• Mata Puisi
  • Vlog Juru Baca
  • Arsip Horison 1966 – 1990
Antologi Hari Puisi

Menu

Skip to content
  • Beranda
    • Esai
    • Buku
    • Puisi
    • Penyair
    • Wawancara
  • Antologi Tumbuh
  • Situs Bagus
  • Daftar (sementara) Penyair

Author: Editor

Puisi: Sajak-Sajak Ultraviolet 18 – Mahatmanto (1924-1997)

Posted on 7 Desember 20177 Desember 2017 by Editor

Mahatmanto (1924-1997) Sajak-Sajak Ultraviolet 18 Aku bayangi bayanganku sendiri di sepanjang pantai berpasir ini sampai capai kaki melangkah Aku tidak bertemu seorang pun selain kerang dan karang di sana-sini kepiting […]

Posted in Puisi Tagged Mahatmanto, Puisi Leave a comment

Puisi: Kembang Putih di Atas Perahu – Benny Arnas (l. 1983)

Posted on 6 Desember 2017 by Editor

Benny Arnas (l. 1983) Kembang Putih di Atas Perahu Kularung ibu di samudera yang meliuk di taman tanpa tiang Ia hanya mengembara dengan biduk pelepah air mata, dengan sauh yang […]

Posted in Puisi Tagged Benny Arnas, Puisi Leave a comment

Puisi: Menjadi Kambing Berjamaah – Benny Arnas (l. 1983)

Posted on 6 Desember 2017 by Editor

Benny Arnas (l. 1983) Menjadi Kambing Berjamaah Orang-orang berkerumun. Dengan wajah yang penuh. Bibir yang merapal. Langit jatuh. Matahari tumbuh. Pohon-pohon melepuh. Bumi berpeluh. Ibu dan Anak mendekati. Ikut berkerumun. […]

Posted in Puisi Tagged Benny Arnas, Puisi Leave a comment

Puisi: Cahaya Mendekap yang Membaca – HE. Benyamine (l. 1967)

Posted on 5 Desember 20176 Desember 2017 by Editor

HE. Benyamine (l.  1967) Cahaya Mendekap yang Membaca Aku menyeret badan Yang berserakan di jalan angin Tertembus pedang lantang menantang, “Akulah luka!” Berpangku di atas gelombang menghujat kesungguhan Menutup mata […]

Posted in Puisi Tagged HE. Benyamine, Puisi Leave a comment

Puisi: Tabir Mana yang Kau Singkap – HE. Benyamine (l. 1967)

Posted on 5 Desember 20176 Desember 2017 by Editor

HE. Benyamine (l. 1967) Tabir Mana yang Kau Singkap Ketika malam memilih sendiri tabir mana yang kau singkap sedang mentari teramat setia menanti sembunyi hingga gelap menemukannya. Langit terbelah bagai […]

Posted in Puisi Tagged HE. Benyamine, Puisi Leave a comment

Puisi: Sekarangan Bunga – Atasi Amin (l. 1966)

Posted on 5 Desember 2017 by Editor

Atasi Amin (l. 1966) Sekarangan Bunga sekarangan bunga kami terima dari orang tak dikenal mungkin kurir yang salah tetangga menyangkal karena tak ada pesta atau mereka berduka? mulanya kami gembira […]

Posted in Puisi Tagged Atasi Amin, Puisi Leave a comment

Puisi: Hangus – Atasi Amin (L. 1966)

Posted on 5 Desember 20175 Desember 2017 by Editor

Atasi Amin (l. 1966) Hangus 1. musim ini diilhami sungai yang kering ladang ladang yang ditaburi benih, tumbuh batu batu sejauh perjalanan suatu saat akan berpisah 2 tapi, katakan pada […]

Posted in Puisi Tagged Atasi Amin, Puisi Leave a comment

Puisi: Seperti Apa Rasanya Jatuh dari Cinta? – Benny Arnas (l. 1983)

Posted on 5 Desember 20176 Desember 2017 by Editor

Benny Arnas (l. 1983) Seperti Apa Rasanya Jatuh dari Cinta? Syahdan, seorang perempuan berlari tergesa-gesa dengan sekarung kenangan di kepala. Ia lupa kalau gaun ungu yang dikenakannya terbuat dari beberapa […]

