Kuntowijoyo (1943-2005) Setelah semusim tangan-tangan sibuk memotong pohonan di kampung halaman pak tani mengundang anak-anaknya memanen kolam sudah waktu ikan dinaikkan Segunduk matahari menyingkirkan sepi dari danau mendorong sampan berlayar […]
Puisi
Puisi: Bencana – Kuntowijoyo (1943-2005)
Kuntowijoyo (1943-2005) Toko-toko di kota sudah ditutup. Anjing menjajakan gonggongnya pada yang bergegas lewat. Tak seorang tahu sekarang jam berapa. Hari sudah jadi kemarin. Nyanyian sudah berhenti di night-club. Polisi […]
Puisi: Di Makam – Soedjarwo
Soedjarwo Kebetulan angin bertiup ketika kunyalakan dupa itu asap berkepul, kucoba berdoa untuk keselamatan kalian di sana, dan kami di sini semoga diampuni kesalahan, dan dijauhkan dosa tinggal inikah bentuk […]
Puisi: Rahasia Masa – Radhar Panca Dahana
Radhar Panca Dahana Radhar Panca Dahana Di padang pasir tua Tiap tetes air tak berbekas Jadi rahasia masa Hanya kafilah buta Mengetahuinya. Lelaki, hanyalah gerimis Dalam dahaga pasirmu Yang purba, […]
Puisi: Mengapa Selalu Kutulis Sajak – Acep Zamzam Noor
Acep Zamzam Noor Mengapa selalu kutulis sajak Apabila kerinduan tiba-tiba menyerbuku Mengapa harus sajak, Tuhanku, mengapa harus ia Yang mampu kupersembahkan kepadaMu Seandainya ini sebuah tugas Maka aku terima ia […]
Puisi: Ternyata Aku yang Terdampar Itu – Acep Zamzam Noor
Acep Zamzam Noor Ternyata aku yang terdampar itu Lantaran menyerah, tak bisa menjawab Pertanyaan-pertanyaan yang seakan siap menerkamku Yang siap memburu dan mengusirku Aku terengah Terseok sepanjang emper-emper trotoar Sepanjang […]
Puisi: Via Dolorosa – Gerson Poyk
Gerson Poyk makin terasa ada kesementaraan berbunga dalam dada bila kematian tadi di bayang sendiri tanah kelahiran selalu menerima kepedihan umur sampai pun suara seru: aku pun pergi tua selalu […]
Puisi: Jumpa Tuhan – Maman S Mahayana
Maman S Mahayana Aku jumpa tuhan di Seoul di antara daun-daun yang jatuh menyambut musim gugur di belantara mekar mawar sepanjang musim dan pergantian cuaca yang mewartakan tanda-tanda aku menemukan […]
Puisi: Di Kantor Imigrasi – Maman S Mahayana
Maman S Mahayana Segalanya bergerak seperti angin berkesiur berserakan catatan dan tanya-jawab dua pemuda India, mungkin mahasiswa tangannya menari-nari mulut menyemburkan tumpahan kalimat ringkas dijawab petugas cantik “Esok kembali, tak […]
