Djoko Saryono (l. 1962)Pisau Lipat Sejarah sejarah adalah pisau lipatserba guna dijajakan pengasongdi terminal dan bus bumel antarkotadengan atraksi penjaja tak terduga dan kau bisa terkesiapngeri, mengatupkan kelopak matakalau punya […]
Puisi
Puisi: Potret Diri dengan Sebutir Apel – Halima Puti Djamari (l. 1980)
Halima Puti Djamari (l. 1980) Potret Diri dengan Sebutir Apel kau boleh menghabiskan biru untuk memanjangkanrambutku hingga ke bahu (dan bahkan melebatkannyaseperti gelombang) agar tertutup luka yang sudahmengendap di leher […]
Puisi: beatniks – Nuruddin Asyhadie (l. 1976)
Nuruddin Asyhadie (l. 1976) beatniks seperti anak-anak lain di negeri iniia dilahirkan lewat telinga “namaku karna, anak haram sang hidup. ibuku pelacur kuntibapakku dewa-dewa vasco de gama, jhon pieter coen, […]
Puisi: Bagaimana – OR Mandank (1913-1995)
OR Mandank (1913-1995)Bagaimana I.Sudah lama saya tidak bernyanyi,Telah lama aku tidak berlaguBukan karena jiwaku sunyi,Bukan lantaran hatiku beku. II.Pada lahirnya,Sayalah tidak suka berbantahPada lahirnya,Sayalah tidak banyak bertingkah, Tetapi, o, kalau […]
Puisi: Manusia – OR Mandank (1913-1995)
OR Mandank (1913-1995)Manusia Kalau saya mengeluarkan suarabukan karena saya dewatetapi karena saya merasaada sesuatu kebenaran yang terkandung di dalamnyaBarangkali ada orang yang akan dapat kuasa dan sempatmeraskan nikmatataupun berbuatataupun guna […]
Puisi: Bila Malam Sudahlah Sepi – OR Mandank (1913-1995)
OR Mandank (1913-1995)Bila Malam Sudahlah Sepi Bila malam sudahlah sepiCengkerik pun tidak berbunyiSedang terlena semesta alam,Hening tenang pewana diam,ketika itu jiwaku indung,bidarku hanyut terkatung-katung,Dibawa arus hiliran kenang,Jangan sangkakan tempat ‘tu […]
Puisi: Aku Belum Hendak Diam – OR Mandank (1913-1995)
OR Mandank (1913-1995)Aku Belum Hendak Diam kepada tuan yang membujuk saya O, saya tahu tempat yang tenteramTetapi saya belum hendak mengeram Kungin dahulu melalui jeramSupaya kupersaksikan gemuruh riamArti hidup […]
Puisi: Credo – Dami N. Toda (1955-2005)
Dami N. Toda (1955-2005)Credo Percaya awan? awan menyangkal waktu dikoyak sinar sang surya Percaya gunung? gunung menyangkal waktu puncak dibongkar api Percaya bumi? bumi menyangkal waktu biru biru biru tak […]
Puisi: requiem sebuah balon – Malkan Junaidi
Malkan Junaidirequiem sebuah balon pintu itu, mayat pohon mangga dari sebuah kebun. ia telah menerima berjuta ketukan dan salam. angin dan debu, tamu-tamu yag paling tekun, membawa dongang-dongeng dari tanah […]
