Iswadi Pratama (l. 1971)Jalan Setapak engkau jalan setapak di pinggiran tanjungkarangmeliuk di pinggang bukit, lempang di landai pantairumpang-lesuh di kampung kumuh di minggu pagi,orang-orang, sebagian kecil orang di kota inimerayakan […]
Author: Editor
Puisi: Kebun Istana – Ali Ibnu Anwar (l. 1996)
Ali Ibnu Anwar (l. 1996)kebun istana lihat kebunku. kehilangan bunga. ada yang punah dan ada yang lucut. setiap zaman, kucari cahaya. yang punah kelesah arah. yang lucut merajut maksud. Sumber: […]
Puisi: stasiun kota -Ali Ibnu Anwar (l. 1986)
Ali Ibnu Anwar (l. 1986)stasiun kota dekat stasiun kota. lewat jam lima pagi. tubuhku menjadi arsip yang genting. menuju matahari, tanpa embun pagi. aku simpan lembab hujan di saku celana. […]
Puisi: Bianglala – Rusli A. Malem (l. 1942)
Rusli A. Malem (l. 1942)Bianglala Gerimis dan mentariSaling berbagi dukaMendung dan langitTerkulai dalam warna Dedaunan dan rintik airMengisahkan kembali dongeng-dongeng masa kecilTentang seribu hantuYang menguras sebuah kolamMemahami ikan baduDengan taring-taringnya […]
Esai: Ketidaklangsungan, Isi yang Mencari Bentuk
Kenapa Kita Menulis Puisi (7) Ketidaklangsungan, Isi yang Mencari Bentuk Oleh Hasan Aspahani PUISI adalah retorika. Adalah ungkapan diplomatis. Cara ucap yang bisa dipilih di antara berbagai cara lain. Isi […]
Esai: Harga dan Gengsi Bahasa Melayu
Kenapa Kita Menulis Puisi? (6) Harga dan Gengsi Bahasa Melayu Oleh Hasan Aspahani NAMANYA Jan Huijghen van Linschoten (1563 – 1611). Ia seorang saudagar, pedagang dan hisrorian. Pada masanya gabungan […]
