• Mata Puisi
  • Vlog Juru Baca
  • Arsip Horison 1966 – 1990
Antologi Hari Puisi

Menu

Skip to content
  • Beranda
    • Esai
    • Buku
    • Puisi
    • Penyair
    • Wawancara
  • Antologi Tumbuh
  • Situs Bagus
  • Daftar (sementara) Penyair

Puisi

Puisi: Lanskap Sungai – Hijaz Yamani (1933-2001)

Posted on 28 Juli 202018 Agustus 2020 by Editor

Hijaz Yamani (1933-2001) Lanskap Sungai– (bagi hari jadi kotaku ke-457) 1Kususuri lagi sekarangalur sungaimu sungaiku coklat susu(Kata kau kehidupan mulai di sini)mengapa beragamdan bertumpubergulat selalu 2Beginikah wajah alamwajah siangwajah malampinggir […]

Posted in Puisi Tagged hijaz yamani, Puisi Leave a comment

Puisi: Perjanjian Baru – Hijaz Yamani (1933-2001)

Posted on 20 Juli 202018 Agustus 2020 by Editor

Hijaz Yamani (1933-2001)Perjanjian Baru membuka jendela malammenatap langit menyingkap rahasiakota-kota yang rusuh di tanah airku membuka jendela, danmenatap langit sepanjang malamadalah kelelapan impian asasipelarian dari perjanjian yang tak pernah ditepati,kata […]

Posted in Puisi Tagged hijaz yamani, Puisi Leave a comment

Puisi: Dua Percakapan – Ready Susanto (l. 1967)

Posted on 15 Juli 202023 Agustus 2020 by Editor

Ready Susanto (l. 1967)Dua Percakapan : M. Aan Mansyur /1. hujan/ jika ingin kenalnama lain dari hujan(apalagi nama aslinya)jangan kau tanya penyair tua(apalagi yang muda dan manja) pahami saja Bundayang […]

Posted in Puisi Tagged Puisi, ready susanto Leave a comment

Puisi: lelaki, perempuan, sungai, dan jembatan yang runtuh – Malkan Junaidi

Posted on 30 Juni 202030 Juni 2021 by Editor

Malkan Junaidilelaki, perempuan, sungai, dan jembatan yang runtuh kau mengecup keningku. beberapa kali. hangat dan lembut. “lelakiku. ah, lelakiku,” bisikmu. aku tersenyum. menatap bayanganku yang menyala redup di kedua matamu. […]

Posted in Puisi Tagged malkan junaidi, Puisi Leave a comment

Percakapan – Ajip Rosidi (l. 1938)

Posted on 12 Juni 202012 Juni 2020 by Editor

Ajip Rosidi (l. 1938)Percakapan Akankah ini suatu permainanSedang wajah jadi layu, ayip Malam terlalu tebal di matamuHidup menjanjikan tantangan kepadaku Dekapkan wajahmu ke wajahkuBiar malam tebal menebal bergelayutanDi dinding trem […]

Posted in Puisi Tagged Ajip Rosidi, Puisi Leave a comment

Puisi: Tanahair – Ajip Rosidi (l. 1938)

Posted on 12 Juni 202012 Juni 2020 by Editor

Ajip Rosidi (l. 1938)Tanahair Adalah hijau pegununganAdalah biru lautanAda hijauAda biruLangit dan hatiku Adalah aku pucuk tatapanAda pucukAda tatapanAda pucuk senapanMengarah ke dadaku Hijau pegunungan biru lautanBukannya harapan adalah ketakutanHijau […]

Posted in Puisi Tagged Ajip Rosidi, Puisi Leave a comment

Puisi: Kambing yang Berdiri di Rel Kereta – Innezdhe Ayang Marhaeni

Posted on 11 Juni 202011 Juni 2020 by Editor

Innezdhe Ayang MarhaeniKambing yang Berdiri di Rel Kereta Pergi kemanakah orang-orang yang telah mati?Menjadi mendungkah sehingga pemakaman orang-orang baik basah oleh tanah?Atau menjadi derak-derak penghubung gerbong yang dari ambangnya kita […]

Posted in Puisi Tagged Innezdhe Ayang Marhaeni, Puisi Leave a comment

Di Perantara – Innezdhe Ayang Marhaeni

Posted on 11 Juni 202011 Juni 2020 by Editor

Innezdhe Ayang MarhaeniDi Perantara Di jendela yang merangkap kaca itu, mataku terkuburTidak dalam, hanya seperlunyaSebab aku tak lihat matahari dan angin-angin yang memakannya Tapi aku tahu cerita langit yang pulang […]

