Ahda Imran Demi malam yang masuk ke dalam paru-paruku demi lubuk sungai tempat ikan-ikan menyimpan telurnya demi selembar kertas dan puisi yang berbaring di atasnya Biarkan aku menyelam ke dasar […]
Puisi
Puisi: Dendang Orang Singkuang – May Moon Nasution
May Moon Nasution – Bagi pendendang di Singkuang bagaimana kami hendak mendikirkan dendang ini, dengan doa-doa yang telah dikuduskan kaum-kaum kami demi menjaga kesahihan kidung dan kitab, dengan segenap dekap […]
Puisi: Gasing – May Moon Nasution
May Moon Nasution berpusing-pusing adalah tugas kami, sampai runcing pantat ini membeling, lantas, atas kuasamulah kami menari, menarikan perih hingga hari merembang jangan kau tanya kenapa kami bersedih, ulah amukmulah […]
Puisi: Angin – Aspar Paturusi
Aspar Paturusi sobekan layar perahu diterbangkan angin tapi tak seorang awak terdampar di pantai ikan menelan darah, angan-angan dan mimpi bumi yang kian tua tak kuasa melerai ombak dan perahu […]
Puisi: Kita Tak Ingin Menangis – Aspar Paturusi (l. 1943)
Aspar Paturusi (l.1943) arahkan tatapan pada bening keindahan adakah hening alam berbisik kepadamu betapa susah membangkitkan haru dari kekangan bising dan hiruk pikuk sekali waktu setitik pun air mata tak […]
Puisi: Tenggarong, Kota Tua dalam Kabut Bergumpal-gumpal – Korrie Layun Rampan (1953-2015)
Korrie Layun Rampan (1953-2015) Siapa mengendap-endap dari balik dinding-dinding kabut lalu tegak di Taman Puisi. Kelamkah atau Sunyi Waktu atau Engkau. Debu yang kembali kepada debu? Cinta pun tumbuh mencengkam […]
Puisi: Mahakam – Korrie Layun Rampan (1953-2015)
Korrie Layun Rampan (1953-2015) Siapakah yang pulang dengan langkah masai menyandang duka Adam yang pertama mengempang arus sungai, membadung nasibnya? Ia kah itu pelancong tak bernama. Menyusur semenanjung tenggara istirah […]
Puisi: Serenade Hampir Penghabisan – Korrie Layun Rampan (1953-2015)
Korrie Layun Rampan (1953-2015) Dari pantai itu masih terdengar ujung siul Dan lagu burung menyambut matahari dan mega timbul Adalah taman dan bulan mengeras pada padas Dan sepotong sajak dari […]
Puisi: Kisah Zaman – Anas Ma’ruf (1922-1980)
Anas Ma’ruf (1922-1980) Desir desau air mengalir ke pantai mara tujuan nyata Dari udik sampai ke hilir penuh rahasia sejak semula Risik risau ombak memecah di pantai landai […]
