• Mata Puisi
  • Vlog Juru Baca
  • Arsip Horison 1966 – 1990
Antologi Hari Puisi

Menu

Skip to content
  • Beranda
    • Esai
    • Buku
    • Puisi
    • Penyair
    • Wawancara
  • Antologi Tumbuh
  • Situs Bagus
  • Daftar (sementara) Penyair

Puisi

Puisi: Lukislah Untukku – IBG Dharma Putra (l. 1961)

Posted on 15 Desember 2017 by Editor

IBG Dharma Putra (l. 1961) Lukislah Untukku Lukislah buat aku Sebuah pondok Dalam hamparan sawah Pada pagi yang berembun Rintik gerimis kecil Lukislah buat aku Warna-warna indah Bau tanah nostalgia […]

Posted in Puisi Tagged IBG Dharma Putra, Puisi Leave a comment

Puisi: Hampa – Bahrum Rangkuti (1919-1977)

Posted on 15 Desember 2017 by Editor

Bahrum Rangkuti (1919-1977) Hampa Naik beca pulang ke Mampang, Laut malam Dunia malam, sepi dan kelam Di pohon bimbang dan gelap diam. Segala lena dan kaku Abang beca litak lesu […]

Posted in Puisi Tagged Bahrum Rangkuti, Puisi Leave a comment

Puisi: Masa Depan – IBG Dharma Putra (l. 1961)

Posted on 15 Desember 201715 Desember 2017 by Editor

IBG Dharma Putra (l. 1961) Masa Depan Aku jauhkan dia Bukan untuk kupeluk selalu Dan kamu susui Tapi untuk perkenalkan Naga-naga dan penghuni liar dunia Seperti yang aku ceritakan Aku […]

Posted in Puisi Tagged IBG Dharma Putra, Puisi Leave a comment

Puisi: Mercon Malam Lebaran – Bahrum Rangkuti (1919-1977)

Posted on 15 Desember 201715 Desember 2017 by Editor

Bahrum Rangkuti (1919-1977) Mercon Malam Lebaran Akhir ramadhan membakar sepanjang Thamrin. Panas tak tertahan sejak siang Mercon, meriam bambu dan bunga api menggelegar dari gedung dan jembatan tinggi mengguling menakutkan […]

Posted in Puisi Tagged Bahrum Rangkuti, Puisi Leave a comment

Puisi: Tuhan di Tengah-tengah Insan – Bahrum Rangkuti (1919- 1977)

Posted on 15 Desember 201715 Desember 2017 by Editor

Bachrum Rangkuti (1919- 1977) Tuhan di Tengah-tengah Insan Mahmudah membaca Qur’an Di bawah kudungnya sutera hijau membayang kehidupan remaja. Mengumandang        Ali Imran. cahaya atas cahaya denagn suara mengimbau turun […]

Posted in Puisi Tagged Bahrum Rangkuti, Puisi Leave a comment

Puisi: Lebaran di Tengah-tengah Gelandangan – Bahrum Rangkuti (1919-1977)

Posted on 15 Desember 201715 Desember 2017 by Editor

Bahrum Rangkuti (1919-1977) Lebaran di Tengah-tengah Gelandangan Di pinggir empang Pondok Cabe antara bukit-bukit bambu dan pohon cemara mulai menguntum apa yang bertahun-tahun kita impikan. Di kakinya mata air tertegun […]

Posted in Puisi Tagged Bahrum Rangkuti, Puisi Leave a comment

Puisi: Sajak-Sajak dari Solarium – Surachman RM (l. 1936)

Posted on 13 Desember 2017 by Editor

Surachman RM (l. 1936) Sajak-Sajak dari Solarium (1) Tubuhnya diterbangkan dari Clinton Jiwanya dicincang di Dellroy, Ohio Dengan mimpi antara Hong Kong dan Tokyo,        Sebuah ibukota bernama Washington menyediakan […]

Posted in Puisi Tagged Puisi, surachman rm Leave a comment

Puisi: Ray Charles di Carter Barron Amphitheatre – Surachman RM (l. 1936)

Posted on 13 Desember 201713 Desember 2017 by Editor

Surachman RM (l. 1936) Ray Charles di Carter Barron Amphitheatre Suaramu tak lain irisan-irisan jiwa kerna suaramu jiwaku ju Lagu orang-orang yang lara. Tersisihkan dari benua di mana ia diturunkan […]

