Oleh Hasan Aspahani SURAT itu dikirim di awal tahun baru 1964, dari Pengok DKA Blok E-16, sebuah alamat di Yogyakarta ke sebuah alamat lain yaitu redaksi sebuah majalah di […]
Author: Editor
Puisi: lelaki, perempuan, sungai, dan jembatan yang runtuh – Malkan Junaidi
Malkan Junaidilelaki, perempuan, sungai, dan jembatan yang runtuh kau mengecup keningku. beberapa kali. hangat dan lembut. “lelakiku. ah, lelakiku,” bisikmu. aku tersenyum. menatap bayanganku yang menyala redup di kedua matamu. […]
Pablo Neruda, Nobel Sastra, dan 40 Buku Karyanya
Oleh Hasan Aspahani NEFTALI Eliezer Ricardo Reyes Basoalto. Siapa itu? Dia orang Cile. Iya siapa? Pemain bola? Bukan, penyair. Penyair? Ya, tapi dia jauh lebih populer dengan nama samaran yang […]
Esai: Yamin, Puisi, Tradisi, dan Modern
Yamin, Puisi, Tradisi, dan Modern Oleh Hasan Aspahani SONETA di Italia lahir pada abad ke-12. Di Belanda kelompok Tachtiger atau angkatan ’80, menggemari bentuk itu, pada tahun 1880-an. Muhammad Yamin, […]
Esai: Tentang Kewibawaan Kritik
Oleh Goenawan Mohamad Ada sesuatu yang tak memuaskan, kurang lebih. Pemikiran dan pembicaraan tentang kritik sastra Indonesia belakangan ini mengulangi lagi sebuah perasaan lama: perasaan tak puas, yang umumnya […]
Ganzheit: Tentang Kritik Sastra (Sebuah Pendirian)
Arief Budiman dan Goenawan Mohamad I “Kritik kesusastraan,” kata H.B. Jassin (1959: 44) “ialah pertimbangan baik atau buruk sesuatu hasil kesusastraan.” Kata-kata ini sudah diucapkan beberapa tahun yang lalu, dan […]
Esai: Kritikus (M.S. Hutagalung) Versus Penyair (Ajip Rosidi) – 1
Kritikus (M.S. Hutagalung) Versus Penyair (Ajip Rosidi) (1) Oleh Hasan Aspahani KRITIKUS, akademisi, dosen sastra, pelopor kritik sastra Rawamangunan MS Hutagalung menulis kritik atas buku puisi Ajip Rosidi “Ular dan […]
Percakapan – Ajip Rosidi (l. 1938)
Ajip Rosidi (l. 1938)Percakapan Akankah ini suatu permainanSedang wajah jadi layu, ayip Malam terlalu tebal di matamuHidup menjanjikan tantangan kepadaku Dekapkan wajahmu ke wajahkuBiar malam tebal menebal bergelayutanDi dinding trem […]
Puisi: Tanahair – Ajip Rosidi (l. 1938)
Ajip Rosidi (l. 1938)Tanahair Adalah hijau pegununganAdalah biru lautanAda hijauAda biruLangit dan hatiku Adalah aku pucuk tatapanAda pucukAda tatapanAda pucuk senapanMengarah ke dadaku Hijau pegunungan biru lautanBukannya harapan adalah ketakutanHijau […]
