Suminto A Sayuti – nita Pagi pohon trembesi. Melangkah cahaya Bersama rimbun daun-daun. Gemericik air Aroma hidup pun mengalir. Lalu kabut Sepanjang bukit. Sepanjang rindu yang bangkit. Maka aku pun […]
Puisi
Puisi: Pada-Mu Jua – Amir Hamzah (1911-1946)
Amir Hamzah (1911-1946) Habis kikis Segala cintaku hilang terbang Pulang kembali aku padamu Seperti dahulu Kaulah kendi kemerlap Pelita jendela dimalam gelap Melambai pulang perlahan Sabar, setia, selalu Satu kasihku […]
Puisi: Dalam Kenangan – H.B. Jassin (1917-2000)
H.B. Jassin (1917-2000) Alam, apa bedanya di dalam kenangan Orang yang mati dan orang yang hidup Yang mati dan hidup keduanya Hidup dalam kenangan? Tinjaulaut, 21-2-’43 Sumber: H.B. Jassin, Kumpulan Cerpen […]
Puisi: Ada Anak Lelaki Berbaring di Tepi Kali – M Saribi Afn
M Saribi Afn Ada anak lelaki berbaring di tepi kali matanya menatap ke arah matahari tanpa mengejap dan rambutnya tercelup basah lumpur kali membasuh tak sudah-sudah Penduduk kampung merubung membuat […]
Puisi: Rangka – M. Yoesmanam
M. Yoesmanam adalah ini hari masih pagi bila suit kereta mula dan hati berhenti mimpi lalu aku bangun bangkit berdiri adalah nasib kucanda selama pada teratak persada yang hampir pergi […]
Puisi: Jejak Malam – Edy A Effendi
Edy A Effendi Jejak malam. Malam berjejak. Aku luruh dalam auman lukamu. Auman cinta yang tak bertepi, tak berperi. Cinta yang kau tanam di gang sempit itu, tumbuh subur jadi […]
Puisi: Sri Poestaka dan Pandji Poestaka Terbit di Balai Poestaka (1923) – Adenin
Adenin Sri Poestaka hamba maklumkan, Elok isinya, patut dipujikan, Ramai abonne memeringankan, Isinya ilmu sudah dipaparkan. Pandji Poestaka pula disertakan, Umur usianya Allah lanjutkan, Subur hidupnya langganan doakan, Tambah bertambah […]
Puisi: Rakyat – Hartojo Andangdjaja (1930-1990)
Hartojo Andangdjaja (1930-1990) Rakyat adalah kita jutaan tangan yang mengayun dalam kerja di bumi di tanah tercinta jutaan tangan mengayun bersama membuka hutan lalang jadi ladangladang berbunga mengepulkan asap dari […]
Puisi: Pemburu – Hartojo Andangdjaja (1930-1990)
Hartojo Andangdjaja (1930-1990) Seperti katamu kita pemburu menapak di perbukitan di bawah menggelombang kemilau hutan dengus kijang harum bau musang menusuk rangsang dan di jauhan burung-burung berkejaran kita berjalan dan […]
