Linda Christanty Di O’ Hare, pegawai imigrasi mengira ia datang dari Narita dan menunjuk barisan orang-orang Jepang. Tapi ia melangkah ke belakang orang Jerman. Lelaki Jepang di antrean tiba-tiba melengking […]
Puisi
Puisi: Perjalanan Sungai – Eka Budianta (l. 1956)
Eka Budianta (l. 1956) Perjalanan Sungai (1) Sungai yang dulu menangis Di antara batu-batu di pegunungan Sekarang telah sampai di kota Dan akan terus menuju ke laut Tak lagi terdengar […]
Puisi: Sebelum Laut Bertemu Langit – Eka Budianta (l. 1956)
Eka Budianta (l. 1956) Perjalanan Sungai Seekor penyu pulang ke laut Setelah meletakkan telurnya di pantai Malam ini kubenamkan butir-butir Puisiku di pantai hatimu Sebentar lagi aku akan balik ke […]
Puisi: Nyanyian Keabadian – Ayatrohaedi
Ayatrohaedi Hujan jatuh di luar musim menghijaukan rumput di jalan Hujan jatuh bersama angin melambaikan daun di dahan Hujan jatuh membawa dingin menyejukkan rindu di badan Cinta yang tumbuh setiap […]
Puisi: Kota – Budy Utamy
Budy Utamy kota ini menggetarkan pada langit nama-nama seperti bersayap menjauhi aku bergumul dalam khayal abu-abu bau tanah itu milikmu, usapan pagi senandungmu, malamku beku terlempar kembali dalam kesengajaan yang […]
Puisi: Blues – Bagus Burham
Bagus Burham maka, kembalilah lidah dari diam ke bahasa perbincangan antara teh dan kopi robusta di luar hujan tak surut meleleh di atas tanah disini kata-kata tersambung menjadi kalimah tak […]
Puisi: Kelahiran – Pranita Dewi (l. 1987)
Pranita Dewi Beri aku 270 malam untuk menatap kebusukan pagi ini Tangisku yang pertama apa yang menjadi sebuah pertanda? Seekor katak menyelip di bebatuan halilintar memecah menjelang kelahiran alap-alap layang […]
Puisi: Episode II – B.Y. Tand
B.Y. Tand Sudah lama kita menukar perih dengan mimpi dalam cuaca berkabut dan laut tak pernah tidur semalaman. Jendela yang kita tutupkan berkali-kali kemudian meninabobokannya dengan nyanyian renyai yang turun […]
Puisi: Jatiluhur – Ayatrohaedi
Ayatrohaedi Impian abadi leluhur menemu bentuk. Tanah-tanah gersang menjadi subur. Bagai disihir air pun mengalir lewat padang-padang hijau menghimbau. Sangkuriang nanar memandang: Kerja yang terbengkalai akhirnya selesai. Tubuh-tubuh baja, lengan-lengan […]
