Sihar Ramses Simatupang (l. 1974) Waris Almanak menyimpan hak waris almanak itu, tanggal-tanggal telah dilepaskan ketika kayuh kita sampai ke hari lepas yang masih berkeliaran. ada mantera, wasiat, dan air […]
Puisi: Benih – Tia Setiadi (l. 1980)
Tia Setiadi (l. 1980) Benih (Di Hadapan Lukisan-Lukisan KH. M.Fuad Riyadi) /1/ Untuk naik Kau harus turun Sebab inti langit bukan di langit Inti bukit bukan di bukit Birunya […]
Puisi: Kalau Dunia – Sihar Ramses Simatupang (l. 1974)
Sihar Ramses Simatupang (l. 1974) Kalau Dunia kalau dunia melupakan jejak pena di lontar dan kertas. melainkan hanya mencatat huruf dan angka di tugu sebagai sejarah. maka, serahkanlah pada tanah […]
Puisi: Sajak untuk Sajak – Tia Setiadi (l. 1980)
Tia Setiadi (l. 1980) Sajak untuk Sajak Karena Arjuna bisa memanah dalam gelap maka penyair tua itu pun mencoba menulis sajak dalam gelap Ratusan jagat raya dan galaksi datang dan […]
Puisi: Jurang – Adri Sandra (l. 1964)
Adri Sandra (l. 1964) Jurang mata burung yang mengapit gunung itu, berpijar di rongga hatiku angin yang bising, ia serahkan daun-daun gugur ke bumi “masih adakah tanah lembab di dirimu?” […]
Puisi: Kaukah yang Berlari dan Berteriak? – Isbedy Stiawan ZS (l. 1958)
Isbedy Stiawan ZS (1958) Kaukah yang Berlari dan Berteriak? kaukah yang berlari ke tanah lapang dan berdiri tegap di depan tiang bendera? angin sepoi, langit putih menatap matahari yang mulai […]
Puisi: Menggali Bahasa – Isbedy Stiawan ZS (l. 1958)
Isbedy Stiawan ZS (l. 1958) Menggali Bahasa menggali bahasa purba. tapi yang kudengar cuma kawat-kawat, berjuta antena parabola tertanam di benakku. aku bercakap-cakap dengan paris, australia, bon, berlin, amerika. telah […]
Puisi: Berbekal Sehelai Rambut – Faisal Oddang (l. 1994)
Faisal Oddang (l. 1994) Berbekal Sehelai Rambut Kelak kau bisa membawanya ke salon terbaik sekadar keramas atau merawat bulu mata yang habis karena kau rindukan, tetapi sebelum berangkat bawalah rambutku […]
Puisi: Percakapan Sawerigading dengan We Tenriabeng – Faisal Oddang (l. 1994)
Faisal Oddang (l. 1994) Percakapan Sawerigading dengan We Tenriabeng “Hanya karena kujumput sirih dari ceranamu bukan berarti kuserahkan diri untuk kau miliki.” “Tetapi sayang, internet menyediakan semua ciri-ciri perempuan yang […]
