Oleh Hasan Aspahani MENUTUP buku puisi D. Zawawi Imron “Madura, Akulah Darahmu” (Grasindo, Jakarta, 1999), Kuntowijoyo menulis sebuah artikel yang menarik dan baik untuk memahami puisi dan memahami bagaimana kerja […]
Esai
Esai: Sekilas tentang Romansa Perjalanan Kirdjomuljo
Oleh Arco Transept BUKU kumpulan puisi Romansa Perjalanan karya Kirdjomuljo membuat saya membayangkan seorang penyair yang tidak berhenti pada sebuah pencarian. Dengan puisi-puisinya kita melihat dia mencari hakikat hidup lewat […]
Esai: Hoppla! – Chairil Anwar
Oleh Chairil Anwar (1922-1949) Bagi seorang yang bisa menulis menurut kepercayaan yang sudah mendarah-nanah dalam dirinya, bykan menurut keperca- yaan yang masih diharapkannya. JIKA […]
Esai: Adakah Ketegangan Antara Penyair dan Prosais dalam diri Kurnia Effendi?
Oleh Hasan Aspahani AKU PERCAYA Sajak Kurnia Effendi Kutinggalkan tanah Taliwang di akhir siang Berbekal cindera mata: sarung tenun untuk anak lanang Memasuki arus padat, merayap di segala tempat Kudengar […]
Esai: Penyair, Belajar, dan Membuat Sejarah
Oleh Rida K Liamsi Penyair dan Budayawan Riau BAGAIMANA memperkuat akar perpuisian di Indonesia? Ini tema yang terkesan agak galau, cemas, seakan bimbang tentang nasib perpuisian dan juga kepenyairan di […]
Esai: Tentang Kritik Sastra dalam Apresiasi Sastra – Budi Darma
OlehBudi Darma /1/ Meskipun bertautan, kritik sastra berbeda dengan apresiasi sastra. Memang tidak selamanya kritik sastra mengkritik obyek sastra, akan tetapi unsur kritik selalu mendampingi pengertian kritik sastra. Sebaliknya pengertian […]