Posted in Puisi Tagged Benny Arnas, Puisi Leave a comment

Puisi: Sungai Barito – Ariffin Noor Hasby (l. 1964)

Posted on 4 Desember 20175 Desember 2017 by Editor

Ariffin Noor Hasby (l. 1964) Sungai Barito Sungai Barito, nyanyian hidup suku perahu Kulihat mengayuh masa lalu ke masa depan Ratusan tahun jiwanya pasang surut dalam jiwaku Ratusan tahun hidupnya […]

Posted in Puisi Tagged Ariffin Noor Hasby, Puisi Leave a comment

Posts navigation

← Older posts
Newer posts →

Kategori

  • Agenda (14)
  • Anekdot (10)
  • Apresiasi (1)
  • Buku (10)
  • Dari Kami (7)
  • Esai (136)
  • Lokomoteks (2)
  • Majas (2)
  • Penyair (13)
  • Puisi (2,026)
  • Puitika (3)
  • Wawancara (2)

Arsip

RSS Antologi Hari Puisi

  • Puisi: Lawen Legespun – Junewal Muchtar (1956-2015)
  • Teks Deklarasi Hari Puisi Indonesia 26 Juli
  • Esai: Apa yang Dibaca Chairil?
  • Puisi yang Bagus (2): Yang Mengantar pada Kematangan
  • Puisi yang Bagus (1): Kemahiran Menggunakan Perangkat Puitika
  • Puisi: Apakah Air Mata Seorang Asing Cuma Air yang Mengalir Membasahi Pipi Mereka Begitu Saja? – Moch Aldy MA
  • Esai: Tugas Seorang Penyair – Hasan Aspahani
  • Esai: Perahu sebagai Tamsil Tubuh, dari Fansuri hingga Rengganis
  • Puisi: Ngagel – Mardi Luhung (l. 1965)

Tag

Abdul Hadi WM Acep Zamzam Noor Agam Wispi Agenda Amir Hamzah Anekdot Avianti Armand Ayatrohaedi Badruddin Emce bukhari aljauhari Chairil Anwar Dami N. Toda Djajanto Supra Doddi Ahmad Fauji D Zawawi Imron Esai Frans Nadjira Goenawan Mohamad H. Amang Rahman Jubair Hasan Aspahani Hasif Amini HPI2017 HR. Bandaharo J.E. Tatengkeng Korrie Layun Rampan Mawie Ananta Jonie Mh. Rustandi Kartakusuma Muhammad Yamin Nina Minareli Penyair Pranita Dewi Puisi Putu Vivi Lestari Rendra Rida K. Liamsi Rivai Apin Saini KM Sapardi Djoko Damono setia naka andrian Subagio Sastrowardoyo Sutardji Calzoum Bachri Tjak S. Parlan Toeti Heraty Trisno Sumardjo Wiji Thukul

Hari Puisi | Antologi Puisi Indonesia

Lahir seorang besar dan tenggelam beratus ribu. Keduanya harus dicatet, keduanya dapat tempat - "Catetan Th. 1946" - Chairil Anwar

Tulisan Terbaru

  • Puisi: Lawen Legespun – Junewal Muchtar (1956-2015)
  • Teks Deklarasi Hari Puisi Indonesia 26 Juli
  • Esai: Apa yang Dibaca Chairil?
  • Puisi yang Bagus (2): Yang Mengantar pada Kematangan
  • Puisi yang Bagus (1): Kemahiran Menggunakan Perangkat Puitika

Kontak Kerjasama

jurubaca@gmail.com (Email)

Kategori

  • Agenda (14)
  • Anekdot (10)
  • Apresiasi (1)
  • Buku (10)
  • Dari Kami (7)
  • Esai (136)
  • Lokomoteks (2)
  • Majas (2)
  • Penyair (13)
  • Puisi (2,026)
  • Puitika (3)
  • Wawancara (2)

Telusuri Isi

Arsip

Antologi Tumbuh

Situs ini berupaya memuat puisi Indonesia dari titik awal sejauh yang bisa kami telusuri, hingga ke titik paling mutakhir di mana kami yakin puisi tersebut telah atau akan meninggalkan jejak yang  mewakili perkembangan dan pencapaian serta memberi sumbangan yang memperkaya cara ucap dan tema dalam puisi kita.

Sejak 2016 | Dikelola oleh Hasan Aspahani