Posted in Puisi Tagged Puisi, surachman rm Leave a comment

Puisi: Di Atas Kata Mati – Eka Budianta (l. 1956)

Posted on 12 Desember 201712 Desember 2017 by Editor

Eka Budianta (l. 1956) Di Atas Kata Mati Katakan, aku tidak sedang menunggu jenazahmu, sayang. Ini hanya hidup, hanya sepotong kegiatan kecil di atas napas sejarah. Tahun-tahun itu, cinta kita, […]

Posted in Puisi Tagged Eka Budianta, Puisi Leave a comment

Posts navigation

← Older posts
Newer posts →

Kategori

  • Agenda (14)
  • Anekdot (10)
  • Apresiasi (1)
  • Buku (10)
  • Dari Kami (7)
  • Esai (136)
  • Lokomoteks (2)
  • Majas (2)
  • Penyair (13)
  • Puisi (2,026)
  • Puitika (3)
  • Wawancara (2)

Arsip

RSS Antologi Hari Puisi

  • Puisi: Lawen Legespun – Junewal Muchtar (1956-2015)
  • Teks Deklarasi Hari Puisi Indonesia 26 Juli
  • Esai: Apa yang Dibaca Chairil?
  • Puisi yang Bagus (2): Yang Mengantar pada Kematangan
  • Puisi yang Bagus (1): Kemahiran Menggunakan Perangkat Puitika
  • Puisi: Apakah Air Mata Seorang Asing Cuma Air yang Mengalir Membasahi Pipi Mereka Begitu Saja? – Moch Aldy MA
  • Esai: Tugas Seorang Penyair – Hasan Aspahani
  • Esai: Perahu sebagai Tamsil Tubuh, dari Fansuri hingga Rengganis
  • Puisi: Ngagel – Mardi Luhung (l. 1965)

Tag

Abdul Hadi WM Acep Zamzam Noor Agam Wispi Agenda Amir Hamzah Anekdot Avianti Armand Ayatrohaedi Badruddin Emce bukhari aljauhari Chairil Anwar Dami N. Toda Djajanto Supra Doddi Ahmad Fauji D Zawawi Imron Esai Frans Nadjira Goenawan Mohamad H. Amang Rahman Jubair Hasan Aspahani Hasif Amini HPI2017 HR. Bandaharo J.E. Tatengkeng Korrie Layun Rampan Mawie Ananta Jonie Mh. Rustandi Kartakusuma Muhammad Yamin Nina Minareli Penyair Pranita Dewi Puisi Putu Vivi Lestari Rendra Rida K. Liamsi Rivai Apin Saini KM Sapardi Djoko Damono setia naka andrian Subagio Sastrowardoyo Sutardji Calzoum Bachri Tjak S. Parlan Toeti Heraty Trisno Sumardjo Wiji Thukul

Hari Puisi | Antologi Puisi Indonesia

Lahir seorang besar dan tenggelam beratus ribu. Keduanya harus dicatet, keduanya dapat tempat - "Catetan Th. 1946" - Chairil Anwar

Tulisan Terbaru

  • Puisi: Lawen Legespun – Junewal Muchtar (1956-2015)
  • Teks Deklarasi Hari Puisi Indonesia 26 Juli
  • Esai: Apa yang Dibaca Chairil?
  • Puisi yang Bagus (2): Yang Mengantar pada Kematangan
  • Puisi yang Bagus (1): Kemahiran Menggunakan Perangkat Puitika

Kontak Kerjasama

jurubaca@gmail.com (Email)

Kategori

  • Agenda (14)
  • Anekdot (10)
  • Apresiasi (1)
  • Buku (10)
  • Dari Kami (7)
  • Esai (136)
  • Lokomoteks (2)
  • Majas (2)
  • Penyair (13)
  • Puisi (2,026)
  • Puitika (3)
  • Wawancara (2)

Telusuri Isi

Arsip

Antologi Tumbuh

Situs ini berupaya memuat puisi Indonesia dari titik awal sejauh yang bisa kami telusuri, hingga ke titik paling mutakhir di mana kami yakin puisi tersebut telah atau akan meninggalkan jejak yang  mewakili perkembangan dan pencapaian serta memberi sumbangan yang memperkaya cara ucap dan tema dalam puisi kita.

Sejak 2016 | Dikelola oleh Hasan Aspahani