Hijaz Yamani (1933-2001) Lanskap Sungai– (bagi hari jadi kotaku ke-457) 1Kususuri lagi sekarangalur sungaimu sungaiku coklat susu(Kata kau kehidupan mulai di sini)mengapa beragamdan bertumpubergulat selalu 2Beginikah wajah alamwajah siangwajah malampinggir […]
Puisi
Puisi: Perjanjian Baru – Hijaz Yamani (1933-2001)
Hijaz Yamani (1933-2001)Perjanjian Baru membuka jendela malammenatap langit menyingkap rahasiakota-kota yang rusuh di tanah airku membuka jendela, danmenatap langit sepanjang malamadalah kelelapan impian asasipelarian dari perjanjian yang tak pernah ditepati,kata […]
Puisi: Dua Percakapan – Ready Susanto (l. 1967)
Ready Susanto (l. 1967)Dua Percakapan : M. Aan Mansyur /1. hujan/ jika ingin kenalnama lain dari hujan(apalagi nama aslinya)jangan kau tanya penyair tua(apalagi yang muda dan manja) pahami saja Bundayang […]
Puisi: lelaki, perempuan, sungai, dan jembatan yang runtuh – Malkan Junaidi
Malkan Junaidilelaki, perempuan, sungai, dan jembatan yang runtuh kau mengecup keningku. beberapa kali. hangat dan lembut. “lelakiku. ah, lelakiku,” bisikmu. aku tersenyum. menatap bayanganku yang menyala redup di kedua matamu. […]
Percakapan – Ajip Rosidi (l. 1938)
Ajip Rosidi (l. 1938)Percakapan Akankah ini suatu permainanSedang wajah jadi layu, ayip Malam terlalu tebal di matamuHidup menjanjikan tantangan kepadaku Dekapkan wajahmu ke wajahkuBiar malam tebal menebal bergelayutanDi dinding trem […]
Puisi: Tanahair – Ajip Rosidi (l. 1938)
Ajip Rosidi (l. 1938)Tanahair Adalah hijau pegununganAdalah biru lautanAda hijauAda biruLangit dan hatiku Adalah aku pucuk tatapanAda pucukAda tatapanAda pucuk senapanMengarah ke dadaku Hijau pegunungan biru lautanBukannya harapan adalah ketakutanHijau […]
Puisi: Kambing yang Berdiri di Rel Kereta – Innezdhe Ayang Marhaeni
Innezdhe Ayang MarhaeniKambing yang Berdiri di Rel Kereta Pergi kemanakah orang-orang yang telah mati?Menjadi mendungkah sehingga pemakaman orang-orang baik basah oleh tanah?Atau menjadi derak-derak penghubung gerbong yang dari ambangnya kita […]
Di Perantara – Innezdhe Ayang Marhaeni
Innezdhe Ayang MarhaeniDi Perantara Di jendela yang merangkap kaca itu, mataku terkuburTidak dalam, hanya seperlunyaSebab aku tak lihat matahari dan angin-angin yang memakannya Tapi aku tahu cerita langit yang pulang […]
Puisi: Pulau Jawa dan Masa Depannya – Innezdhe Ayang Marhaeni
Innezdhe Ayang Marhaeni Pulau Jawa dan Masa Depannya Kelak esok hari, seperti wajah lelaki yang matang di usia dini Di pulau ini akan ada cambang-cambang halus yang darinya menegak kala […]
