Setia Naka Andrian (l. 1989) Televisi yang Membesi Bagaimana mungkin dunia akan lebih serius menjadi takdirnya, jika matamu setiap hari mewarisi ragam warna yang bertebaran dari telenovela-telenovela. Dan kau katakan, […]
Puisi
Puisi: 4 Kwatrin tentang Kopi – Kurnia Effendi
Kurnia Effendi 4 Kwatrin tentang Kopi1. Di anjungan yang tak tenang: horizon bergelombang Tampak samar hutan tropis Brazilia di bawah kawanan tipis awan Akan kukenang pertemuan kita seperti menjaling benang […]
Puisi: Kau dan Aku – Saut Poltak Tambunan
Saut Poltak Tambunan Kau dan Aku di dinding papan lapuk belakang dapur pernah kutuliskan nama kita dengan kapur di papan paling bawah sebab aku tak mampu naik lebih tinggi untuk […]
Puisi: Sebelum-Setelah Tragedi – Citra D. Vresti Trisna
Citra D. Vresti Trisna Sebelum-Setelah Tragedi tragedi, setelah hujan adalah selamat malam yang biasa saja seperti lelaki dari ujung kabut pulang muram lampu merenung mengawasi jalan, mengajak menangis. tragedi sepulang […]
Puisi: The Cracked Eggs – A. Muttaqin
A Muttaqin The Cracked Eggs Tirai panggung dibuka: dalam siluet remang sebutir telur berangsur retak menetaskan kunang-kunang menetaskan kunang-kunang. Tidak, tidak, itu bukan kunang-kunang mereka adalah tujuh pemuda gondrong kurus […]
Puisi: Betis Kekasih – Citra D. Vresti Trisna
Citra D. Vresti Trisna Betis kekasih : kekasihku, dedes di betismu, kasih semiotika yang mandul mengeja ardhanareswari definisi dan bahasa yang diperkosa kamus di betismu kah peta yang mengantar kami […]
Puisi: Max Hav – Gantari Yasa
Gantari Yasa Max Hav pertengahan malam terjadi pembunuhan besar-besaran tak ada bercak darah, hanya segumpal pikiran tentang longsor, gagal panen, upeti, hingga burung yang berak di kepala remaja wanita tak […]
Puisi: Aku Kini – Gantari Yasa
Gantari Yasa Aku Kini /1/ aku kini debu, menumpuk di kaca mataku berusaha mengembalikan waktu ke liku-liku jalan tempat kita berbincang, tentang tumpukan kendaraan yang telah merenggut kita dari senja […]
Puisi: Soreang-Ujungberung – Hasan Bisri BFC
Hasan Bisri BFC Soreang-Ujungberung :buat Rischa Antika pada akhirnya aku harus bergegas memunguti kerumunan waktu berebut bersama derum angkot dan asap knalpot kendaraan roda dua di setiap perempatan asap polusi […]
