• Mata Puisi
  • Vlog Juru Baca
  • Arsip Horison 1966 – 1990
Antologi Hari Puisi

Menu

Skip to content
  • Beranda
    • Esai
    • Buku
    • Puisi
    • Penyair
    • Wawancara
  • Antologi Tumbuh
  • Situs Bagus
  • Daftar (sementara) Penyair

Puisi

Puisi: XIX – Weslly Johannes

Posted on 7 Juli 20217 Juli 2021 by Editor

Weslly Johannes XIX Masa kecilku adalah ketelanjangan laut dan bulu garam yang sederhana. Setiap hari, kutandai petang dan pagi dengan girang kanak-kanak yang berlari menyongsong laut. Badan mereka yang liat […]

Posted in Puisi Tagged Puisi, weslly johannes Leave a comment

Puisi: Segulung Ombak di dalam Samudra Biru – Mawie Ananta Jonie (l.1940)

Posted on 6 Juli 20216 Juli 2021 by Editor

Mawie Ananta Jonie (l. 1940) Segulung Ombak di dalam Samudra Biru* Sebuah Cerita Buat Anakku Pinta 1 100 tahun yang lalu, anakku, tatkala Nusantara bersuku-suku, dia lahir dari kandungan mimpi […]

Posted in Puisi Tagged Mawie Ananta Jonie, Puisi Leave a comment

Puisi: Garis – Weslly Johannes

Posted on 6 Juli 20216 Juli 2021 by Editor

Weslly JohannesGaris Sudah terang di luar.Bagai bau buku baru,udara tahun baru masuk mengikuti cahaya,waktu kubuka jendela kayudan dari gelas kacabayang tipis terlempar ke atas kertas. Seperti tali kekangpada leher seekor […]

Posted in Puisi Tagged Puisi, weslly johannes Leave a comment

Puisi: Makan Siang – Weslly Johannes

Posted on 6 Juli 20216 Juli 2021 by Editor

Weslly JohannesMakan Siang Dari dinding siang yang bolong,aku memandang pekarangan.Daun pandan dan teman-temanbernaung di bayang pohon mangga. Ibu keluar memetik bunga pepaya.Kepada jari-jarinya yang menggapai,tatapanku pergi dan, seperti anak kecil,pertanyaanku […]

Posted in Puisi Tagged Puisi, weslly johannes Leave a comment

Puisi: Bukan Cermin Hendak Retak – Zulkarnain Siregar (l. 1961)

Posted on 6 Juli 20216 Juli 2021 by Editor

Zulkarnain Siregar (l. 1961) bukan cermin hendak retak andai kata hendak disangkamengapa aksara sepi disapa.lalu sudikah makna hendak didugabilamana kata tak turut menyertakadang cerita tinggal di pustaka-pustakajarang dicerna jadi kelakuan […]

Posted in Puisi Tagged Puisi, Zulkarnain Siregar Leave a comment

Puisi: Hikayat Pejalan – Zulkarnain Siregar (l. 1961)

Posted on 5 Juli 20215 Juli 2021 by Editor

Zulkarnain Siregar (l. 1961) hikayat pejalan ia tetas dari tetes hujanyang memecah awanlangit yang berselendangtiga warna membasahi bumitumbuhkan pepohondan berpinak hewandalam garis lurus, lengkungmembentang ruang dari bukit-bukit tuakawah letusan gunung […]

Posted in Puisi Tagged Puisi, Zulkarnain Siregar Leave a comment

Puisi: Wakasihu – Oppa Rudi Fofid (l. 1964)

Posted on 5 Juli 20215 Juli 2021 by Editor

Oppa Rudi Fofid (l. 1964)Wakasihu wakasihu o kasihkuizinkan kucium lututmu di titauluagar kurasa hangat cintamu yang semanis cengkihrelakan kurayu betismu di weihuaagar kurasa halus sayangmu yang secantik palasehingga saban kali […]

Posted in Puisi Tagged Puisi, rudi fofid Leave a comment

Puisi: Syair Orang Kampungan – Oppa Rudi Fofid (l. 1964)

Posted on 5 Juli 20215 Juli 2021 by Editor

Oppa Rudi Fofid (l. 1964)Syair Orang Kampungan kami datang dari udikmama biang iris tali pusat kamipakai sembilu kampung kami amat perawanmalaikat sering mandidewa-dewi tamasya rimba raya, gunung mulia, sungai lagu, […]

