Asrina Novianti (l. 1980) Di Kota yang Lain di kota yang lain, engkau hanya membeku. aku sibuk mencecap sudut yang mengerut. warna gedung. tubuh yang murung. bukankah ini sebuah tamasya? […]
Author: Editor
Esai: Memompa dan Meledakkan Daya Puitik
Memompa dan Meledakkan Daya Puitik Oleh Hasan Aspahani PUISI adalah bagian dari seni sastra yaitu cabang seni dengan bahasa sebagai sarana utamanya. Bahasa itu sendiri salah satu fungsinya adalah alat […]
Puisi: Kuburan – Doddi Achmad Fauji (l. 1970)
Doddi Achmad Fauji (l. 1970) Kuburan Janganlah lupa bahwa kita akan berpelukan Aku tak ingin mendengar berita duka-mu Sebab saatnya memanen anggur Dari keringat dan jerih-payah-mu Lihatlah betapa banyak para […]
Puisi: Sambal Seruit, di Sore Berhujan – Ags Arya Dipayana (1961-2011)
Ags Arya Dipayana (1961-2011) Sambal Seruit, di Sore Berhujan : Iswadi Sekiranya tujuh orang teman bertandang di suatu sore berhujan. Beberapa ekor ikan yang kau pancing di sungai sewaktu kau […]
Puisi: Parfum – Sungging Raga (l. 1987)
Sungging Raga (l. 1987) Parfum kita adalah sengketa di malam kloroform saat parfummu membunyikan kesedihan dari pintu-pintu hujan dan surat-suratmu yang berlarian sebelum tiba di wesel pertama adalah kerinduan, yang […]
Puisi: Tasikmalaya, Peta pada Dada – Jun Nizami (l. 1986)
Jun Nizami (l. 1986) Tasikmalaya, Peta pada Dada /1/ Setiap pulang di dadamu aku rebah Nanti pulang dalam pelukmu aku istirah. Rajapolah, adalah sabar ibu menganyam bulumataku, yang menjernihkan kliwon […]
Puisi: Nota Elegia VI – Jun Nizami (l. 1986)
Jun Nizami (l. 1986) Nota Elegia VI Malam ini, akhirnya aku memiliki keinginan untuktak memiliki hasrat pada apapun. Angin letih tertidurdi beranda, setelah berabad-abad menjadi seorangpengembara. Menyampaikan pesan, salam kangen,dan […]
Puisi: Jantung Pisang dan Kamus Peribahasa – Zelfeni Wimra (l. 1979)
Zelfeni Wimra (l. 1979) jantung pisang dan kamus peribahasa sebelum mematri langkah sebagai perantau aku lukai sebatang pisang aku pancung tandan di hulu jantungnya hingga terburai, bercerai-berai nasib serupa juga […]
Puisi: Gadis Sajira – Jun Nizami (l. 1986)
Jun Nizami (l. 1986) Gadis Sajira Tak ada sajak yang tak retak, Yara gadis yang di matanya tertanam bibit duka. Tempat akar hendak dan tahuntahun mendidihkan airmata kelak. Sebab di […]
