdan aku menari dan bermimpidalam […]
Puisi: Ikan – Abdul Wachid B.S. (l. 1966)
Abdul Wachid B.S. (l. 1966)Ikan ketika ikan yangkubawa itu terlepasmuncullah seorang lelaki tua yangseluruh dirinya adalah jawaban tetapi sebaliknya diriku malahankaupenuhi dengan pertanyaanpadahal terasa tanpa bertanya itulahsyarat yang hilang bertemu […]
Puisi: Rumah Tanpa Plafon – Abdul Wachid B.S. (l. 1966)
Abdul Wachid B.S. (l. 1966)Rumah Tanpa Plafon 1.rumah tanpa plafon ini menempatkan kitasebagai dalam penjaratak perlu minuman dingin apalagi kipas angintembok-tembok telah cukupmembekukan belulang dan pikirantambah hujan yang mengukur panjang […]
Puisi: Kompor – Hasta Indriyana (l. 1977)
Hasta Indriyana (l. 1977)Kompor Apa kabar kompor?Ini malam ingin kukenang kau Bagaimana dulu tiap bulanMembongkar wadah minyak tanahMengulur sumbu dan memotongPucuknya yang arang dan ringkih Setelan sumbu harus licin tak […]
Puisi: Bibir Kuali -Hasta Indriyana (l. 1977)
Hasta Indriyana (l. 1977)Bibir Kuali Di bibir kuali pada suatu kaliBibirku ketemu masakan ibu Bibir yang retak segaris selaluDuduk di tungkai tungku Tungku api dari batu yangBerlubang dua yang ujungnya […]
Puisi: Sajak untuk Umar Kayam -Hasta Indriyana (l. 1977)
Hasta Indriyana (l. 1977)Sajak untuk Umar Kayam Lantip pergi ke JogjaDari Madiun dibawanya bremDan satu pak bumbu pecelOleh-oleh untuk ibu kosnya duluSemasa jadi mahasiswa Lantip diundang jadi pembicaraDiskusi tentang tragedi […]