Posted in Puisi Tagged Innezdhe Ayang Marhaeni, Puisi Leave a comment

Puisi: Pulau Jawa dan Masa Depannya – Innezdhe Ayang Marhaeni

Posted on 11 Juni 202011 Juni 2020 by Editor

Innezdhe Ayang Marhaeni Pulau Jawa dan Masa Depannya Kelak esok hari, seperti wajah lelaki yang matang di usia dini Di pulau ini akan ada cambang-cambang halus yang darinya menegak kala […]

Posted in Puisi Tagged Innezdhe Ayang Marhaeni, Puisi Leave a comment

Posts navigation

← Older posts
Newer posts →

Kategori

  • Agenda (14)
  • Anekdot (10)
  • Apresiasi (1)
  • Buku (10)
  • Dari Kami (7)
  • Esai (136)
  • Lokomoteks (2)
  • Majas (2)
  • Penyair (13)
  • Puisi (2,026)
  • Puitika (3)
  • Wawancara (2)

Arsip

RSS Antologi Hari Puisi

  • Puisi: Lawen Legespun – Junewal Muchtar (1956-2015)
  • Teks Deklarasi Hari Puisi Indonesia 26 Juli
  • Esai: Apa yang Dibaca Chairil?
  • Puisi yang Bagus (2): Yang Mengantar pada Kematangan
  • Puisi yang Bagus (1): Kemahiran Menggunakan Perangkat Puitika
  • Puisi: Apakah Air Mata Seorang Asing Cuma Air yang Mengalir Membasahi Pipi Mereka Begitu Saja? – Moch Aldy MA
  • Esai: Tugas Seorang Penyair – Hasan Aspahani
  • Esai: Perahu sebagai Tamsil Tubuh, dari Fansuri hingga Rengganis
  • Puisi: Ngagel – Mardi Luhung (l. 1965)

Tag

Abdul Hadi WM Acep Zamzam Noor Agam Wispi Agenda Amir Hamzah Anekdot Avianti Armand Ayatrohaedi Badruddin Emce bukhari aljauhari Chairil Anwar Dami N. Toda Djajanto Supra Doddi Ahmad Fauji D Zawawi Imron Esai Frans Nadjira Goenawan Mohamad H. Amang Rahman Jubair Hasan Aspahani Hasif Amini HPI2017 HR. Bandaharo J.E. Tatengkeng Korrie Layun Rampan Mawie Ananta Jonie Mh. Rustandi Kartakusuma Muhammad Yamin Nina Minareli Penyair Pranita Dewi Puisi Putu Vivi Lestari Rendra Rida K. Liamsi Rivai Apin Saini KM Sapardi Djoko Damono setia naka andrian Subagio Sastrowardoyo Sutardji Calzoum Bachri Tjak S. Parlan Toeti Heraty Trisno Sumardjo Wiji Thukul

Hari Puisi | Antologi Puisi Indonesia

Lahir seorang besar dan tenggelam beratus ribu. Keduanya harus dicatet, keduanya dapat tempat - "Catetan Th. 1946" - Chairil Anwar

Tulisan Terbaru

  • Puisi: Lawen Legespun – Junewal Muchtar (1956-2015)
  • Teks Deklarasi Hari Puisi Indonesia 26 Juli
  • Esai: Apa yang Dibaca Chairil?
  • Puisi yang Bagus (2): Yang Mengantar pada Kematangan
  • Puisi yang Bagus (1): Kemahiran Menggunakan Perangkat Puitika

Kontak Kerjasama

jurubaca@gmail.com (Email)

Kategori

  • Agenda (14)
  • Anekdot (10)
  • Apresiasi (1)
  • Buku (10)
  • Dari Kami (7)
  • Esai (136)
  • Lokomoteks (2)
  • Majas (2)
  • Penyair (13)
  • Puisi (2,026)
  • Puitika (3)
  • Wawancara (2)

Telusuri Isi

Arsip

Antologi Tumbuh

Situs ini berupaya memuat puisi Indonesia dari titik awal sejauh yang bisa kami telusuri, hingga ke titik paling mutakhir di mana kami yakin puisi tersebut telah atau akan meninggalkan jejak yang  mewakili perkembangan dan pencapaian serta memberi sumbangan yang memperkaya cara ucap dan tema dalam puisi kita.

Sejak 2016 | Dikelola oleh Hasan Aspahani