Maro F Lawi (l. 1991) Sajak Terakhir Surga adalah gelembung sabun Yang penuh udara Karena dijejali keluh-kesah orang-orang Pasrah yang malas berusaha. Di sebuah taman, engkau pernah Mewariskan hujah yang […]
Puisi: Perjamuan – Mario F. Lawi (l. 1991)
Maro F Lawi (l. 1991) Perjamuan Sehelai kafan membungkus rotimu. Kami berlatih Menjinakkan berpasang sumpit demi mangkuk-mangkuk mi Yang pasrah di hadapan kami. Tiga botol selai berdebar Di hadapanmu. Coklat. […]
Esai: Pragmatik dan Secuil Teks di Twitter
Catatan Seorang AwamOleh Hasan Aspahani Saya ingin langsung mulai esai ini dengan kutipan: Karena bahasa selalu diungkapkan dalam konteks, ada unsur-unsur tertentu yang menyebabkan serasi tidaknya sistem bahasa di dalamnya. […]
Esai: Mencoba Memahami Apa Itu Sastra
Catatan Permenungan Seorang Awam Oleh Hasan Aspahani ISTILAH “orang awam” saya comot dari Subagio Sastrowardoyo. Ketika menjadi pembicara kunci seminar “Menjelang Teori dan Kritik Susastra Indonesia yang Relevan”, ia membentang […]
Puisi: Rumah – Bahrum Rangkuti (1919-1977)
Bahrum Rangkuti (1919-1977) Rumah Kami menghuni tiga rumah Di kota metropol di mana malaikat, jin dan setan bertarung dalam hati insan Di Ciputat dekat danau si Gintung untuk memisah waktu, […]
Esai: Berpuisi dan Memuisi – Arief Budiman (1941-2020)
Berpuisi dan Memuisi Oleh Arief Budiman (1941-2020) KALAU kita membaca sajak-sajak W.S. Rendra pada nomor Horison bulan lalu (Januari 1968, Ed.), dan bila kita juga kebetulan mengenal manusia Rendra secara […]
