Handrawan Nadesul (l. 1948)Jatuh Malam di Stasiun Kecil bulan tipis berangsur mekarlampu di peron bergoyang-goyangsaat peluit kereta penghabisansuara anjing di tepi relmengorek-orek sisa tulang ayam gorengangin menusuk ke dalam rusuksangat […]
Puisi: Sangat Bukan – Lan Fang (1970-2011)
Lan Fang (1970-2011)Sangat Bukan apakah kau: angin yang melekat pada kaca pintu? sangat bukan,aku pintu, tempat syair menumpahkan ragu. kalau begitu apakah kau: keraguan yang dipanah rindu? sangat bukan,aku rindu […]
Puisi: Di Sebuah Barak – Rahmat Jabaril (l. 1968)
Rahmat Jabaril (l. 1968)Di Sebuah Barak Bulan di malamserahkan kamarkutembus jendelajelajah dunia Sudah empat nyawaditembus api panaslara menikam tubuhtelanjang para demonstran Kawan-kawankutertidur meranakeramaian di barakpenjara sepi matikawan terbaringdihunus harapankaum jelata! […]
Puisi: Pagi yang Sibuk – Rahmat Jabaril (l. 1968)
Rahmat Jabaril (l. 1968)Pagi yang Sibuk Orang-orang sibukmemecah Jalan SupadioJalan Ciroyommemikul bebanmendengus resahdikejar ambisidan waktu menyempit Suara pabrik menderumembangunkan hati yang terkuburtergesa!memijakkan kaki, diburu waktudikejar sengit mentarimakin cepat diburu wakturibuan […]
Puisi: Bertemu Intel – Rahmat Jabaril (l. 1968)
Rahmat Jabaril (l. 1968) Bertemu Intel Hari ini di Kafe Utan Kayu aku bermuka dengan seorang intel pangkatnya bersembunyi di jaket kulit hitam dan tangkap aura yang kubawa Kita saling […]
Puisi: Malam di Sepanjang Jalan Cibaduyut – Niken Kinanti (l. 1990)
Niken Kinanti (l. 1990)Malam di Sepanjang Jalan Cibaduyut apa yang tergenag dari bola matamuadalah kesedihan beku saat kendaraan berjajar lalu berlalugadis kecil peminta recehan di Jalan Cibaduyutbajunya sobek mulutnya luka-luka […]
Puisi: Yang Tertinggal di Situ Patengang – Niken Kinanti (l. 1990)
Niken Kinanti (l. 1990)Yang Tertinggal di Situ Patengang Yang tertinggal disana adalah jejakmu, dalam dingin udara situKuraih segala mimpi-mimpi bersama obrolan tak hentiAdakah takdir terkadang buruk rupa?Mengambil apa saja yang […]
Puisi: Bulan Terbenam di Dadamu – Niken Kinanti (l. 1990)
Niken Kinanti (l. 1990)Bulan Terbenam di Dadamu Bulan terbenam di dadamu. Tak ada perempuan khusyuk sepertimu.Jari jemari lentik memetiki tetumbuhan sebagai lalapan. Bulan terbenam di dadamu. Aku tak salah memilih […]
Puisi: Nelayan Gagal Menangkap Presiden – T. Wijaya (l. 1970)
T. Wijaya (l. 1970)Nelayan Gagal Menangkap Presiden Nelayan selalu gagal menangkap presiden di sungai Musi.Mereka kelaparan tiap sore hari. Hampir satu abad ikan-ikan disantap presiden. Tapi mereka selalu memilih presiden.Mereka […]