Posted in Puisi Tagged Puisi, rudi fofid Leave a comment

Puisi: Nakaela – Oppa Rudi Fofid (l. 1964)

Posted on 5 Juli 20215 Juli 2021 by Editor

Oppa Rudi Fofid (l. 1964)Nakaela Nakaela, tubuhmu yang pualamAdalah tubuh ina juaTinggalong-tinggalong mencintaimuKalong-kalong merayumuUntuk satu percintaan berdarah Nakaela, andai kau perawan terakhirMaukah kau serahkan badanKepada tinggalong dan kalong?Ataukah kau tetap […]

Posted in Puisi Tagged Puisi, rudi fofid Leave a comment

Posts navigation

← Older posts
Newer posts →

Kategori

  • Agenda (14)
  • Anekdot (10)
  • Apresiasi (1)
  • Buku (10)
  • Dari Kami (7)
  • Esai (136)
  • Lokomoteks (2)
  • Majas (2)
  • Penyair (13)
  • Puisi (2,026)
  • Puitika (3)
  • Wawancara (2)

Arsip

RSS Antologi Hari Puisi

  • Puisi: Lawen Legespun – Junewal Muchtar (1956-2015)
  • Teks Deklarasi Hari Puisi Indonesia 26 Juli
  • Esai: Apa yang Dibaca Chairil?
  • Puisi yang Bagus (2): Yang Mengantar pada Kematangan
  • Puisi yang Bagus (1): Kemahiran Menggunakan Perangkat Puitika
  • Puisi: Apakah Air Mata Seorang Asing Cuma Air yang Mengalir Membasahi Pipi Mereka Begitu Saja? – Moch Aldy MA
  • Esai: Tugas Seorang Penyair – Hasan Aspahani
  • Esai: Perahu sebagai Tamsil Tubuh, dari Fansuri hingga Rengganis
  • Puisi: Ngagel – Mardi Luhung (l. 1965)

Tag

Abdul Hadi WM Acep Zamzam Noor Agam Wispi Agenda Amir Hamzah Anekdot Avianti Armand Ayatrohaedi Badruddin Emce bukhari aljauhari Chairil Anwar Dami N. Toda Djajanto Supra Doddi Ahmad Fauji D Zawawi Imron Esai Frans Nadjira Goenawan Mohamad H. Amang Rahman Jubair Hasan Aspahani Hasif Amini HPI2017 HR. Bandaharo J.E. Tatengkeng Korrie Layun Rampan Mawie Ananta Jonie Mh. Rustandi Kartakusuma Muhammad Yamin Nina Minareli Penyair Pranita Dewi Puisi Putu Vivi Lestari Rendra Rida K. Liamsi Rivai Apin Saini KM Sapardi Djoko Damono setia naka andrian Subagio Sastrowardoyo Sutardji Calzoum Bachri Tjak S. Parlan Toeti Heraty Trisno Sumardjo Wiji Thukul

Hari Puisi | Antologi Puisi Indonesia

Lahir seorang besar dan tenggelam beratus ribu. Keduanya harus dicatet, keduanya dapat tempat - "Catetan Th. 1946" - Chairil Anwar

Tulisan Terbaru

  • Puisi: Lawen Legespun – Junewal Muchtar (1956-2015)
  • Teks Deklarasi Hari Puisi Indonesia 26 Juli
  • Esai: Apa yang Dibaca Chairil?
  • Puisi yang Bagus (2): Yang Mengantar pada Kematangan
  • Puisi yang Bagus (1): Kemahiran Menggunakan Perangkat Puitika

Kontak Kerjasama

jurubaca@gmail.com (Email)

Kategori

  • Agenda (14)
  • Anekdot (10)
  • Apresiasi (1)
  • Buku (10)
  • Dari Kami (7)
  • Esai (136)
  • Lokomoteks (2)
  • Majas (2)
  • Penyair (13)
  • Puisi (2,026)
  • Puitika (3)
  • Wawancara (2)

Telusuri Isi

Arsip

Antologi Tumbuh

Situs ini berupaya memuat puisi Indonesia dari titik awal sejauh yang bisa kami telusuri, hingga ke titik paling mutakhir di mana kami yakin puisi tersebut telah atau akan meninggalkan jejak yang  mewakili perkembangan dan pencapaian serta memberi sumbangan yang memperkaya cara ucap dan tema dalam puisi kita.

Sejak 2016 | Dikelola oleh Hasan Aspahani