• Mata Puisi
  • Vlog Juru Baca
  • Arsip Horison 1966 – 1990
Antologi Hari Puisi

Menu

Skip to content
  • Beranda
    • Esai
    • Buku
    • Puisi
    • Penyair
    • Wawancara
  • Antologi Tumbuh
  • Situs Bagus
  • Daftar (sementara) Penyair

Puisi

Puisi: Perang dan Cinta – Kasim Mansur (l. 1923)

Posted on 3 September 20176 Juni 2021 by Editor

Kasim Mansur (l. 1923) Perang dan Cinta Aku tidak lagi mengantar bunga untuk kekasihku sebab saudaranya memerangi aku dan aku pun memerangi saudaranya: Di antara kami kedua, tertanam ketakutan. Betapa […]

Posted in Puisi Tagged Kasim Mansur, Puisi Leave a comment

Puisi: Pembiak Kata – Ferdi Afrar (l. 1983)

Posted on 25 Agustus 201731 Mei 2021 by Editor

Ferdi Afrar (l. 1983) Pembiak Kata sepertimu kami memilah kata. pada parasnya, pada garing nyaring suaranya, pada kemolekan dan kesintalan dagingnya. kami jejerkan, kami luruskan, agar tak ada yang mencong […]

Posted in Puisi Tagged Ferdi Afrar, Puisi Leave a comment

Puisi: Lagu Hidup – Agam Wispi (1930-2003)

Posted on 22 Agustus 201724 Juni 2021 by Editor

Agam Wispi (1930-2003) Lagu Hidup ada angin mengetuk jendela bersama malam menjenguk masuk ada mata berkata-kata kemenangan itu datang besok? aku ingat kepala tersedu dibahu menggoresi surat dari jauh memang […]

Posted in Puisi Tagged Agam Wispi, Puisi Leave a comment

Puisi: Improvisasi – Ahmad Yulden Erwin

Posted on 22 Agustus 2017 by Editor

Ahmad Yulden Erwin Aku pergi -Tanza 1 Hujan belum turun pada baris sajakmu, juga ke jalan berbatu dan atap rumahmu. Malam yang tersangkut ranting kering tak juga bergeming oleh tatap […]

Posted in Puisi Tagged Ahmad Yulden Erwin, Puisi Leave a comment

Puisi: Tangan Seorang Buruh Batu-arang – Agam Wispi (1930-2003)

Posted on 22 Agustus 201722 Agustus 2017 by Editor

Agam Wispi (1930-2003) trem lari-lari dibawah rintik salju wajah dalamnya tiada sehijau rumput negeriku disini dibumi kelabu hanya pohon natal bagai pagoda tinggal sendiri dan sepi menanti musimsemi trem lari-lari-anjing […]

Posted in Puisi Tagged Agam Wispi, Puisi Leave a comment

Puisi: Bajak Laut – Mas Marco Kartodikromo (1890-1932)

Posted on 21 Agustus 201718 Oktober 2020 by Editor

Mas Marco Kartodikromo  (1890-1932) “Ha! Ini tanah bagus sekali, Sudah tentulah kita diami, Jalan mana yang kita lalui, Buat merampas tanah ini!” Begitu berkata bajak laut, Melihat tanah tumbuh juwawut, […]

Posted in Puisi Tagged Mas Marco Kartodikromo, Puisi Leave a comment

Puisi: Katekisasi – Korie Layun Rampan

Posted on 20 Agustus 201720 Agustus 2017 by Editor

Korie Layun Rampan Hatiku yang hitam telah memetik bedil Dengan tangan kekasih Di ujung pelarian aku masih coba memandang: nihil Terlihat dalam diriku pertempuran kaum salih Dengan hati merah aku […]

Posted in Puisi Tagged Korrie Layun Rampan, Puisi Leave a comment

Puisi: Sepasang Bibir di dalam Cangkir – Kurniawan Djunaedhie (l. 1956)

Posted on 20 Agustus 201724 Juni 2021 by Editor

Kurniawan Djunaedhie (l. 1956) Aku sedang duduk di dalam kafe. Pelayan kafe meletakkan cangkir kopiku pelan-pelan di atas meja. Aroma kopi mengudara, membuat kaca kafe berembun seperti hari menjelang senja. […]

