Adimas Imanuel (l. 1991) Setelah Petang “Pulanglah, berdamailah,” kata sebuah suara petang ini. Suara yang terbang rendah setelah angin kota bersijingkat ke arah hutan dan wangi cemara tak menghapus bau […]
Author: Editor
Puisi: Ijab Kabul – Royyan Julian (l. 1989)
Royyan Julian (l. 1989) Ijab Kabul Pagi itu ia tidak kuasa melihat matamu ketika kau mengucap sumpah perkawinan. Ia hanya sanggup melihat punggungmu dan berpura-pura turut berbahagia. Sudah cukup lama […]
Puisi: Cincin Perkawinan di Dalam Sepatu – Royyan Julian (l. 1989)
Royyan Julian (l. 1989) Cincin Perkawinan di Dalam Sepatu Sejak kamu pergi, rumah ini tampak semakin tua. Ia seperti tak rela melihatku hidup sendirian. Tak ada apa pun yang menunjukkan […]
Puisi: Rencana Bersama Kekasih – Royyan Julian (l. 1989)
Royyan Julian (l. 1989) Rencana Bersama Kekasih Di tanah yang jauh, kekasihku tinggal. Barangkali suatu saat kita akan bersua dengan sejumlah rencana. Memasak pasta tanpa sosis. Sandwich tanpa kornet. Mewarnai […]
Puisi: Penyembah Misteri – Royyan Julian (l. 1989)
Royyan Julian (l. 1989) Penyembah Misteri Di sejengkal permukaan danau tenang, gravitasi patah. Kawanan burung melintas tanpa takut terjatuh ke dalamnya; cermin yang memantulkan bayanganmu. Di sela-sela pohon pinus, petang […]
Puisi: Catatan Justus – Boy Riza Utama (l. 1993)
Boy Riza Utama (l. 1993) Catatan Justus Barangkali Justus akan mencatat Menit awal dari eksekusi terakhir Di Stadhuisplein itu begini, ”Apa yang tak terekam oleh mata, tapi Tercatat oleh tinta […]
