Indra Tjahyadi (l. 1974) Garis-Garis Hujan Garis-garis hujan menyeret mayatku Gagak-gagak sekarat kembali Dari setiap pertempuran Memutihkan mataku. Bersama gerhana Mimpiku tandus Arwahku berbiak Melukai lengannya sendiri Serupa belatung Pengetahuanku […]
Puisi
Puisi: Mitos Hari-hari – Indra Tjahyadi (l. 1974)
Indra Tjahyadi (l. 1974) Mitos Hari-hari Senin Habis pekan. Senin yang membara membakar kulitmu perempuan. Kekurusan apakah yang membawamu pada kerja pada keriuhan hidup dan sunyi benda-benda? Rumah terlalu riuh […]
Puisi: Metafora Bunga – Hamdy Salad (l. 1963)
Hamdy Salad (l. 1963) Metafora Bunga Akulah abjad sekaligus kata yang menolak jadi mayat di tangan para pendusta Kau lepaskan anak panah ke dada walau tahu aku terus mengelak dari […]
Puisi: Nyaris Pingsan – Hamdy Salad (l. 1963)
Hamdy Salad (l. 1963) Nyaris Pingsan Sebuah negeri nyaris pingsan diinjak kaki para penagih hutang Pegawai resmi berbaris di jalan raya memanggul brankas yang terkunci setengah tidur setengah jaga Orang […]
Puisi: Tungku Hutan – Ebi Langkung (l. 1991)
Ebi Langkung (l. 1991) Tungku Hutan lubang api lubang sepi api menjilat yang tinggi sepi mengusap yang sirna kembali bara menyala batin kembara sila dan tapa duduk meliuk memandang ke […]
Puisi: Sajak Biru – Willy Fahmy Agiska (l. 1992)
Willy Fahmy Agiska (l. 1992) Sajak Biru Pada sepi yang makin gigir, pada batas rasa kehilangan ini, aku biru Seluruh laut pulang padaku tanpa ombak dan perahu-perahu. Waktu hanyalah seorang […]
Puisi: Reggae Tengah Malam – Willy Fahmy Agiska (l. 1992)
Willy Fahmy Agiska Reggae Tengah Malam Bob Marley Di malam yang ambang dan sepasang mata keberatan aku menyusu bulan berlelehan. Angin itu: marijuana yang memulangkanku ke dada sebuah hutan. Aku […]
Puisi: Seandainya Kita Menua – Irvan Syahril (l. 1997)
Irvan Syahril (l. 1997) Seandainya Kita Menua I. Seandainya kita menua, tiada lagi selembar tiket wisata yang memanjakan tulang-tulang. Dari loket ke loket pastinya kita diminta duduk dan membaca himbauan. […]
Puisi: Surat untuk Mirat – Irvan Syahril (l. 1997)
Irvan Syahril (l. 1997) Surat Untuk Mirat Dalam surat ini ada sebuah sore dengan angin yang lelah menghindari kita, dan ombak yang hampir putus asa kepada pantai. Cilincing adalah takdir […]
