Achmad Rizani Asnawi (l. 1944) Sajak-Sajak Spanduk I sudah waktunya belajar sejarah dari spanduk-spanduk yang tergantung di udara belajar sopan-santun pada mulut spanduk yang fasih mengulang kata yang menyorot pada […]
Author: Editor
Puisi: Masa Baru – Purwa Atmadja (1923-….)
Purwa Atmadja (1923-…) Masa Baru Kepada Heinrich Heine Sekali tiba masa ketika, Duni mewah gugur merata, Enyah Seni murah indah, Tangan kasar akan merobek Segala apa nan molek, Akan meremuk […]
Puisi: … Segan Berkajoeh Hanjoet ke Hilir – Samsoe Tiroesah (1910)
Samsoe Tiroesah (1910) Maloe Bertanja Sesat di Djalan, Segan Berkajoeh Hanyoet ke Hilir Murid sekolah di mana-mana, Asal menurut nasihat rencana, Lepas daripada marabencana, Usikan guru ambillah guna. Baiklah kita […]
Puisi: Pemberian Tahoe – B.K. (1910)
B.K. (1910) Pemberian Tahoe 1. Muhun ampun, beribu ampun, Kepada sekaliyan pembaca pantun, Pantun telaat berkunjung tuan Kerana ta’ saperti permulaan. 2. Mulai keluwar berhuruf Arab, Sebab perlu mencahri akrab, […]
Puisi: Sjair Anak Perempoean – Anonim (1910)
Anonim (1910) Sjair Anak Perempoean 1 Ini syair satu pelajaran, Buat anak perempuan punya aturan, Supaya bisa mendapat satu pikiran, Supaya menjadi suatu pengajaran. 2 Ini syair buat satu peringatan, […]
Puisi: Dogma – Mahatmanto (1924-1997)
Mahatmanto (1924-1997) Dogma Kau katakan sempit menghimpit, karena jiwamu hidup, meletup! Kau pecahkan ruang lilipit. Tetapi….. tiadalah biji merasa tercepit oleh kulit. Hanya ketika biji bersemi, berkecambah, baru merasa, dan […]
Puisi: Pantai – Mahatmanto (1924-1997)
Mahatmanto (1924-1997) Pantai Tidak seorang pun yang mengikuti jejakku jejakku satu-satunya di sepanjang pantai terasing ini jejak yang segera akan hilang dijilat pasang Aku mencari-cari wajah di tiap gelora wajah […]
Puisi: Anonim – Mahatmanto (1924-1997)
Mahatmanto (1924-1997) Anonim Jika aku tahu bahwa aku akan mati dan lenyap serta tak seorang akan mengenang seekor anjing kesayangan pun tidak mengapa aku harus hidup dan mabuk serta mentersiakan […]
Puisi: Kepada Pujangga Dunia – Mahatmanto (1924 – 1997)
Mahatmanto (1924 – 1997) Kepada Pujangga Dunia Seperti burung laut, dengan liurnya dibuatnya sarang permai di gua, di tubir pantai tempat diam terletak telurnya tempat pecah merekahnya, melahirkan isinya tempat […]
