• Mata Puisi
  • Vlog Juru Baca
  • Arsip Horison 1966 – 1990
Antologi Hari Puisi

Menu

Skip to content
  • Beranda
    • Esai
    • Buku
    • Puisi
    • Penyair
    • Wawancara
  • Antologi Tumbuh
  • Situs Bagus
  • Daftar (sementara) Penyair

Author: Editor

Puisi: Diktum – Yana Risdiana (l. 1973)

Posted on 13 Agustus 202113 Agustus 2021 by Editor

Yana Risdiana (l. 1973)Diktum turun dari sisa kupakan mimpi pada dahi peristiwamasa lalu terus cembung di belakang air mata di kebun ini, bahkan seekor ular sekadar umpamahanya tubuh yang bertaring, […]

Posted in Puisi Tagged Puisi, Yana Risdiana Leave a comment

Puisi: Agar Aku Memandangmu – Gody Usnaat (l. 1984)

Posted on 13 Agustus 202113 Agustus 2021 by Editor

Gody Usnaat (l. 1984)Agar Aku Memandangmu agar aku bisa memandangmusetiap pagi kubuka hatilaksana jendela dan pintukau membentang hijau di sanasebagai rumput yang dihinggapibalon-balon embun agar aku terus memandangmukenangan berjalan sedari […]

Posted in Puisi Tagged gody usnaat, Puisi Leave a comment

Puisi: Di Tepi Sungai Kumb – Gody Usnaat (l. 1984)

Posted on 12 Agustus 202113 Agustus 2021 by Editor

Gody Usnaat (l. 1984)Di Tepi Sungai Kumb kesendirianku seperti dusun: bertubuh kecilbermata pensilberambut ikalaku dilingkupi pohon sagubertetangga dengan buah merahbersaudara dengan betatas dan kasbijalan kecil yang selalu berlumpur itu, karibkusebagaimana […]

Posted in Puisi Tagged gody usnaat, Puisi Leave a comment

Puisi: Pohon Matoa di Ujung Timur Sekolah – Gody Usnaat (l. 1984)

Posted on 12 Agustus 202113 Agustus 2021 by Editor

Gody Usnaat (l. 1984)Pohon Matoa di Ujung Timur Sekolah pada ujung timur sekolah tumbuh subur pohon matoadedaunannya rindang macam atap rumahdi bawah kakinya anak-anak riang duduk berceritatentang guru yang macam […]

Posted in Puisi Tagged gody usnaat, Puisi Leave a comment

Puisi: Punya Rumah, Trada Api – Gody Usnaat (l. 1984)

Posted on 12 Agustus 202112 Agustus 2021 by Editor

Gody Usnaat (l. 1984)Punya Rumah, Trada Api tempo dulu, sa macam Haboi, Walidan orang-orang di Yokomopunya rumah tapi trada apisa jerang air deng apa?macam au* tiada kapur, itu sudah sa […]

Posted in Puisi Tagged gody usnaat, Puisi Leave a comment

Puisi: Yesus Mati Ditembak – Gody Usnaat (l. 1984)

Posted on 12 Agustus 202112 Agustus 2021 by Editor

Gody Usnaat (l. 1984)Yesus Mati Ditembak Yesus sedang asyik mengajar anak-anak bernyanyi mazmurpeluru meluncur kena mata jendela, jubah, dan jantungnyadarah tampias macam air sungai hantam batu para murid lari macam […]

Posted in Puisi Tagged gody usnaat, Puisi Leave a comment

Puisi: Paranggi Pergi – Ilda Karwayu (l. 1993)

Posted on 12 Agustus 202114 Agustus 2021 by Editor

Ilda Karwayu (l. 1993)Paranggi Pergi menggeser sedikit kesetiaanyang menghalangi sinar senangsenangsedang kulakukan ketika umbu landutak lagi menunggu di ambang kejujurankutapi terus saja                   sengaja mengeja: karena kesetiaanlah maka jinak matadan hati […]

Posted in Puisi Tagged ilda karwayu, Puisi Leave a comment

Puisi: Hunian Pengantin Baru – Ilda Karwayu (l. 1993)

Posted on 12 Agustus 202112 Agustus 2021 by Editor

Ilda Karwayu (l. 1993)Hunian Pengantin Baru /I/hunian di lahan mana yang cocok untuk kita?kita—yang embus sedari dulu dari surga—inikita—yang enggan naik ke sana lagi /II/sepetak ilmu pengetahuan di miring stigmatelah […]

