Tan Lioe Ie Rasa malu mengantar tubuh Jadi abu. Maka dewa dapurlah ia Bermata api bertubuh asap Menyelinap di anglo dan panci Bersiul teko, berdendang dandang Mengendap-endap di antara lengkuas, […]
Author: Editor
Puisi: Kupu-kupu Sampek Engtay – Tan Lioe Ie
Tan Lioe Ie sungai mati, tak mengalir di atasnya perahu melaju Tubuh terkubur Cinta tidak. Maka retak nisan Dan sepasang kupu-kupu terbang dari celahnya. Tak angin, […]
Puisi: Kau, Laut, dan Kata – Moh. Wan Anwar (1970-2009)
Moh. Wan Anwar (1970-2009) di geladak sudah tercium kata-kata anyir seperti bangkai, di antara bayang-bayang kausebut hidup adalah perjudian dan entah siapa entah di mana seseorang mengangguk untuk yang tak […]
Puisi: Makam Sunan Kudus – Mustofa W Hasyim
Mustofa W Hasyim Batu merah menata benteng, menara dan gapura. Siapa yang menyusuri lorong, berkelok dan berhenti di depan nisan? Air kolam masih menetes di dahi, jejak rumput sampai udara. […]
Puisi: Selain Sia-sia – Moh. Wan Anwar (1970-2009)
Moh. Wan Anwar (1970-2009) selain sia-sia, adakah dosa tercatat di bentangan aspal dan ketenteraman kebun belakang rumah kita mungkin yang ada cuma kecemasan biasa seperti sering ada sesuatu yang tak […]
Puisi: Sajak Kenalan Lamamu – Rendra (1935-2009)
Rendra (1935-2009) Kini kita saling berpandangan saudara. Ragu-ragu apa pula, kita memang pernah berjumpa. Sambil berdiri di ambang pintu kereta api, tergencet oleh penumpang berjubel, Dari Yogya ke Jakarta, aku […]
Puisi: Di Dalam Televisi – Irma Agryanti (l. 1986)
Irma Agryanti (l. 1986) kota ini adalah televisi sebuah kaleng ikan sarden dengan amis laut buatan ada yang diracun dan menunggu mati suri kehilangan musim ketika seluruh lampu dipadamkan kota […]
Puisi: Kampung Tak Bernabi – Zelfeni Wimra
Zelfeni Wimra perkampungan kembali tenang setelah ayat terakhir alfatihah diaminkan lidah kami berhenti pada alif lam mim tiga huruf bersangkutan dalam rahasia mereka tak sempat jadi kalimah. kata alif: aku […]
Puisi: Menuju Rendang – Ramoun Apta (l. 1991)
Ramoun Apta Menuju Rendang jalan menuju rumahmu tinggi mendaki sedang langkahku tersandung di ceruk kuali. di atas papan racik ini rempah-rempah tinggal sampah santan pecah kayu ditinggal api. denting kelaci […]
