• Mata Puisi
  • Vlog Juru Baca
  • Arsip Horison 1966 – 1990
Antologi Hari Puisi

Menu

Skip to content
  • Beranda
    • Esai
    • Buku
    • Puisi
    • Penyair
    • Wawancara
  • Antologi Tumbuh
  • Situs Bagus
  • Daftar (sementara) Penyair

Puisi: Periuk Cimanuk – Kinanthi Anggraini (l. 1989)

Posted on 15 Agustus 201810 April 2020 by Editor

Kinanthi Anggraini (l. 1989)  Periuk Cimanuk di sinilah percik panca tirta bermuara. dari Cirebon, Indramayudan Majalengka. tempat di mana bunga padi menemui rumputberlanjut ke Sumedang hingga ke Garut hamparan kiri […]

Posted in Puisi Tagged Kinanthi Anggraini, Puisi Leave a comment

Puisi: Peta – Dedet Setiadi (l. 1963)

Posted on 15 Agustus 201815 Agustus 2018 by Editor

Dedet Setiadi (l. 1963) Peta Aku pilih jalan untuk mengusung ketenangan di pos paling ujung kubiarkan segala percakapan tewas menumpuk seperti barisan nisan di pekuburan Tak ada lagi sisa waktu […]

Posted in Puisi Tagged Dedet Setiadi, Puisi Leave a comment

Puisi: Halaman Kota – Alex R. Nainggolan (l. 1982)

Posted on 14 Agustus 201814 Agustus 2018 by Editor

Alex R. Nainggolan (l. 1982) Halaman Kota di halaman kota, engkau terjebak. menyimpan segala sakit .orang- orang bertahan di beranda rumah. hujan urung datang, hanya ada langkah serdadu yang tergesa. […]

Posted in Puisi Tagged Alex R Nainggolan, Puisi Leave a comment

Puisi: Aku Pelupa Soal Pidato – Didik Siswantono (l. 1968)

Posted on 14 Agustus 2018 by Editor

Didik Siswantono (l. 1968) Aku Pelupa soal Pidato Sesudah pidato ketiga lebih baik aku keluar sebentar hembusan angan telah menelan semua ingin lebih baik mencicipi kopi yang pahitnya tertunda tadi […]

Posted in Puisi Tagged Didik Siswantono, Puisi Leave a comment

Puisi: Buku Tabungan – Didik Siswantono (l. 1968)

Posted on 14 Agustus 2018 by Editor

Didik Siswantono (l. 1968) Buku Tabungan “Bolehkah aku membantumu, Pak?” Bapak tak menjawab, terus membuka buku tabungan yang berguguran, menghitungnya lalu melupakannya. Bapak kini mencoba melihat kalender sebuah bank. Sia-sia […]

Posted in Puisi Tagged Didik Siswantono, Puisi Leave a comment

Puisi: Pada Suatu Malam di Bekasi – Didik Siswantono (l. 1968)

Posted on 14 Agustus 2018 by Editor

Didik Siswantono (l. 1968) Pada Suatu Malam di Bekasi Dilihat dari dalam adalah lampu baca, dilihat dari luar adalah laron yang terbang di sela-sela cahaya. Tetap tak menggubris batas panas […]

Posted in Puisi Tagged Didik Siswantono, Puisi Leave a comment

Puisi: Surat Keterangan Domisili – Alex R. Nainggolan (l. 1982)

Posted on 13 Agustus 201814 Agustus 2018 by Editor

Alex R. Nainggolan (l. 1982) Surat Keterangan Domisili bukankah telah kuhimpun setiap riwayatmu? agar kau tak menjadi rayap bagi arsip negara. dengan kerumun data yang menjejak, mungkin tentang sedikit tanggal […]

Posted in Puisi Tagged Alex R Nainggolan, Puisi Leave a comment

Puisi: Siola – Didik Siswantono (l. 1968)

Posted on 13 Agustus 201814 Agustus 2018 by Editor

Didik Siswantono (l. 1968) Siola Siola, silam yang menghamba getar-getar ke- nangan, lalu ditinggalkan. Sebuah toko, loteng jingga bunga-bunga dan teh pahit kaki lima, me- nyisakan nama lama yang telanjur […]

