Intoyo (1912-1971)Kemegahan Kita di Zaman Bahari Teringat tatkala melihat tonil Airlangga di Kongres Indonesia Raya Sunyi senyap;Gaduh lenyap,Perasaan kita balik kembali,Kalau terkenang zaman bahari. O, Dewi,Ibu Pertiwi,Bilakah putramu bersatu hati,Hidup […]
Author: Editor
Puisi: Di Mana Tempat Cinta Sejati? – Intoyo (1912-1971)
Intoyo (1912-1971)Di Mana Tempat Cinta Sejati? Bukan di rimba lebat dan sunyi,Bukan di puncak bukit yang tinggi,Bukan di pinggir-samudra yang sepi. Jangan dicari di tempat memuja,Di kuil tempat membakar dupa,Di […]
Puisi: Untuk Pujangga Baru – Intoyo (1912-1971)
Intoyo (1912-1971)Untuk Pujangga Baru Gunung Tampak padaku gunung Semeru:Tinggi tampan bertumpu kukuh,Petir menyambar; topan menderu,Gunung bertahan, tetap teguh,Gempa gempita menggembarkan bumi,Guncang gelombang ngobarkan hati,Gunung menanggung, tidak terharu. Api Unggun Diam […]
Puisi: Nasib – Intoyo (1912-1971)
Intoyo (1912-1971) Nasib Bagai biola yang salah larasnyaMengharu harmoni di dalam orkes.Lagu hidupku kini ta’ beresLaguku jurang lurus dan cerkasnya. Karena didikan agak keliru:Hidupku terdasar “perseorangan”Sekarang zaman “perkitaan”Sesat dan sasar […]
Puisi: Merenungi Kesaktian Anak – Hamidah (1915-1953)
Hamidah (1915-1953)Merenungi Kesaktian Anak Anak menangis, terisak-isak,Menahan sakit, menyenak badan,Ibu duduk, tidak berasak,Beserta bapa tersedan-sedan. Anak menggeliat menahan sakit,Tangan dan kaki tergapai-gapai,Ibu melihat rongkongan tersepit,Obat digosok bermacam rampai. Anak mengerang […]
Puisi: Hiba Hatiku – Hamidah (1915-1953)
Hamidah (1915-1953)Hiba Hatiku Hiba-hibalah hatiku o, temanMendengar bunyi suling petaniTengah langit disungkup awanSedang lengang kampung negeri. Di dangau-dangau di tengah sawahDi antara terang dengan tiadaTerbujur badan yang sedang payahPayah rindu […]
Puisi: “O! Bulan” – Hamidah (1915-1953)
Hamidah (1915-1953)“O! Bulan” Oo! Bulan, kandil pelita!Yang terang, di dalam gelap;Sampaikan pesan pada yang kucinta!Mataku rindu, tak dapat lelap. Oo! Bulan, suluh malam!Memberi cahaya dengan lembut;Sampaikan pesan, pada permata nilam!Hatiku […]
Puisi: Keluhan Kalbu – Hamidah (1915-1953)
Hamidah (1915-1953)Keluhan Kalbu Memandang melatiTersenyum seriDisapu embun, bertatahkan mutiMembawa kenangan’ku beragam warni. Kenangan melayangKe taman mayangDiburu harum beralun-alunDicumbu angin gurau berpantun. Terlena badanDirimbur anganSerasa angan bersalin tubuhKiranya bayangan persona keluh. […]
Puisi: Kendiri – Hamidah (1915-1953)
Hamidah (1915-1953)Kendiri Tidak sebuah, satu pun tidak,Yang boleh kuambil sebagai suriHanya jika sukma berkehendak,Aku merayau seorang diri. Kulagukan rubai beberapa kudapatIndah merdunya aku ‘ndak tahu,Tetapi kusangka tidak sebabat,Dengan gentaran gerak […]
