Dimas Arika Miharja (1959-2018) Menyunting Waktu kau bertanya, untuk apa kalian menungguku? aku akan hadir dan mengalir menyihir mereka yang terlena aku ada bersama saat orangorang merasa tersayat kemudian melayat […]
Author: Editor
Puisi: Rasa Perjalanan – Arini Hidajati (l. 1972)
Arini Hidajati (l. 1972) Rasa Perjalanan Sekali waktu harus kumanjakan diriku, dengan perjalanan panjang ini, dengan lapar dan dahaga ini, dengan kering dan kurusnya tubuh ini, dengan pucat pasi seluruh […]
Puisi: Anggur Kebijakan – Arini Hidajati (l. 1972)
Arini Hidajati (l. 1972) Anggur Kebijakan Aku belajar menulis puisi, dari desauan angin yang menerpa, dari panasnya mentari, dari nyanyian burung, dari tangisan bayi, dari desahan nafas penderitaan, dari kesendirian […]
Puisi: Lapar – Yusrizal KW (l. 1969)
Yusrizal KW (l. 1969) Lapar meja makan meredam bau darah sarapan pagi berjingkat di jari-jari garpu tak ada yang mesti didendang hari ini kompor meledak jauh hari sebelum jam masak […]
Puisi: Nihil – Yusrizal KW (l. 1969)
Yusrizal KW (l. 1969) Nihil : camilo jose cela hutan itu, menjelmakan anak-anak berpisau tanpa pikiran, berjalan menuju ladang hitam yang kau tunggu bersama keluarga: membunuh hari depan dengan menghanyutkan […]
Puisi: Huma yang Perih – D. Zauhidhie (1934-1984)
D. Zauhidhie (1934-1984) Huma yang Perih tiada lagi kerbau menguak gemertuk roda cikar terengah-engah sarat beban memuat padi kelapa dan umbi tiada punggung-punggung dan bahu-bahu menghambin lanjung penuh berisi terong […]
Puisi: Pengembara di Jalan Ujung – D. Zauhidhie (1934-1984)
D. Zauhidhie (1934-1984) Pengembara di Jalan Ujung Di ujung jalan berdebu engkau termangu lelaki berompi beledru Kala sebekas terlupa jalan lain ke roma hatimu malam gelap Kerikil menguap pecut mendera […]
Puisi: Kepada Paduka Puisi – D. Zauhidhie (1934-1984)
D. Zauhidhie (1934-1984) Kepada Paduka Puisi Kucarikan tiang dan balokan Paku dan papan Walau untuk itu aku jadi tukang besi Menebang pohon di hutan Kubangun rumahmu Di tanah yang luas […]
Puisi: Sekamar dengan Mayat – D. Zauhidhie (1934-1984)
D. Zauhidhie (1934-1984) Sekamar dengan Mayat Empat buah lubang peluru di punggungnya Tembus ke sebelah lagi meluhak Tubuhmu yang melunjur kemanusiaan yang lacur Dibidik dari belakang lalu sembunyi Kuselusuri dadamu […]