Posted in Puisi Tagged Didik Siswantono, Puisi Leave a comment

Puisi: Hunderbluss dalam Peti Linguis – May Moon Nasution (l. 1988)

Posted on 12 Agustus 201814 Agustus 2018 by Editor

May Moon Nasution (l. 1988) Hunderbluss dalam Peti Linguis kita bayangkan perang usai, hunderbluss pun telah disimpan dalam peti, tapi masih saja kau bertangas api, berdiang di balik tembok belingas […]

Posted in Puisi Tagged May Moon Nasution, Puisi Leave a comment

Posts navigation

← Older posts
Newer posts →

Kategori

  • Agenda (14)
  • Anekdot (10)
  • Apresiasi (1)
  • Buku (10)
  • Dari Kami (7)
  • Esai (136)
  • Lokomoteks (2)
  • Majas (2)
  • Penyair (13)
  • Puisi (2,026)
  • Puitika (3)
  • Wawancara (2)

Arsip

RSS Antologi Hari Puisi

  • Puisi: Lawen Legespun – Junewal Muchtar (1956-2015)
  • Teks Deklarasi Hari Puisi Indonesia 26 Juli
  • Esai: Apa yang Dibaca Chairil?
  • Puisi yang Bagus (2): Yang Mengantar pada Kematangan
  • Puisi yang Bagus (1): Kemahiran Menggunakan Perangkat Puitika
  • Puisi: Apakah Air Mata Seorang Asing Cuma Air yang Mengalir Membasahi Pipi Mereka Begitu Saja? – Moch Aldy MA
  • Esai: Tugas Seorang Penyair – Hasan Aspahani
  • Esai: Perahu sebagai Tamsil Tubuh, dari Fansuri hingga Rengganis
  • Puisi: Ngagel – Mardi Luhung (l. 1965)

Tag

Abdul Hadi WM Acep Zamzam Noor Agam Wispi Agenda Amir Hamzah Anekdot Avianti Armand Ayatrohaedi Badruddin Emce bukhari aljauhari Chairil Anwar Dami N. Toda Djajanto Supra Doddi Ahmad Fauji D Zawawi Imron Esai Frans Nadjira Goenawan Mohamad H. Amang Rahman Jubair Hasan Aspahani Hasif Amini HPI2017 HR. Bandaharo J.E. Tatengkeng Korrie Layun Rampan Mawie Ananta Jonie Mh. Rustandi Kartakusuma Muhammad Yamin Nina Minareli Penyair Pranita Dewi Puisi Putu Vivi Lestari Rendra Rida K. Liamsi Rivai Apin Saini KM Sapardi Djoko Damono setia naka andrian Subagio Sastrowardoyo Sutardji Calzoum Bachri Tjak S. Parlan Toeti Heraty Trisno Sumardjo Wiji Thukul

Hari Puisi | Antologi Puisi Indonesia

Lahir seorang besar dan tenggelam beratus ribu. Keduanya harus dicatet, keduanya dapat tempat - "Catetan Th. 1946" - Chairil Anwar

Tulisan Terbaru

  • Puisi: Lawen Legespun – Junewal Muchtar (1956-2015)
  • Teks Deklarasi Hari Puisi Indonesia 26 Juli
  • Esai: Apa yang Dibaca Chairil?
  • Puisi yang Bagus (2): Yang Mengantar pada Kematangan
  • Puisi yang Bagus (1): Kemahiran Menggunakan Perangkat Puitika

Kontak Kerjasama

jurubaca@gmail.com (Email)

Kategori

  • Agenda (14)
  • Anekdot (10)
  • Apresiasi (1)
  • Buku (10)
  • Dari Kami (7)
  • Esai (136)
  • Lokomoteks (2)
  • Majas (2)
  • Penyair (13)
  • Puisi (2,026)
  • Puitika (3)
  • Wawancara (2)

Telusuri Isi

Arsip

Antologi Tumbuh

Situs ini berupaya memuat puisi Indonesia dari titik awal sejauh yang bisa kami telusuri, hingga ke titik paling mutakhir di mana kami yakin puisi tersebut telah atau akan meninggalkan jejak yang  mewakili perkembangan dan pencapaian serta memberi sumbangan yang memperkaya cara ucap dan tema dalam puisi kita.

Sejak 2016 | Dikelola oleh Hasan Aspahani