Posted in Puisi Tagged kurniawan djunaedhie, Puisi Leave a comment

Puisi: Tuhan Sedang Menguji Kehebatan Saya – Kurniawan Djunaedhie

Posted on 20 Agustus 2017 by Editor

Kurniawan Djunaedhie Seorang perempuan mengirimi saya bunga. Aku mencintai kamu, katanya membuat saya ternganga. Diam-diam hati saya berbunga-bunga. Gila. Dari orang sedunia, dia hanya mencintai saya. Bukankah ini gila? Rupanya […]

Posted in Puisi Tagged kurniawan djunaedhie, Puisi Leave a comment

Posts navigation

← Older posts
Newer posts →

Kategori

  • Agenda (14)
  • Anekdot (10)
  • Apresiasi (1)
  • Buku (10)
  • Dari Kami (7)
  • Esai (136)
  • Lokomoteks (2)
  • Majas (2)
  • Penyair (13)
  • Puisi (2,026)
  • Puitika (3)
  • Wawancara (2)

Arsip

RSS Antologi Hari Puisi

  • Puisi: Lawen Legespun – Junewal Muchtar (1956-2015)
  • Teks Deklarasi Hari Puisi Indonesia 26 Juli
  • Esai: Apa yang Dibaca Chairil?
  • Puisi yang Bagus (2): Yang Mengantar pada Kematangan
  • Puisi yang Bagus (1): Kemahiran Menggunakan Perangkat Puitika
  • Puisi: Apakah Air Mata Seorang Asing Cuma Air yang Mengalir Membasahi Pipi Mereka Begitu Saja? – Moch Aldy MA
  • Esai: Tugas Seorang Penyair – Hasan Aspahani
  • Esai: Perahu sebagai Tamsil Tubuh, dari Fansuri hingga Rengganis
  • Puisi: Ngagel – Mardi Luhung (l. 1965)

Tag

Abdul Hadi WM Acep Zamzam Noor Agam Wispi Agenda Amir Hamzah Anekdot Avianti Armand Ayatrohaedi Badruddin Emce bukhari aljauhari Chairil Anwar Dami N. Toda Djajanto Supra Doddi Ahmad Fauji D Zawawi Imron Esai Frans Nadjira Goenawan Mohamad H. Amang Rahman Jubair Hasan Aspahani Hasif Amini HPI2017 HR. Bandaharo J.E. Tatengkeng Korrie Layun Rampan Mawie Ananta Jonie Mh. Rustandi Kartakusuma Muhammad Yamin Nina Minareli Penyair Pranita Dewi Puisi Putu Vivi Lestari Rendra Rida K. Liamsi Rivai Apin Saini KM Sapardi Djoko Damono setia naka andrian Subagio Sastrowardoyo Sutardji Calzoum Bachri Tjak S. Parlan Toeti Heraty Trisno Sumardjo Wiji Thukul

Hari Puisi | Antologi Puisi Indonesia

Lahir seorang besar dan tenggelam beratus ribu. Keduanya harus dicatet, keduanya dapat tempat - "Catetan Th. 1946" - Chairil Anwar

Tulisan Terbaru

  • Puisi: Lawen Legespun – Junewal Muchtar (1956-2015)
  • Teks Deklarasi Hari Puisi Indonesia 26 Juli
  • Esai: Apa yang Dibaca Chairil?
  • Puisi yang Bagus (2): Yang Mengantar pada Kematangan
  • Puisi yang Bagus (1): Kemahiran Menggunakan Perangkat Puitika

Kontak Kerjasama

jurubaca@gmail.com (Email)

Kategori

  • Agenda (14)
  • Anekdot (10)
  • Apresiasi (1)
  • Buku (10)
  • Dari Kami (7)
  • Esai (136)
  • Lokomoteks (2)
  • Majas (2)
  • Penyair (13)
  • Puisi (2,026)
  • Puitika (3)
  • Wawancara (2)

Telusuri Isi

Arsip

Antologi Tumbuh

Situs ini berupaya memuat puisi Indonesia dari titik awal sejauh yang bisa kami telusuri, hingga ke titik paling mutakhir di mana kami yakin puisi tersebut telah atau akan meninggalkan jejak yang  mewakili perkembangan dan pencapaian serta memberi sumbangan yang memperkaya cara ucap dan tema dalam puisi kita.

Sejak 2016 | Dikelola oleh Hasan Aspahani