Agus Noor : Gus Dur 1/ Aku ingin mendengar leluconmu, sebelum mati. Engkau pun bercerita perihal kerbau. Syahdan, seekor kerbau muncul di depan istana. Para penjaga heboh, dan segera melapor […]
Puisi
Puisi: Percakapan – B.Y. Tand
B.Y. Tand I. sudahlah, kita akhiri saja percakapan ini Karena kita hampir sampai sekarang ke pantai laut tenang burung-burung berkicau di dahan hijau. Kampung halaman yang kita rindukan terhampar biru […]
Puisi: Kota-kota Tercinta – Hartojo Andangdjaja (1930-1990)
Hartojo Andangdjaja (1930-1990) Kota-kota tercinta antena-antena pemancar beragam suara antena-antena penangkap hingar dunia timbunan kegiatan dan tempat kesibukan bermuara di mana siang yang membakar memeluhkan keringat kerja mengepulkan debu […]
Puisi: Tentang Joki Jam Sembilan Pagi – Taufiq Ismail
Taufiq Ismail Beras berkata kepada saya, bahwa kacang kedele dan kelapa sawit, ayam daging, sapi inseminasi, ikan laut, dan ikan daratan, semua dalam keadaan segar bugar tidak kurang suatu apa. […]
Puisi: Moluska – Marhalim Zaini
Marhalim Zaini aku akan memanggilmu moluska, saat pasang naik, dan lutut kita mulai menggigil di akar-akar bakau yang menjuntai dari dalam lumpur rawa-rawa, adalah binatang yang berbiak dalam kelamin kita […]
Puisi: kalam batu – Marhalim Zaini
Marhalim Zaini : raja ali haji di sepanjang beting, sepanjang petang ia berjalan pincang, memikul kalam dan ingatan yang kian padam seperti tongkang menuju karam. aku mengenalmu, ali haji, seorang […]
Agenda: Obor dan Dupa dalam Puisi di Tembi
AGUSTINA Thamrin, penyair dari Banjarbaru, Kalimantan Selatan, tampil membaca puisi dalam acara Sastra Bulan Purnama edisi 70 untuk Hari Puisi Indonesia 2017 di Tembi Rumah Budaya, Sabtu 8 Juli 2017 […]
Puisi: Trembesi – Arif Bagus Prasetyo
Arif Bagus Prasetyo Legam dan menjulang Burung-burung menyusun sarang di keteguhan lengan-lengannya. Puri agung bagi rangrang dan bengkarung Arsitektur yang tumbuh dari bayang-bayangnya sendiri. Hari segera akan runtuh. Sendi-sendinya yang […]
Puisi: Ronggeng Sumba – Umbu Landu Paranggi
Umbu Landu Paranggi I Tambur tua, ditabuh dewa menujum sunyiku, di mulut kemarau sirih pinang tembakau, membaun angin cendana duh sarungkan pedangmu, dendam budak biru gulung rokok daun lontar, kumurkan […]
