Isma Sawitri (1940) Kapling Kita tersuruk terpuruk tengah malam lama sudah ditinggalkan hari ini memang terkutuk mereka gusur tanah garapan Masa kini adalah hari depan yang musti diperkelahikan tapi lengan-lenganmu […]
Author: Editor
Puisi: Almamater – Taufiq Ismail (l. 1935)
Taufiq Ismail (l. 1935) Almamater Di depan gerbangmu tua pada hari ini Kami menyilangkan tangan ke dada kiri Tegak tengadah menatap bangunanmu Genteng hitam dan dinding kusam. Berlumut waktu Untuk […]
Puisi: Luka di Mana-mana – Kriapur (1959-1987)
Kriapur (1959-1987) Luka di Mana-mana luka di mana-mana di sosok langit di cadar waktu di rumput-rumput kabut rumah yang menunggu dan lenyap pada jam larut membekaskan beban di pohon-pohon hidup […]
Puisi: Di Bangku Penumpang – Fitri Yani (l. 1986)
Fitri Yani (l. 1986) Di Bangku Penumpang saat langit membiarkan pintunya terbuka dan fajar melangkah dengan kaki-kaki yang rapuh duduklah ia di bangku penumpang roda-roda berderit di dadanya ribuan kalimat […]
Puisi: Catatan Seorang Aktor – Fitri Yani (l. 1986)
Fitri Yani (l. 1986) Catatan Seorang Aktor bintang-bintang tidak dekat langit kian melebarkan kekosongannya seekor kucing tidur seperti patung di kursi taman kami akan latihan lagi untuk sebuah pertunjukan drama […]
Puisi: Insomnia – Fitri Yani (l. 1986)
Fitri Yani (l. 1986) Insomnia malam hanya sepotong kertas karbon hitam ditembusi cahaya lubang demi lubang seperti lentera di balik tirai di bawah mata bintang dan bulan mataku tak bisa […]
Puisi: Aku dan Waktu – Riki Utomi (l. 1984)
Riki Utomi (l. 1984) Aku dan Waktu aku dan waktu selalu berkelit. aku selalu mengasah pedang. dan waktu menantang: “bunuhlah diriku!” waktu tak pernah berkhianat. namun aku selalu kalah waktu […]
Puisi: Yang Datang – Riki Utomi (l. 1984)
Riki Utomi (l. 1984) Yang Datang yang datang adalah angka, meneror tubuh kita. memakan sisa usia. yang datang adalah jarak, menepikan mata dari sudut lihat paling fana. yang datang adalah […]
Puisi: Selatpanjang – Riki Utomi (l. 1984)
Riki Utomi (l. 1984) Selatpanjang kami berada di ujung kepalamu, selatpanjang. tebingtinggi yang menaruh harapan, degup jantung secepat mesin kempang ketika menyusuri arus gelombang. ketika sampai di ujung pulau rangsang, […]
