• Mata Puisi
  • Vlog Juru Baca
  • Arsip Horison 1966 – 1990
Antologi Hari Puisi

Menu

Skip to content
  • Beranda
    • Esai
    • Buku
    • Puisi
    • Penyair
    • Wawancara
  • Antologi Tumbuh
  • Situs Bagus
  • Daftar (sementara) Penyair

Puisi

Puisi: di jeda iklan di sepanjang film kartun yang kuputar di perutku – Malkan Junaidi

Posted on 19 September 202030 Juni 2021 by Editor

Malkan Junaididi jeda iklan di sepanjang film kartun yang kuputar di perutku aku suka subuh yang hujan. aku suka mengakhiri malam di tubuhku dengan kesadaran bahwa ini bukan musim kemarau. […]

Posted in Puisi Tagged malkan junaidi, Puisi Leave a comment

Puisi: Duke Island* – Sunlie Thomas Alexander (l. 1977)

Posted on 19 September 202019 September 2020 by Editor

Sunlie Thomas Alexander (l. 1977)Duke Island* : para penambang singkek         dari mana hendaknya ke mana        dari thong san kami ke bangka di atas kapal nasib kami dijejal-jejalserupa anak babi […]

Posted in Puisi Tagged Puisi, Sunlie Thomas Alexander Leave a comment

Puisi: Lendir Bekicot -Sunlie Thomas Alexander (l. 1977)

Posted on 19 September 202019 September 2020 by Editor

Sunlie Thomas Alexander (l. 1977)Lendir Bekicot kata ayah: bekicot di kampung kamidibawa oleh jepang, lendirnya anyir sepanjang jalan dan di bawah terik mataharilayulah kembang-kembang setaman hingga suatu masa– ah, bukan […]

Posted in Puisi Tagged Puisi, Sunlie Thomas Alexander Leave a comment

Puisi: Silsilah Ruko Tua -Sunlie Thomas Alexander (l. 1977)

Posted on 19 September 202019 September 2020 by Editor

Sunlie Thomas AlexanderSilsilah Ruko Tua ini ruko, dari luar segala nampak: sukacitamendiang buyut menjelma mesin jahit tuan,sisa keluletannya menyaru sebagai pakaiandi hanger dan rak-rak panjang, melambailahuntung-rugi niagaseumpama kain-kain pajangan “jika […]

Posted in Puisi Tagged Puisi, Sunlie Thomas Alexander Leave a comment

Puisi: Jalan Setapak – Iswadi Pratama (l. 1971)

Posted on 19 September 202019 September 2020 by Editor

Iswadi Pratama (l. 1971)Jalan Setapak engkau jalan setapak di pinggiran tanjungkarangmeliuk di pinggang bukit, lempang di landai pantairumpang-lesuh di kampung kumuh di minggu pagi,orang-orang, sebagian kecil orang di kota inimerayakan […]

Posted in Puisi Tagged Iswadi Pratama, Puisi Leave a comment

Puisi: Kebun Istana – Ali Ibnu Anwar (l. 1996)

Posted on 18 September 202019 September 2020 by Editor

Ali Ibnu Anwar (l. 1996)kebun istana lihat kebunku. kehilangan bunga. ada yang punah dan ada yang lucut. setiap zaman, kucari cahaya. yang punah kelesah arah. yang lucut merajut maksud. Sumber: […]

Posted in Puisi Tagged ali ibnu anwar, Puisi Leave a comment

Puisi: stasiun kota -Ali Ibnu Anwar (l. 1986)

Posted on 18 September 202018 September 2020 by Editor

Ali Ibnu Anwar (l. 1986)stasiun kota dekat stasiun kota. lewat jam lima pagi. tubuhku menjadi arsip yang genting. menuju matahari, tanpa embun pagi. aku simpan lembab hujan di saku celana. […]

Posted in Puisi Tagged ali ibnu anwar, Puisi Leave a comment

Puisi: Bianglala – Rusli A. Malem (l. 1942)

Posted on 17 September 202017 September 2020 by Editor

Rusli A. Malem (l. 1942)Bianglala Gerimis dan mentariSaling berbagi dukaMendung dan langitTerkulai dalam warna Dedaunan dan rintik airMengisahkan kembali dongeng-dongeng masa kecilTentang seribu hantuYang menguras sebuah kolamMemahami ikan baduDengan taring-taringnya […]

