Kirdjomuljo (1930-2000) Kepada siapa akhirnya berjuta hati menatap Kepada mereka yang bersedia berbagi hati kepadanya Kepada siapa akhirnya suara menguap Kepada mereka yang bersedia suara kepadanya Aku tidak tahu kau […]
Author: Editor
Puisi: Catatan Kaki Sehabis Demonstrasi – Radhar Panca Dahana
Radhar Panca Dahana aku melihat diam tak seorang saja tapi satu bangsa kulihat batu padahal manusia menunggu waktu padahal sia sia di ini negeri apa pun boleh terjadi tapi jangan […]
Puisi: Mengenang Kemiskinan – Asep Sambodja (1967-2010)
Asep Sambodja (1967-2010) teman setiaku adalah lapar hidup cuma sekedar bayang-bayang tak tahu mau berbuat apa mau ke mana yang sudi menemaniku hanyalah lapar seperti orang bodoh menerima dengan diam […]
Puisi: Cermin, Sungai, Puisi – Tia Setiadi
Tia Setiadi untuk Jorge Luis Borges /I/ Bagaimana bila satu petang kau bercermin Dan kau pandang di sana bukan wajahmu? Melainkan riak senja yang mengalir, Arus awan di langit, dan […]
Puisi: Kain 2 – Cyprian Bitin Berek (l. 1970)
Cyprianus Bitin Berek (l. 1970) Kain 2 Apakah sulitnya menukar gandum terbaik demi tambun domba seekor? Dengan bebal diciptakan aturan sendiri lantas memaksa Tuhan menerimanya. -Wahai! Lelaki berhati batu! Tak […]
Puisi: Di Vietnam Camp – Bode Riswandi
Bode Riswandi Banyak yang bercerita lewat angin, semacam dingin Atau isyarat yang licin. Sepi serupa kembang muda Yang tumbuh di ranting rahasia. Kuncup ia satu-satu Lalu jatuh ke dasar tanah. […]
Puisi: Kemidi Rudat – Kiki Sulistyo
Kiki Sulistyo lewat gerak rampak dan musik rancak kita bacakan hikayat musafir persia yang tiba pertama di pelabuhan kota berdagang sembari bermain gambus dengan topi tarbus kita tak tahu siapa […]
Puisi: Orang-orang Malioboro 2009 – Iman Budhi Santosa
Iman Budhi Santosa Selembar daun angsana yang gugur musim ketiga dinihari menyapa (dengan wajah kecewa) setelah terinjak sepatu bersama semut hitam di bawahnya yang harus mati sebelum menemukan remah berkah […]
Puisi: Tempat Teraman – Badruddin Emce (l. 1962)
Badruddin Emce Tempat Teraaman Dengan tangan terbiasa untuk tak senonoh pagi akan mempersilakan duduk di bangku yang bisa diajak sekongkol Sambutlah! Itu tempat bagus untuk mojok. Bercintalah denganku seperti gulung […]
