Oleh Maman S Mahayana Dalam perjalanan sejarah kesusastraan Indonesia, belum ada satu buku pun yang memuat khusus biodata ringkas para penyair Indonesia. Kita memang mengenal beberapa buku sejenis, sebagaimana yang […]
Author: Editor
Puisi: Gramofon Hindia, 2012 – Ahmad Yulden Erwin
Ahmad Yulden Erwin 1 Sepotong cahaya krem perlahan melayang dalam cahaya lembut matahari senja, angin sebentar singgah menyapa ruang tamu. Kau pun teringat satu musim dingin paling kejam di Moskow […]
Puisi: Si Pengunjung Fana – Tia Setiadi
Tia Setiadi : Iman Budhi Santosa /1/ Selalu kau bandingkan gang-gang sempit di Malioboro Dengan centang perenang rute nasib di galur-galur telapak tanganmu Engkaulah burung yang berakhir Jauh dari rindang […]
Puisi: Kepada Jawa – Taufik Ikram Jamil
Taufik Ikram Jamil mungkin kita jumpa lagi pada malam empat persegi langsung saja bersalin terang dalam bayang di antara remang-remang bumbung melayang di samping embun menjingjing dingin sambil melupakan rama […]
Puisi: Tamu Misterius – Afrizal Malna
Afrizal Malna Sayang sekali puisi ini telah dihapus ketika aku akan membacanya. Seperti udara lembab yang menarik lenganku untuk memegang yang akan jatuh. Ada apa dengan menghapus? Lem, gunting, benang […]
Puisi: Percintaan Hulu dan Muara – Iyut Fitra
Iyut Fitra jangan pernah kau ragukan. ini bukan sajak terakhirku, kekasih sebagaimana hulu. ia selalu menyimpan rindu pada muara sebuah pertemuan yang tak pernah. hanya tumpukan dari gelisah lalu desir […]
Puisi: Istirahatlah Kata-Kata – Wiji Thukul (1963 – hilang 1998)
Wiji Thukul (1963 – hilang 1998) istirahatlah kata-kata jangan menyembur-nyembur orang-orang bisu kembalilah ke dalam rahim segala tangis dan kebusukan dalam sunyi yang mengiris tempat orang-orang mengingkari menahan ucapannya sendiri […]
Puisi: Prajurit Jaga Malam – Chairil Anwar
Chairil Anwar Waktu jalan. Aku tidak tahu apa nasib waktu? Pemuda-pemuda yang lincah yang tua-tua keras, bermata tajam Mimpinya kemerdekaan bintang-bintangnya kepastian ada di sisiku selama menjaga daerah mati ini […]
Puisi: Pacu Sapi di Simabur – Deddy Arsya (l. 1987)
Deddy Arsya (l. 1985) Di kepalamu ada sapi-sapi besar panjang bertanduk Berlomba lari di medan pacuan Membawa karavan yang di atasnya Masa silam duduk sendirian dengan cemeti di tangan Sapi […]