Posted in Puisi Tagged Puisi, rusli a. malem Leave a comment

Puisi: Kalimat Lapar Bahasa Rempah -Ng. Lilis Suryani (l. 1996)

Posted on 9 September 20209 September 2020 by Editor

Ng. Lilis Suryani (l. 1996)Kalimat Lapar Bahasa Rempah IDi balik rak yang gelap iniPiring dan gelas mematung menanti isiTungku redup malu-maluApi tak cukup menyala dari dada Ah, singkong yang tegaTak […]

Posted in Puisi Tagged ng. lilis suryani, Puisi Leave a comment

Posts navigation

← Older posts
Newer posts →

Kategori

  • Agenda (14)
  • Anekdot (10)
  • Apresiasi (1)
  • Buku (10)
  • Dari Kami (7)
  • Esai (136)
  • Lokomoteks (2)
  • Majas (2)
  • Penyair (13)
  • Puisi (2,026)
  • Puitika (3)
  • Wawancara (2)

Arsip

RSS Antologi Hari Puisi

  • Puisi: Lawen Legespun – Junewal Muchtar (1956-2015)
  • Teks Deklarasi Hari Puisi Indonesia 26 Juli
  • Esai: Apa yang Dibaca Chairil?
  • Puisi yang Bagus (2): Yang Mengantar pada Kematangan
  • Puisi yang Bagus (1): Kemahiran Menggunakan Perangkat Puitika
  • Puisi: Apakah Air Mata Seorang Asing Cuma Air yang Mengalir Membasahi Pipi Mereka Begitu Saja? – Moch Aldy MA
  • Esai: Tugas Seorang Penyair – Hasan Aspahani
  • Esai: Perahu sebagai Tamsil Tubuh, dari Fansuri hingga Rengganis
  • Puisi: Ngagel – Mardi Luhung (l. 1965)

Tag

Abdul Hadi WM Acep Zamzam Noor Agam Wispi Agenda Amir Hamzah Anekdot Avianti Armand Ayatrohaedi Badruddin Emce bukhari aljauhari Chairil Anwar Dami N. Toda Djajanto Supra Doddi Ahmad Fauji D Zawawi Imron Esai Frans Nadjira Goenawan Mohamad H. Amang Rahman Jubair Hasan Aspahani Hasif Amini HPI2017 HR. Bandaharo J.E. Tatengkeng Korrie Layun Rampan Mawie Ananta Jonie Mh. Rustandi Kartakusuma Muhammad Yamin Nina Minareli Penyair Pranita Dewi Puisi Putu Vivi Lestari Rendra Rida K. Liamsi Rivai Apin Saini KM Sapardi Djoko Damono setia naka andrian Subagio Sastrowardoyo Sutardji Calzoum Bachri Tjak S. Parlan Toeti Heraty Trisno Sumardjo Wiji Thukul

Hari Puisi | Antologi Puisi Indonesia

Lahir seorang besar dan tenggelam beratus ribu. Keduanya harus dicatet, keduanya dapat tempat - "Catetan Th. 1946" - Chairil Anwar

Tulisan Terbaru

  • Puisi: Lawen Legespun – Junewal Muchtar (1956-2015)
  • Teks Deklarasi Hari Puisi Indonesia 26 Juli
  • Esai: Apa yang Dibaca Chairil?
  • Puisi yang Bagus (2): Yang Mengantar pada Kematangan
  • Puisi yang Bagus (1): Kemahiran Menggunakan Perangkat Puitika

Kontak Kerjasama

jurubaca@gmail.com (Email)

Kategori

  • Agenda (14)
  • Anekdot (10)
  • Apresiasi (1)
  • Buku (10)
  • Dari Kami (7)
  • Esai (136)
  • Lokomoteks (2)
  • Majas (2)
  • Penyair (13)
  • Puisi (2,026)
  • Puitika (3)
  • Wawancara (2)

Telusuri Isi

Arsip

Antologi Tumbuh

Situs ini berupaya memuat puisi Indonesia dari titik awal sejauh yang bisa kami telusuri, hingga ke titik paling mutakhir di mana kami yakin puisi tersebut telah atau akan meninggalkan jejak yang  mewakili perkembangan dan pencapaian serta memberi sumbangan yang memperkaya cara ucap dan tema dalam puisi kita.

Sejak 2016 | Dikelola oleh Hasan Aspahani