Pembaca Oleh Hasif Amini “BAGAIMANA sebenarnya puisi bekerja atau diolah di benak pembacanya?” tanya secarik surat tanpa tanda tangan. Tergantung masing-masing pembaca, tentu, dan tergantung puisinya juga, pasti. Atau […]
Author: Editor
Esai: Derau – Hasif Amini
Derau Oleh Hasif Amini TENANG dan bersahaja (dan sedikit gila barangkali) tampaknya: seseorang duduk atau berdiri atau rebahan sambil lekat menatapi deretan dan barisan huruf yang tercetak pada permukaan kertas-kertas […]
Esai: Marina – Hasif Amini
Marina Oleh Hasif Amini DI masa kanak ia pernah tersihir oleh satu lukisan yang terpasang di dinding kamar tidur ibunya: karya entah siapa, tentang sebuah duel yang baru usai. Seorang […]
Esai: Bilhana – Hasif Amini
Bilhana Oleh Hasif Amini Kashmir, sebentang dataran tinggi yang cantik namun rawan di perbatasan India dan Pakistan, memiliki hamparan perpuisian yang panjang dan bertabur bintang. Setidaknya sejak Bhartrimentha di abad […]
Esai: Ironi – Hasif Amini
IroniOleh Hasif Amini LEWAT majas, bahasa kiasan, puisi terbiasa menautkan ranah-ranah pengalaman yang sering tampak berjauhan. Di dalamnya kita bisa mengalami sebentang tamasya dunia dengan anasir yang beragam, kadang saling […]
Esai: Es – Hasif Amini
EsOleh Hasif Amini DI antara pelbagai keajaiban dalam kitab Edda-yang disusun oleh penyair dan sejarawan Snorri Sturluson pada awal abad ke-13 itu-adalah sepotong percakapan di sebuah meja perjamuan. AEGIR, sang […]
Puisi: Toko Kaji Dunya Kalah Jimat – Kedung Darma Romansha (l. 1984)
Kedung Darma Romansha (l. 1984) Toko Kaji Dunya Kalah Jimat kata orang tua dulu, hanya keturunan kaji yang bisa munggah kaji. maka dengan bekal silsilah, toko kelontong, dan sawah Kaji […]
Puisi: Ketika Malam Menyentuhmu – Kedung Darma Romansha (l. 1984)
Kedung Darma Romansha (l. 1984) Ketika Malam Menyentuhmu ketika malam menyentuh tubuhku, tubuhmu menjadi dingin. angin di luar ditenangkan suara kodok kawin “kapan kita mengalahkan suara kodok kawin?” dan bancet-bancet […]
Puisi: Perawi Rempah – Ahmad Yulden Erwin (l. 1972)
Ahmad Yulden Erwin Perawi Rempah 1 Minggu pagi menggigil di sayap burung undan, seperti ratusan minggu pagi lainnya, menyusun sesatu kenangan. Kau mencari beberapa onggok pulau di Timur dengan wangi […]
