• Mata Puisi
  • Vlog Juru Baca
  • Arsip Horison 1966 – 1990
Antologi Hari Puisi

Menu

Skip to content
  • Beranda
    • Esai
    • Buku
    • Puisi
    • Penyair
    • Wawancara
  • Antologi Tumbuh
  • Situs Bagus
  • Daftar (sementara) Penyair

Author: Editor

Puisi: Melankolik – D. Zauhidhie (1934-1984)

Posted on 1 Mei 20181 Mei 2018 by Editor

D. Zahidhie (1934-1984) Melankolik selelanya anjing kuduk menari-nari di pekuburan gadis mati sunyi derap kakinya pedang mencincang langit yang gamang tapi bulan sipit mau jua ziarah walau disinggung muram dan […]

Posted in Puisi Tagged d zauhidhie, Puisi Leave a comment

Puisi: Burung-burung Bersarang di dalam Sajakku – Ahmad Nurullah (l. 1964)

Posted on 27 April 201827 April 2018 by Editor

Ahmad Nurullah (l. 1964) Burung-burung Bersarang di dalam Sajakku Itulah peristiwa paling penting yang amat menentukan jalan hidupku. Mengekalkan takdirku. Yakni: Pada suatu sore, ketika kugubah sepotong sajak, dan kupacak […]

Posted in Puisi Tagged Ahmad Nurullah, Puisi Leave a comment

Puisi: Seseorang Berdiri di Tepi Sajakmu – Ahmad Nurullah (l. 1964)

Posted on 27 April 2018 by Editor

Ahmad Nurullah (l. 1964) Seseorang Berdiri di Tepi Sajakmu Seseorang berdiri di tepi sajakmu. Wajahnya sepi, seperti sebuah kuil terpacak di lereng bukit. Sepasang matanya kering, seperti selongsong kulit laba-laba. […]

Posted in Puisi Tagged Ahmad Nurullah, Puisi Leave a comment

Puisi: Menimang Sejarah, Menangisi Airmata – Ahmad Nurullah (l. 1964)

Posted on 27 April 2018 by Editor

Ahmad Nurullah (l. 1964) Menimang Sejarah, Menangisi Airmata —Kepada Orang Lain 1 Sungguh adakah cinta, jika perang adalah fakta, dan darah adalah sejarah? Kadang aku berpikir: Mungkin kita tercipta dari […]

Posted in Puisi Tagged Ahmad Nurullah, Puisi Leave a comment

Puisi: Rakaat Sembahyang Tengah Malam – Karno Kartadibrata (l. 1945)

Posted on 27 April 2018 by Editor

Karno Kartadibrata Rakaat Sembahyang Tengah Malam Rakaat sembahyang tengah malam kubawa dalam pelukan Ah, apa yang dapat dicapai dengan tangan ketika berlari-larian apa yang dapat dikejar apa yang dapat sekarang? […]

Posted in Puisi Tagged Karno Kartadibrata, Puisi Leave a comment

Puisi: Picnic – Karno Kartadibrata (l. 1945)

Posted on 27 April 201826 April 2018 by Editor

Karno Kartadibrata (l. 1945) Picnic I Kau duduk di ruang bawah gerabah lantai jerami “Ke mana kita pergi,” tanyaku kau tak menjawab di luar angin menderu sebentar kapal terantuk-antuk perjalanan […]

Posted in Puisi Tagged Karno Kartadibrata, Puisi Leave a comment

Esai: Logika, Filsafat, dan Puisi

Posted on 27 April 2018 by Editor

Oleh Hasan Aspahani   Pure mathematics, in its way, is the poetry of logical ideas – Albert Einstein. ADA yang menetapkan mutu – sebut saja menghukum  puisi sebagai karya yang […]

Posted in Esai Tagged Esai, Hasan Aspahani Leave a comment

Puisi: Kepada Merry Mangunsong – Karno Kartadibrata (l. 1945)

Posted on 27 April 201826 April 2018 by Editor

Karno Kartadibrata (l. 1945) Kepada Marry Mangunsong Gadis cemerlang! Sore ini aku akan datang jam lima sekarang jam 15.00, 16.30 dan hampir jam 17.00 Sudahlah betulkan ikatan rambutmu mari lewat […]