Posted in Puisi Tagged ilda karwayu, Puisi Leave a comment

Puisi: Undangan Reuni – Ilda Karwayu (l. 1993)

Posted on 12 Agustus 202112 Agustus 2021 by Editor

Ilda Karwayu (l. 1983)Undangan Reuni puan lempar kedua matanya ke semak-semakhujan turun beramai-ramai, membawa doasemoga keduanya tumbuh jadi kembang kenop puan lari mencari senintapi titiktitik indranya butatak sanggup pulang ke […]

Posted in Puisi Tagged ilda karwayu, Puisi Leave a comment

Posts navigation

← Older posts
Newer posts →

Kategori

  • Agenda (14)
  • Anekdot (10)
  • Apresiasi (1)
  • Buku (10)
  • Dari Kami (7)
  • Esai (136)
  • Lokomoteks (2)
  • Majas (2)
  • Penyair (13)
  • Puisi (2,026)
  • Puitika (3)
  • Wawancara (2)

Arsip

RSS Antologi Hari Puisi

  • Puisi: Lawen Legespun – Junewal Muchtar (1956-2015)
  • Teks Deklarasi Hari Puisi Indonesia 26 Juli
  • Esai: Apa yang Dibaca Chairil?
  • Puisi yang Bagus (2): Yang Mengantar pada Kematangan
  • Puisi yang Bagus (1): Kemahiran Menggunakan Perangkat Puitika
  • Puisi: Apakah Air Mata Seorang Asing Cuma Air yang Mengalir Membasahi Pipi Mereka Begitu Saja? – Moch Aldy MA
  • Esai: Tugas Seorang Penyair – Hasan Aspahani
  • Esai: Perahu sebagai Tamsil Tubuh, dari Fansuri hingga Rengganis
  • Puisi: Ngagel – Mardi Luhung (l. 1965)

Tag

Abdul Hadi WM Acep Zamzam Noor Agam Wispi Agenda Amir Hamzah Anekdot Avianti Armand Ayatrohaedi Badruddin Emce bukhari aljauhari Chairil Anwar Dami N. Toda Djajanto Supra Doddi Ahmad Fauji D Zawawi Imron Esai Frans Nadjira Goenawan Mohamad H. Amang Rahman Jubair Hasan Aspahani Hasif Amini HPI2017 HR. Bandaharo J.E. Tatengkeng Korrie Layun Rampan Mawie Ananta Jonie Mh. Rustandi Kartakusuma Muhammad Yamin Nina Minareli Penyair Pranita Dewi Puisi Putu Vivi Lestari Rendra Rida K. Liamsi Rivai Apin Saini KM Sapardi Djoko Damono setia naka andrian Subagio Sastrowardoyo Sutardji Calzoum Bachri Tjak S. Parlan Toeti Heraty Trisno Sumardjo Wiji Thukul

Hari Puisi | Antologi Puisi Indonesia

Lahir seorang besar dan tenggelam beratus ribu. Keduanya harus dicatet, keduanya dapat tempat - "Catetan Th. 1946" - Chairil Anwar

Tulisan Terbaru

  • Puisi: Lawen Legespun – Junewal Muchtar (1956-2015)
  • Teks Deklarasi Hari Puisi Indonesia 26 Juli
  • Esai: Apa yang Dibaca Chairil?
  • Puisi yang Bagus (2): Yang Mengantar pada Kematangan
  • Puisi yang Bagus (1): Kemahiran Menggunakan Perangkat Puitika

Kontak Kerjasama

jurubaca@gmail.com (Email)

Kategori

  • Agenda (14)
  • Anekdot (10)
  • Apresiasi (1)
  • Buku (10)
  • Dari Kami (7)
  • Esai (136)
  • Lokomoteks (2)
  • Majas (2)
  • Penyair (13)
  • Puisi (2,026)
  • Puitika (3)
  • Wawancara (2)

Telusuri Isi

Arsip

Antologi Tumbuh

Situs ini berupaya memuat puisi Indonesia dari titik awal sejauh yang bisa kami telusuri, hingga ke titik paling mutakhir di mana kami yakin puisi tersebut telah atau akan meninggalkan jejak yang  mewakili perkembangan dan pencapaian serta memberi sumbangan yang memperkaya cara ucap dan tema dalam puisi kita.

Sejak 2016 | Dikelola oleh Hasan Aspahani