Sugiarta Sriwibawa (1932 – 2009) Musuh yang Terbunuh Letus bedil menjerit jauh Sesayup malam yang berjaga hiba Matinya anak murtad yang meronta Letus menjerit hatinya (Jahatku karena laparku Laparku karena […]
Author: Editor
Puisi: Sala – Sugiarta Sriwibawa (1932 – 2009)
Sugiarta Sriwibawa (1932 – 2009) Sala Lentera jalan makin sepi Rumpun bambu malam wingit Kalau kemarau kali berpasir Orang desa bermimpi pada Kentongan menyadar pertama Membawa urat diri ke kota […]
Puisi: Jumat – Ook Nugroho (l. 1960)
Ook Nugroho (l. 1960) Jumat Bagimu semua sudah lalu Bagiku semua terasa baru Hari Jumat selalu datang lagi Jam tujuh pagi bom itu meledak lagi Bagimu semua sudah usai Bagiku […]
Puisi: Pelajaran Menulis Puisi – Ook Nugroho (l. 1960)
Ook Nugroho (l. 1960) Pelajaran Menulis Puisi : Frida Nathania Puisi adalah Keheningan dan secangkir kopi Maksudku, kau harus Mengaduk kisahmu, mengaduknya Sabar lalu melebar, aduklah Sampai merata serbuk sepinya […]
Puisi: Musim Hujan Membuatku Rindu – Alois A. Nugroho (l. 1954)
Alois A Nugroho Musim Hujan Membuatku Rindu “Musim hujan membuatku rindu pada petang yang berwarna jingga,” terdengar seseorang terisak dan meneteskan gerimis yang rintik dan di lereng-lereng bukitmu hujan masih […]
Puisi: Ada yang Mendengar Suara Senapan – Alois A. Nugroho (l. 1954)
Alois A Nugroho Ada yang Mendengar Suara Senapan Ada yang mendengar suara senapan, tapi tak ada yang menduga bahwa malam adalah yang terluka. Bulan tampak lebih pucat dari biasa dan […]
Puisi: Garut – Dodong Djiwapradja (1928-2009)
Dodong Djiwapradja (1928-2009) Garut ——kepada Madro’i (pembajak) Desa dikenang desa terbayang Ah, kali yang memanggil mati Kiranya hijau menjadi merah Api menjilat membakar rumah. Desa dikenang desa terbayang Ah, kali […]
Puisi: Kembalikan Dukamu – Apip Mutopa (l. 1938)
Apip Mustopa (l. 1938) Kembalikan Dukamu —- kepada yang kehilangan rumah kembalikan dukamu pada api yang telah melumatkan rumahmu sepi kembalikan dukamu pada air yang telah menghanyutkan rumahmu ke hilir […]
Puisi: Kepada Pemimpin – Abdul Wahid Situmeang (l. 1936)
Abdul Wahid Situmeang (l. 1936) Kepada Pemimpin Masukilah lorong di mana udara pengap daerah mereka yang tersisih kesepian dalam keramaian kota dihidupi mimpi demi mimpi dalam kehidupan sehari-hari akan lebih […]