Posted in Puisi Tagged Karno Kartadibrata, Puisi Leave a comment

Puisi: Tuhan Para Pelaut – Ahmad Nurullah (l. 1964)

Posted on 27 April 201827 April 2018 by Editor

Ahmad Nurullah (l. 1964) Tuhan Para Pelaut Tuhanku adalah Tuhan para penjelajah: mereka yang menampik ketenangan sebagai hadiah – Tuhan badai, gelombang, angin puyuh Tuhan para pemberani, dan para penemu […]

Posted in Puisi Tagged Ahmad Nurullah, Puisi Leave a comment

Posts navigation

← Older posts
Newer posts →

Kategori

  • Agenda (14)
  • Anekdot (10)
  • Apresiasi (1)
  • Buku (10)
  • Dari Kami (7)
  • Esai (136)
  • Lokomoteks (2)
  • Majas (2)
  • Penyair (13)
  • Puisi (2,026)
  • Puitika (3)
  • Wawancara (2)

Arsip

RSS Antologi Hari Puisi

  • Puisi: Lawen Legespun – Junewal Muchtar (1956-2015)
  • Teks Deklarasi Hari Puisi Indonesia 26 Juli
  • Esai: Apa yang Dibaca Chairil?
  • Puisi yang Bagus (2): Yang Mengantar pada Kematangan
  • Puisi yang Bagus (1): Kemahiran Menggunakan Perangkat Puitika
  • Puisi: Apakah Air Mata Seorang Asing Cuma Air yang Mengalir Membasahi Pipi Mereka Begitu Saja? – Moch Aldy MA
  • Esai: Tugas Seorang Penyair – Hasan Aspahani
  • Esai: Perahu sebagai Tamsil Tubuh, dari Fansuri hingga Rengganis
  • Puisi: Ngagel – Mardi Luhung (l. 1965)

Tag

Abdul Hadi WM Acep Zamzam Noor Agam Wispi Agenda Amir Hamzah Anekdot Avianti Armand Ayatrohaedi Badruddin Emce bukhari aljauhari Chairil Anwar Dami N. Toda Djajanto Supra Doddi Ahmad Fauji D Zawawi Imron Esai Frans Nadjira Goenawan Mohamad H. Amang Rahman Jubair Hasan Aspahani Hasif Amini HPI2017 HR. Bandaharo J.E. Tatengkeng Korrie Layun Rampan Mawie Ananta Jonie Mh. Rustandi Kartakusuma Muhammad Yamin Nina Minareli Penyair Pranita Dewi Puisi Putu Vivi Lestari Rendra Rida K. Liamsi Rivai Apin Saini KM Sapardi Djoko Damono setia naka andrian Subagio Sastrowardoyo Sutardji Calzoum Bachri Tjak S. Parlan Toeti Heraty Trisno Sumardjo Wiji Thukul

Hari Puisi | Antologi Puisi Indonesia

Lahir seorang besar dan tenggelam beratus ribu. Keduanya harus dicatet, keduanya dapat tempat - "Catetan Th. 1946" - Chairil Anwar

Tulisan Terbaru

  • Puisi: Lawen Legespun – Junewal Muchtar (1956-2015)
  • Teks Deklarasi Hari Puisi Indonesia 26 Juli
  • Esai: Apa yang Dibaca Chairil?
  • Puisi yang Bagus (2): Yang Mengantar pada Kematangan
  • Puisi yang Bagus (1): Kemahiran Menggunakan Perangkat Puitika

Kontak Kerjasama

jurubaca@gmail.com (Email)

Kategori

  • Agenda (14)
  • Anekdot (10)
  • Apresiasi (1)
  • Buku (10)
  • Dari Kami (7)
  • Esai (136)
  • Lokomoteks (2)
  • Majas (2)
  • Penyair (13)
  • Puisi (2,026)
  • Puitika (3)
  • Wawancara (2)

Telusuri Isi

Arsip

Antologi Tumbuh

Situs ini berupaya memuat puisi Indonesia dari titik awal sejauh yang bisa kami telusuri, hingga ke titik paling mutakhir di mana kami yakin puisi tersebut telah atau akan meninggalkan jejak yang  mewakili perkembangan dan pencapaian serta memberi sumbangan yang memperkaya cara ucap dan tema dalam puisi kita.

Sejak 2016 | Dikelola oleh Hasan Aspahani